Foto / News
Senin, 10 Agustus 2026 | 18:59 WIB
Foto udara Sungai Musi Palembang yang mengalami penurunan Tinggi Muka Air (TMA) di Palembang, Sumatera Selatan, Senin (10/8/2026). [ANTARA FOTO/Nova Wahyudi/nz]
Foto udara Sungai Musi Palembang yang mengalami penurunan Tinggi Muka Air (TMA) di Palembang, Sumatera Selatan, Senin (10/8/2026). [ANTARA FOTO/Nova Wahyudi/nz]
Foto udara Sungai Musi Palembang yang mengalami penurunan Tinggi Muka Air (TMA) di Palembang, Sumatera Selatan, Senin (10/8/2026). [ANTARA FOTO/Nova Wahyudi/nz]
Sejumlah anak berjalan di pinggir Sungai Musi Palembang, Sumatera Selatan, Senin (10/8/2026). [ANTARA FOTO/Nova Wahyudi/nz]
Sejumlah kapal kapal tradisional (kapal ketek) melintas di Sungai Musi Palembang, Sumatera Selatan, Senin (10/8/2026). [ANTARA FOTO/Nova Wahyudi/nz]

Suara.com - Foto udara Sungai Musi Palembang yang mengalami penurunan Tinggi Muka Air (TMA) di Palembang, Sumatera Selatan, Senin (10/8/2026).

Berdasarkan hasil pantaun Automatic Water Level Recorder (AWLR) tinggi muka air (TMA) Sungai Musi pada Senin (10/8) pukul 12:45 WIB tercatat berada di angka 0,888 meter dari angka normal yaitu dua hingga tiga meter.

Kondisi tersebut terjadi saat Sumsel memasuki puncak musim kemarau yang diprediksi berlangsung pada Agustus hingga September.

Penurunan TMA dipengaruhi berkurangnya pasokan air dari wilayah hulu akibat rendahnya intensitas hujan selama beberapa pekan terakhir. Kondisi serupa sebelumnya juga terjadi pada sejumlah sungai di Sumatera Selatan akibat kemarau sejak awal Juni.

BMKG Sumatera Selatan memprediksi musim kemarau 2026 lebih kering dibandingkan 2023. Kondisi tersebut meningkatkan risiko kekeringan, terutama di wilayah bertopografi rendah dan sekitar muara Sungai Musi, termasuk Kota Palembang. [ANTARA FOTO/Nova Wahyudi/nz] c

Load More