Suara.com - Bicycle crunch merupakan latihan yang cukup populer untuk melatih semua otot inti tanpa perlu pergi ke gym. Namun sayangnya, banyak orang melakukannya secara salah.
Berdasarkan Insider, banyak orang bergerak terlalu cepat atau kehilangan ketegangan di inti tubuh.
"Bicycle crunch bisa efektif, tetapi kebanyakan orang melakukannya dengan tidak benar, dengan gerakan menendang-nendang," ujar pelatih pribadi yang berbasis di NYC Miriam Fried.
Untuk membangun inti yang lebih kuat dengan bicycle crunch, Fried mengatakan fokus untuk mempertahankan posisi dasar secara benar.
Berikut cara melakukan bicycle secara benar:
1. Jaga punggung bagian bawah menempel ke lantai
Apabila dilakukan secara benar, bicycle crunch dapat melatih setiap bagian perut, obliques di sisi inti, rectus abdominis (perut bagian atas) dan abdominis melintang (otot inti dalam yang membantu menstabilkan tulang belakang).
Dasar dari latihan ini adalah melibatkan inti dengan menekan punggung bagian bawah dengan kuat ke lantai sepanjang gerakan.
Cara melakukannya dengan:
Baca Juga: Menpora Amali Dukung Raker KOI untuk Dapat Majukan Olahraga Indonesia
- Berbaring telentang di lantau dengan tangan di belakang kepala
- Tekuk lutut hingga paha tegak lurus dengan lantai, tekan punggung bawah ke lantai
- Rentangkan satu kaki lurus tanpa menyentuhkan ke lantai sambil mendorong lutut lainnya ke atas menuju siku yang berlawanan
- Angkat dan arahkan siku ke lutut, jauhkan tulang belikat dari lantai
- Lakukan gerakan secara bergantian
2. Gerak secara lambat dan terkontrol
Sangat umum melihat orang melakukan bicycle crunch secara tidak efektif, yakni dengan terburu-buru. Mempercepat gerakan menghilangkan ketegangan perut, yang merupakan kebalikan dari tujuan latihan ini.
Sebaliknya, pertahankan kecepatan secara stabil saat menyatukan lutut dengan siku.
American Council on Exercise merekomendasikan untuk menahan posisi teratas (lutut ke siku) selama satu atau dua detik sebelum menurunkan kembali ke posisi awal.
Berita Terkait
Terpopuler
- Jalan Putri Hijau/Yos Sudarso Medan Ditutup 31 Januari hingga 6 Februari, Arus Lalin Dialihkan
- 4 Cushion Wardah untuk Tutupi Kerutan Lansia Usia 50 Tahun ke Atas
- Reshuffle Kabinet: Sugiono Jadi Menko PMK Gantikan 'Orang Jokowi', Keponakan Prabowo Jadi Menlu?
- Ketua KPK Jawab Peluang Panggil Jokowi dalam Kasus Korupsi Kuota Haji
- 5 Mobil Bekas Rp30 Jutaan yang Cocok untuk Guru Honorer: Solusi Ekonomis untuk Mobilitas Sehari-hari
Pilihan
-
Tragis! Bocah 6 Tahun Tewas Jadi Korban Perampokan di Boyolali, Ibunya dalam Kondisi Kritis
-
Pasar Modal Bergejolak, OJK Imbau Investor Rasional di Tengah Mundurnya Dirut BEI
-
5 HP Memori 128 GB di Bawah Rp2 Juta Terbaik Awal 2026: Kapasitas Lega, Harga Ramah di Kantong!
-
5 HP Murah Mirip iPhone Terbaru: Gaya Mewah Boba 3 Mulai Rp900 Ribuan!
-
Rupiah Melemah ke Rp16.786, Tertekan Sentimen Negatif Pasar Saham
Terkini
-
Tidak Semua Orang Cocok di Gym Umum, Ini Tips untuk Olahraga Bagi 'Introvert'
-
Dehidrasi Ringan Bisa Berakibat Serius, Kenali Tanda dan Solusinya
-
Indonesia Masih Kekurangan Ahli Gizi, Anemia hingga Obesitas Masih Jadi PR Besar
-
Cedera Tendon Achilles: Jangan Abaikan Nyeri di Belakang Tumit
-
Super Flu: Ancaman Baru yang Perlu Diwaspadai
-
3D Echocardiography: Teknologi Kunci untuk Diagnosis dan Penanganan Penyakit Jantung Bawaan
-
Diam-Diam Menggerogoti Penglihatan: Saat Penyakit Mata Datang Tanpa Gejala di Era Layar Digital
-
Virus Nipah Sudah Menyebar di Sejumlah Negara Asia, Belum Ada Obatnya
-
Tak Perlu ke Luar Negeri, Indonesia Punya Layanan Bedah Robotik Bertaraf Internasional
-
Hari Gizi Nasional: Mengingat Kembali Fondasi Kecil untuk Masa Depan Anak