Suara.com - Mantan Menteri Kesehatan Siti Fadilah mengatakan bahwa sektor kesehatan mesti menjadi ujung tombang dalam pertahanan Indonesia. Menurut Sit Fadilah Supari, ke depan perang yang dihadapi ialah perang biologi.
"Karena perang ke depan adalah perang virus dan perang biologi, ini kalau tidak kita siapkan dari sekarang akan grubak-grubuk," ujar Mantan Menkes era Susilo Bambang Yudhoyono itu saat diskusi dengan anggota DPR Melky Laka Lena dalam YouTube pribadinya.
Namun, dalam pembicaraan sebelumnya, ia menyayangkan peleburan Lembaga Biologi Molekular Eikman ke dalam Badan Riset dan Inovasi Nasional. Ia menyebut bahwa peleburan tersebut merupakan keputusan yang sembrono.
"Nah ini mesti dijelaskan BRIN ini ada di mana, penelitian kesehatan ini nantinya ada di mana, laboratorium kesehatan ada di mana. Nah itu menurut pandangan kami rakyat kecil kebijakan (peleburan) ke BRIN itu sembrono atau kurang tepat untuk kemajuan riset indonesia, untuk menghadapi perang perang virus ke depan," ujar Siti Fadilah.
Oleh sebab itu, ia menyarankan ke DPR untuk bisa menguatkan sistem kesehatan.
"Semoga komisi 9 bisa mempersiapkan itu, walaupun pertahanan di komisi 1. Kemudian juga gabungan dari Kementerian Kesehatan, Kementerian Pertahanan, Badan Intelejen Negara, dan kemudian Kementerian Luar Negeri," kata dia.
"Itu satu komando, jadi koordinasnya, jadikalah itu satu komandi. Daripada Eijkman dimasukkan ke BRIN lebih baik dijadikan lab independen dan TNI bisa ikut memasukkan ke dalam sistem pertahanan.
Berita Terkait
Terpopuler
- Rumor Cerai Nia Ramadhani dan Ardi Bakrie Memanas, Ini Pernyataan Tegas Sang Asisten Pribadi
- 5 Sepeda Murah Kelas Premium, Fleksibel dan Awet Buat Goweser
- 5 HP Murah RAM Besar di Bawah Rp1 Juta, Cocok untuk Multitasking
- 5 City Car Bekas yang Kuat Nanjak, Ada Toyota hingga Hyundai
- Link Epstein File PDF, Dokumen hingga Foto Kasus Kejahatan Seksual Anak Rilis, Indonesia Terseret
Pilihan
-
3 Emiten Lolos Pemotongan Kuota Batu Bara, Analis Prediksi Peluang Untung
-
CV Joint Lepas L8 Patah saat Pengujian: 'Definisi Nama Adalah Doa'
-
Ustaz JM Diduga Cabuli 4 Santriwati, Modus Setor Hafalan
-
Profil PT Sanurhasta Mitra Tbk (MINA), Saham Milik Suami Puan Maharani
-
Misi Juara Piala AFF: Boyongan Pemain Keturunan di Super League Kunci Kekuatan Timnas Indonesia?
Terkini
-
Melawan Angka Kematian Kanker yang Tinggi: Solusi Lokal untuk Akses Terapi yang Merata
-
Atasi Batuk Ringan hingga Napas Tidak Nyaman, Pendekatan Nutrisi Alami Kian Dipilih
-
Jangan Abaikan Kelainan Refraksi, Deteksi Dini Menentukan Masa Depan Generasi
-
Toko Sociolla Pertama di Sorong, Lengkapi Kebutuhan Kecantikan di Indonesia Timur
-
Awali 2026, Lilla Perkuat Peran sebagai Trusted Mom's Companion
-
Era Baru Kesehatan Mata: Solusi Tepat Mulai dari Ruang Dokter Hingga Mendapatkan Kacamata Baru
-
Dokter Ungkap: Kreativitas MPASI Ternyata Kunci Atasi GTM, Perkenalkan Rasa Indonesia Sejak Dini
-
Solusi Bijak Agar Ibu Bekerja Bisa Tenang, Tanpa Harus Mengorbankan Kualitas Pengasuhan Anak
-
Dokter Saraf Ungkap Bahaya Penyalahgunaan Gas Tawa N2O pada Whip Pink: Ganggu Fungsi Otak!
-
Tidak Semua Orang Cocok di Gym Umum, Ini Tips untuk Olahraga Bagi 'Introvert'