Suara.com - Subvarian BA.2 yang muncul dari virus corona varian Omicron tampaknya tidak lebih parah daripada bentuk BA.1 asli. Demikian kata seorang pejabat Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) seperti dikutip dari India Today.
WHO pada hari Selasa memperingatkan negara-negara yang ingin mencabut tindakan pencegahan virus corona, dengan mengatakan Omicron belum mencapai puncaknya di banyak negara.
Direktur Jenderal Organisasi Kesehatan Dunia, Tedros Adhanom Ghebreyesus: "Terlalu dini bagi negara mana pun untuk menyerah atau menyatakan kemenangan. Virus ini berbahaya, dan terus berkembang di depan mata kita. WHO saat ini melacak empat sub-garis keturunan dari virus ini. Varian Omicron, termasuk BA.2."
Bentuk BA.2 yang muncul dari varian coronavirus Omicron tampaknya tidak lebih parah daripada bentuk BA.1 asli, kata seorang pejabat Organisasi Kesehatan Dunia pada hari Selasa.
Pimpinan teknis WHO untuk Covid-19, Maria Van Kerkhove: "Tidak ada indikasi bahwa ada perubahan tingkat keparahan. Sekali lagi, omicron secara keseluruhan yang kami tahu lebih mudah menular, memiliki lebih banyak keuntungan pertumbuhan dan menyebabkan penyakit yang lebih ringan daripada Delta. virus yang sangat berbahaya."
Komentar itu muncul saat versi BA.2 dari Omicron mulai menggantikan versi BA.1 "asli" yang lebih umum di negara-negara seperti Denmark.
BA.2 lebih menular daripada BA.1 yang lebih umum dan lebih mampu menginfeksi orang yang divaksinasi, menurut sebuah penelitian Denmark yang menganalisis infeksi di lebih dari 8.500 rumah tangga Denmark antara Desember dan Januari.
Van Kerkhove: "Kami membutuhkan orang-orang untuk menyadari bahwa virus ini terus beredar, dan terus berkembang."
Pejabat WHO mengatakan vaksin, masker, dan jarak sosial masih merupakan alat yang efektif untuk melawan virus.
Baca Juga: Catat! Berikut Daftar dan Nomor Hotline Rumah Sakit Rujukan Covid-19 di Kota Bekasi
Berita Terkait
Terpopuler
- 5 Rekomendasi Serum Malam untuk Hempas Flek Hitam Usia 50 Tahun ke Atas
- Kecil tapi Lega: Hatchback Bermesin Avanza Kini Cuma 50 Jutaan, Makin Layak Dilirik?
- Promo JCO Mei 2026, Paket Hemat Donat dan Kopi yang Sayang Dilewatkan
- Work to Run: 5 Sepatu Lari Hitam Polos yang Tetap Rapi di Kantor dan Nyaman Dipakai Lari
- 5 HP Redmi RAM 8 GB Memori 256 GB Termurah di Bawah Rp1,5 Juta, Spek Juara
Pilihan
-
10 WNI Diamankan di Arab Saudi Terkait Haji Ilegal, Kemenhaj Pastikan Tak Akan Intervensi
-
Serangan Mematikan Rusia Jelang Gencatan Senjata, 26 Warga Ukraina Tewas
-
Bejatnya Kiai Cabul Ashari di Pati: Ngaku Keturunan Nabi hingga Istri Orang Bebas Dicium
-
Mengungkap Jejak Pelarian Kiai Cabul Pati: Terendus Ritual di Kudus, Kini Raib Bak Ditelan Bumi
-
Diterpa Kontroversi dan Dilaporkan ke Bareskrim Terkait Ceramah JK, Ade Armando Mundur dari PSI
Terkini
-
Diet Vegan Kurangi Emisi Gas Rumah Kaca Hingga 55 Persen, Apa Buktinya?
-
Lebih dari Sekadar Nutrisi, Protein Jadi Kunci Hidup Aktif dan Sehat
-
Kisah Dera Bantu Suami Melawan Penyakit GERD Melalui Pendekatan Holistik
-
Dari Antre Panjang ke Serba Cepat, Smart Hospital Ubah Cara Rumah Sakit Layani Pasien
-
Berat Badan Tak Kunjung Naik? Susu Flyon Jadi Salah Satu Solusi yang Dilirik
-
Lebih Banyak Belum Tentu Lebih Baik: Fakta Mengejutkan di Balik Kebiasaan Konsumsi Suplemen Anda
-
Nyeri Lutut pada Perempuan Tak Boleh Dianggap Sepele, Mesti Waspada Hal Ini
-
Olahraga Bukan Hanya Soal Kompetisi bagi Anak: Bisa Jadi Cara Seru Membangun Gaya Hidup Aktif
-
Studi Ungkap Mikroplastik Ditemukan di Dalam Tubuh Manusia, Bisa Picu Gangguan Pencernaan
-
Kebutuhannya Berbeda dengan Dewasa, Ini 5 Alasan Si Kecil Perlu ke Dokter Gigi Anak