Suara.com - Anak tantrum adalah salah satu perilaku yang paling sering terjadi pada anak usia 2 hingga 3 tahun. Ini merupakan ledakan emosi yang mengganggu, dan sering kali bikin resah orangtua.
Tantrum bisa terjadi di setiap situasi, yang bisa dipicu oleh hal kecil atau bahkan sederhana. Tantrum bahkan bisa terjadi di mana saja, termasuk di tengah orang banyak.
Hal inilah yang membuat orangtua berusaha untuk menghentikan anak tantrum dengan berbagai cara. Bahkan, sebelum tantrum dimulai, orangtua akan segera mengantisipasinya. Dan di sinilah para orangtua rentan berbuat kesalahan, yang berisiko memperburuk tantrum anak. Apa itu?
Simak penjelasannya di bawah ini, seperti dilansir dari Times of India.
1. Mengajak anak bicara
Ketika anak mulai mengamuk, beberapa orangtua mungkin mencoba berbicara baik-baik pada anak. Padahal, saat anak tantrum, tidak mudah untuk mengajak anak bicara lantaran emosi tengah menguasainya. Jadi, alih-alih mencoba mengajaknya berbicara, mengajak anak menjauhkan diri dari keramian di sekitarnya adalah solusi yang baik. Seteah itu, mintalah ia untuk menarik napas dalam-dalam atau melakukan sesuatu yang menenangkan pikiran seperti bernyanyi.
2. Memarahi anak
Tampaknya hampir tidak mungkin untuk mempertahankan ketenangan saat anak tantrum, apalagi jika dilakukan di depan umum. Tetapi, tak sedikit orangtua yang seperti itu.
Padahal, memarahi atau memukul hanya akan memperburuk situasi. Pada saat ini, penting untuk diingat bahwa anak menggunakan taktik tantrum mungkin untuk mendapatkan apa yang diinginkannya, dan ia sepenuhnya menyadarinya.
Baca Juga: Orangtua Terlalu Mengatur Kebutuhan dan Keinginan Anak, Awas Bahaya Pola Asuh Helikopter Parenting!
Dengan memarahi, Anda menunjukkan ketidaksetujuan atas tindakannya, yang memberinya kekuatan besar dan cara jitu untuk menarik perhatian Anda nantinya.
3. Menyerah pada keinginan anak
Menyerah pada tuntutan anak hanya karena tantrumnya hanya akan memberikan satu pesan pada anak, yaitu jika mereka melakukan hal itu lagi nanti, maka ia akan mendapatkan apa yang diinginkannya.
Meskipun memang jauh lebih mudah jika menyerah pada keinginan anak, dengan tujuan supaya anak berhenti mengamuk, Anda sebaiknya tetap tegas pada anak. Tujuannya, supaya Anda tidak harus menghadapi perilaku yang sama di lain waktu.
4. Menyogok anak
Beberapa situasi tantrum mungkin akan mempermalukan Anda, misal anak tantrum di depan orang banyak. Dan akhirnya, meski Anda tidak mengabulkan keinginannya, Anda menyuap anak dengan sesuatu yang lain agar ia berhenti tantrum.
Namun, sama seperti poin sebelumnya, hal ini sangatlah tidak disarankan. Melakukan hal ini akan membuat anak percaya bahwa amukan dapat membantu mendapatkan keinginannya, dan ia akan terus mengulangi perbuatannya.
Berita Terkait
Terpopuler
- Kecil tapi Lega: Hatchback Bermesin Avanza Kini Cuma 50 Jutaan, Makin Layak Dilirik?
- Promo JCO Mei 2026, Paket Hemat Donat dan Kopi yang Sayang Dilewatkan
- 5 Rekomendasi Bedak Wardah Colorfit yang Warnanya Auto Menyatu di Kulit
- 4 Rekomendasi Parfum Lokal Wangi Tidak Lebay dan Tahan Lama untuk Perempuan
- 6 Rekomendasi Sepatu Lokal Rp 200 Ribuan, Kualitas Bintang Lima
Pilihan
-
16 Korban Tewas Bus ALS Terbakar di Muratara Berhasil Dievakuasi, Jalinsum Masih Mencekam
-
'Celana Saya Juga Hancur', Cerita Saksi yang Kena Sisa Air Keras Saat Bantu Andrie Yunus
-
Kala Harga Kebutuhan Meroket, Menulis Jadi Andalan Saya untuk Nambal Dompet
-
Hakim Gemas Anggota BAIS Siram Air Keras ke Andrie Yunus: Amatir Banget, Malu-maluin!
-
10 WNI Diamankan di Arab Saudi Terkait Haji Ilegal, Kemenhaj Pastikan Tak Akan Intervensi
Terkini
-
Krisis Iklim Berdampak ke Kesehatan, Seberapa Siap Layanan Primer Indonesia?
-
Geger Hantavirus Menyebar di Kapal Pesiar, Tiga Orang Dilaporkan Meninggal Dunia
-
Hasil Investigasi KKI: 92% Konsumen Keluhkan Galon Tua, Ternyata Ini Dampak Buruknya bagi Tubuh
-
Tips Memilih Susu Berkualitas, Nutrisionis: Perhatikan Sumber dan Kandungannya
-
Pemulihan Optimal Setelah Operasi Dimulai dari Asupan Nutrisi yang Tepat
-
Diet Vegan Kurangi Emisi Gas Rumah Kaca Hingga 55 Persen, Apa Buktinya?
-
Lebih dari Sekadar Nutrisi, Protein Jadi Kunci Hidup Aktif dan Sehat
-
Kisah Dera Bantu Suami Melawan Penyakit GERD Melalui Pendekatan Holistik
-
Dari Antre Panjang ke Serba Cepat, Smart Hospital Ubah Cara Rumah Sakit Layani Pasien
-
Berat Badan Tak Kunjung Naik? Susu Flyon Jadi Salah Satu Solusi yang Dilirik