Suara.com - Tubuh yang ideal tidak hanya membutuhkan olahraga dan diet untuk menurunkan berat badan, tetapi juga kualitas tidur yang baik.
Jika kualitas tidur Anda tubuh, otak Anda akan mencari energi di tempat lain, seperti makanan berkalori tinggi dan gula.
Ada 2 hormon yang mengontrol nafsu makan Anda, salah satunya dikenal sebagai hormon lapar (ghrelin) dan hormon kenyang (leptin). Tapi, kualitas tidur yang buruk membuat kedua hormon ini tidak seimbang.
Berikut ini dilansir dari Bright Side, beberapa alasan kualitas tidur yang baik sangat penting dalam menurunkan berat badan.
1. Kurang tidur meningkatkan nafsu makan dan obesitas
Hormon memainkan peran penting dalam nafsu makan dan mengatur tidur. Karena itu, kurang tidur bisa mengganggu hormon Anda.
Pada gilirannya, ini bisa membuat Anda ingin konsumsi makanan yang tinggi kalori, bahkan jika Anda baru makan 1 jam yang lalu.
2. Tidur lebih awal mencegah kita mengemil
Makan snack larut malam menyebabkan metabolisme kita tetap berfungsi saat seharusnya rileks. Sehingga, asupan kalori disimpan sebagai lemak mungkin juga tidak membantu kita mendapatkan tidur malam yang nyenyak. Namun, makan camilan rendah kalori mungkin tidak membahayakan.
Baca Juga: Begini Cara Sabun Bekerja dan Membunuh Mikrooganisme Jahat Termasuk Virus Corona
3. Tidur meningkatkan aktivitas fisik
Anda perlu istirahat penuh guna mendapatkan energi untuk olaharaga. Saat tubuh beristirahat, tubuh Anda mengembangkan hormon pertumbuhan yang membuat otot-otot dalam tubuh tumbuh.
Hormon pertumbuhan biasanya diaktifkan selama tidur. Jika Anda kurang tidur, hormon tersebut akan ditekan sehingga kemungkinan pembakaran lemak lebih kecil.
4. Tidur yang baik menurunkan keinginan mengonsumsi makanan manis
Orang cenderung tergoda mengonsumsi makanan manis ketika kelelahan. Sebenarnya, sulit tidur dan mengidam makanan adalah frenemies.
Karena, kurang tidur berkontribusi pada ketidakseimbangan hormon pengatur nafsu makan yang menyebabkan penambahan berat badan.
5. Tidur mencegah penambahan berat badan
Tidur yang terlalu singkat, seperti 6-7 jam per malam terkait dengan penambahan berat badan. Selain iti, tidur bisa menghasilkan pinggang yang lebih lebar dan lebih banyak lemak perut.
Hal ini tidak hanya terjadi pada orang dewasa, tetapi juga pada anak-anak, terutama pada masa kanak-kanak pertengahan (6-8 tahun).
Berita Terkait
Terpopuler
- Istana Diminta Istirahatkan Qodari atau Demo Mahasiswa Bisa Makin Besar
- Ciri-Ciri Sepatu Berbahan Kulit Babi, Kenali sebelum Membeli
- 4 Sepatu Jalan Kaki Lokal Terbaik Harga Rp300 Ribuan Sesuai Review, Kualitas Jempolan
- 4 Pompa Air Kedalaman 20 Meter ke Atas, Hemat Listrik dan Tekanan Air Stabil
- Roy Suryo Ditangkap di Bintaro Terkait Kasus Ijazah Palsu Jokowi, Sempat Diancam Borgol
Pilihan
-
Salah Sasaran Evaluasi: Menilai Program MBG Lewat Respons Anak Itu Absurd
-
Dasco di Mobil Komando Aksi: Aspirasi Kawan-kawan Sudah Disampaikan, Hidup Mahasiswa!
-
Bukan Sekadar Karaoke, Orutaku Club Jadi Mesin Waktu Bagi Wibu Generasi 90-an
-
Kejagung Tetapkan Glory Harimas Sihombing Tersangka, Dugaan Jual Beli Titik Dapur MBG Terungkap
-
Wamensesneg Terluka Kena Batu, Kivlan Zen Berdarah Saat Eksekusi Hotel Sultan GBK Ricuh
Terkini
-
WHO Sebut Pengobatan Gigi Jadi Beban Kesehatan Terbesar Ketiga Secara Global
-
Tak Hanya Fisik, Polusi Udara Juga Mengancam Kesehatan Mental
-
Makin Banyak Anak Puber Sebelum Waktunya, Dokter Kandungan Waspada Gangguan Hormon!
-
Bukan Sekadar Haus, Ini Alasan Mengapa Air Putih Saja Tidak Cukup Saat Latihan Intens
-
Informed Consent Bukan Sekadar Formalitas: Mengapa Dokter Wajib Bicara Langsung dengan Anda?
-
Sering Dianggap Ganas, Padahal Sebagian Besar Tumor Otak Bersifat Jinak
-
Kasus Dermatitis pada Bayi dan Anak Terus Meningkat, Ini Cara Cegah Eksim Si Kecil Kambuh
-
Terapi Stem Cell Kian Berkembang, untuk Peremajaan Kulit hingga Pemulihan Cedera Sendi
-
Mata Merah dan Buram Tak Boleh Dianggap Sepele, Bisa Jadi Tanda Kerusakan Kornea
-
Kesehatan Penglihatan Tak Boleh Diabaikan, Ini Pentingnya Koreksi Refraksi yang Tepat