Suara.com - Seringkali orangtua tidak sadar saat bertengkar di depan sang anak. Padahal pertengkaran yang terjadi sedikit banyak akan berpengaruh terhadap kondisi anak.
“Jika pertengkaran orangtua menjadi kebiasaan, maka anak merasa bahwa keadaan rumahnya tidak aman. Dan anak akan mendapati dirinya bersalah dan bertanggung jawab atas pertengkaran kedua orangtuanya,” ungkap Direktur, Kesehatan Mental dan Ilmu Perilaku Fortis Healthcare, Dr. Samir Parikh dilansir dari Healthshots.
Lantas, apa saja yang terjadi ketika orangtua kerap bertengakr di depan anak? Berikut faktanya.
Berpengaruh Terhadap Harga Dirinya
Ketika anak menghadapi keluarganya yang terus bertengkar, ini membuat anak merasa bersalah, takut, dan tidak aman. Bahkan, anak seringkali berakhir dengan menyalahkan dirinya sendiri, sebab kelahiran dirinya menjadi beban kedua orangtuanya. Oleh karena itu, efeknya bisa berpengaruh terhadap harga dirinya.
“Ini memengaruhi harga diri anak, karena mereka merasa bahwa orangtua mereka tidak bahagia. Terkadang, anak akhirnya menyalahkan dirinya sendiri,” ungkap Dr. Samir Parikh.
Berdampak Bagi Kesehatan Mental Anaknya
Pertengkaran orangtua yang terus-terusan terjadi, ini bisa berdampak bagi kesehatan mental anaknya. Salah satunya perasaan cemas, tertekan, dan tidak berdaya ketika menghadapi situasi yang penuh pertengkaran. Bahkan, itu juga memicu tekanan emosional, sehingga anak tak hanya merasakan stres, tapi bisa memicu rasa sakit kepala, masalah perut, dan kesulitan tidur di malam hari.
Memengaruhi Hubungan Masa Depan Anak
Baca Juga: Bejat! Kakek 76 Tahun Tega Cabuli Balita Kembar, Kini Terancam Habiskan Masa Tua di Penjara
Pertengkaran keluarga yang terjadi dalam rumah, akan memengaruhi persepsi anak tentang hubungan, baik itu orangtua kepada anak. Bahkan, efeknya anak akan mengikuti cara orangtuanya, salah satunya suka bertengkar hingga kekerasan dalam rumah tangga. Tentunya, apa yang orangtua tanam, itu akan dilakukan kepada anak di masa depannya.
Memengaruhi Kinerja Akademik
Pertengkaran yang terjadi hanya sekali mungkin tidak akan berdampak besar bagi mental anak. Tapi, jika pertengkaran terus-terusan terjadi, ini akan memengaruhi kinerja akademik sang anak. Sebab, pikiran yang tadinya disibukkan dengan belajar, kini haru mencari cara untuk menyelesaikan konflik tersebut.
Dari efek tersebut, anak biasanya akan mengalami masalah akademik, salah satunya nilai pelajarnya dibawah rata-rata.
Menjadi Lebih Agresif
Dari konflik pertengkaran keluarga, tentu efeknya bisa memicu perilaku negatif pada anak. Salah satunya, anak akan berperilaku agresif dan melampiaskan amarahnya kepada orangtua bahkan ke orang lain. Tak hanya itu, anak kemungkinan juga mencari pelampiasan lainnya, mulai dari narkoba, berbohong, mencuri, berjudi, anti sosial, hingga kriminal.
Berita Terkait
Terpopuler
- 5 Rekomendasi Serum Malam untuk Hempas Flek Hitam Usia 50 Tahun ke Atas
- Kecil tapi Lega: Hatchback Bermesin Avanza Kini Cuma 50 Jutaan, Makin Layak Dilirik?
- Promo JCO Mei 2026, Paket Hemat Donat dan Kopi yang Sayang Dilewatkan
- Work to Run: 5 Sepatu Lari Hitam Polos yang Tetap Rapi di Kantor dan Nyaman Dipakai Lari
- 5 HP Redmi RAM 8 GB Memori 256 GB Termurah di Bawah Rp1,5 Juta, Spek Juara
Pilihan
-
Bejatnya Kiai Cabul Ashari di Pati: Ngaku Keturunan Nabi hingga Istri Orang Bebas Dicium
-
Mengungkap Jejak Pelarian Kiai Cabul Pati: Terendus Ritual di Kudus, Kini Raib Bak Ditelan Bumi
-
Diterpa Kontroversi dan Dilaporkan ke Bareskrim Terkait Ceramah JK, Ade Armando Mundur dari PSI
-
Lolos Blokade AS! Kapal Tanker Iran Rp 3,8 T Menuju Riau, Kemlu RI: Tak Langgar Hukum
-
Kapal Perang AS Dihantam 2 Rudal karena Coba Masuk Selat Hormuz, Klaim Iran
Terkini
-
Diet Vegan Kurangi Emisi Gas Rumah Kaca Hingga 55 Persen, Apa Buktinya?
-
Lebih dari Sekadar Nutrisi, Protein Jadi Kunci Hidup Aktif dan Sehat
-
Kisah Dera Bantu Suami Melawan Penyakit GERD Melalui Pendekatan Holistik
-
Dari Antre Panjang ke Serba Cepat, Smart Hospital Ubah Cara Rumah Sakit Layani Pasien
-
Berat Badan Tak Kunjung Naik? Susu Flyon Jadi Salah Satu Solusi yang Dilirik
-
Lebih Banyak Belum Tentu Lebih Baik: Fakta Mengejutkan di Balik Kebiasaan Konsumsi Suplemen Anda
-
Nyeri Lutut pada Perempuan Tak Boleh Dianggap Sepele, Mesti Waspada Hal Ini
-
Olahraga Bukan Hanya Soal Kompetisi bagi Anak: Bisa Jadi Cara Seru Membangun Gaya Hidup Aktif
-
Studi Ungkap Mikroplastik Ditemukan di Dalam Tubuh Manusia, Bisa Picu Gangguan Pencernaan
-
Kebutuhannya Berbeda dengan Dewasa, Ini 5 Alasan Si Kecil Perlu ke Dokter Gigi Anak