Suara.com - Pola makan nabati telah melonjak popularitasnya selama beberapa tahun terakhir. Akibatnya, terjadi lonjakan permintaan alternatif nabati untuk makanan kesukaan banyak orang, seperti daging, sosis, hingga burger.
Namun, masih banyak yang belum diketahui tentang produk makanan ini, termasuk apakah makanan akan sesehat yang dipikirkan banyak orang.
Walau produsen mengklaim terbuat dari tanaman, makanan tersebut sebenarnya tidak terlalu berbeda dengan produk ultra-proses lainnya.
Makanan alternatif itu masih mengandung bahan yang sama dengan daging aslinya, seperti isolat protein, pengemulsi, pengikat, dan aditif lainnya.
Berdasarkan The Conversation, banyak bukti mengaitkan makanan ultra-proses dengan obesitas, diabetes tipe 2, kanker, dan penyakit kronis lainnya.
Kemungkinan penyebabnya adalah kombinasi kandungan nutrisi yang buruk, aditif sintetis dan kurangnya serat. Hal yang penting adalah memberikan rasa kenyang.
Jenis makanan ultra-proses juga menjadi alasan mengapa pola makan yang buruk telah menjadi penyebab utama kematian terkait penyakit kronis.
Hal ini juga sama pada burger nabati dan alternatif daging lainnya. Bahan-bahan yang dikandung beberapa produk patut dikhawatirkan.
Namun, tidak semua alternatif daging nabati yang ada di pasaran selalu buruk. Pasar makanan nabati masih terus berkembang, yang artinya masih banyak produk baru untuk dikembangkan dan penelitian terus dilakukan.
Baca Juga: Inilah Beda Vegan dan Vegetarian, Pola Makan yang Diterapkan Terkesan Serupa tapi Tak Sama
Apabila ingin mengonsumsi produk nabati ini, ada baiknya untuk memeriksa daftar bahan pembuatan terlebih dahulu dan memahami risiko terlalu banyak makan makanan ultra-proses.
Berita Terkait
Terpopuler
- 4 HP dengan Baterai 7000 mAh Terbaik 2026, Anti Lowbat Seharian Cocok untuk Ojol
- Siapa Ginka Febriyanti yang Dituding Ikut Demo Bayaran dan Kini jadi Komisaris Pertamina Retail
- Isu Rapat Khusus Berisi Perintah Awasi Gibran, Gerindra Sebut Hanya Mengawasi Harga Sembako
- 4 Sepatu Lari Ardiles Terbaik Paling Laris di Shopee, Lengkap Review dan Harganya
- Sering Mati Listrik? Ini 4 Genset Mini 1000 Watt yang Irit dan Tidak Berisik
Pilihan
-
Lagi! Peserta Latsarmil Kopdes Merah Putih Meninggal, Rifki Renaldi Jadi Korban Ke-4
-
Jelang Lawan Mesir, Striker Iran Mehdi Taremi Ditahan Otoritas AS
-
Semua Pengurus BEM FH UBK Dipecat, Kasus Suap Rp 20 Juta dari Polisi
-
Satu Kapal Tanker Pertamina Lolos dari Selat Hormuz
-
Tahan Inggris, Pelatih Ghana Sindir VAR: Saya Tak Yakin Masih Berfungsi
Terkini
-
World Allergy Week 2026: Saatnya Ubah Sudut Pandang Soal Alergi Susu Sapi pada Anak
-
Festival Keluarga Kimomby 2026 Resmi Diluncurkan, Jawab Kebutuhan Orang Tua Modern
-
Dokter Ungkap Bahaya Mata Juling yang Kerap Tak Disadari Orang Tua
-
Jangan Terlalu Melarang! Psikolog Ungkap Pentingnya Anak Bermain Bebas Saat Liburan
-
Sering Menatap Layar? Waspadai Miopia dan Mata Silinder yang Kini Banyak Menyerang Usia Produktif
-
El Nino dan Perubahan Iklim Tingkatkan Risiko DBD, Mengapa Kita Harus Lebih Waspada?
-
Penyakit Jantung Tak Menunggu Tua: Ini Strategi Proteksi di Tengah Lonjakan Biaya Medis
-
WHO Sebut Pengobatan Gigi Jadi Beban Kesehatan Terbesar Ketiga Secara Global
-
Tak Hanya Fisik, Polusi Udara Juga Mengancam Kesehatan Mental
-
Makin Banyak Anak Puber Sebelum Waktunya, Dokter Kandungan Waspada Gangguan Hormon!