Suara.com - Kasus Covid-19 di Indonesia semakin meningkat jumlahnya. Bagi pasien Covid-19 baik bergejala ringan maupun tidak bergejala diharuskan untuk melakukan isolasi mandiri (isoman) di rumah masing-masing. Lantas bagaimana ciri-ciri sembuh dari omicron bagi orang yang usai melakukan isoman?
Kementerian Kesehatan (Kemenkes) mengeluarkan Surat Edaran (SE) Nomor HK.02.01/MENKES/18/2021 tentang Pencegahan dan Pengendalian Kasus Covid-19 Varian Omicron. Dalam salah satu poin menyebutkan kriteria atau ciri-ciri sembuh dari Omicron pada pasien Covid-19 sehingga bisa dinyatakan selesai melakukan isolasi mandiri.
Berikut ini ciri-ciri sembuh dari Omicron usai melakukan isolasi mandiri yang ditetapkan oleh Kementerian Kesehatan (Kemenkes).
Kriteria Dinyatakan Selesai Isolasi/Sembuh dari Covid-19
- Pada kasus Covid-19 yang tidak bergejala, isolasi dilakukan minimal 10 hari sejak pengambilan spesimen diagnosis.
- Pada kasus konfirmasi Covid-19 dengan gejala, isolasi dilakukan selama 10 hari sejak muncul gejala ditambah dengan sekurang-kurangnya 3 hari bebas gejala demam dan gangguan pernapasan. Untuk kasus yang mengalami gejala selama 10 hari atau kurang harus menjalani isolasi selama 13 hari. Jika masih terdapat gejala setelah hari ke 10, isolasi mandiri tetap dilanjutkan sampai dengan hilangnya gejala ditambah 3 hari.
- Pada kasus Covid-19 yang mengalami perbaikan klinis pada saat isoman, dapat melakukan pemeriksaan NAAT termasuk pemeriksaan RT-PCR pada hari ke 5 dan ke 6 dengan selang waktu pemeriksaan 24 jam. Jika hasil negatif atau Ct>35 2 kali berturut-turut, maka dinyatakan sembuh.
- Pada kasus konfirmasi Covid-19 yang mengalami perbaikan klinis pada saat isoman akan tetapi tidak dilakukan pemeriksaan NAAT termasuk pemeriksaat RT-PCR pada hari ke-5 dan ke-6 dengan selang waktu 24 jam, maka pasien harus melakukan isolasi sebagaimana ketentuan kriteria selesai isolasi atau sembuh.
Syarat Klinis dan Syarat Rumah Tempat Isoman Pasien Covid-19
Selain mengetahui ciri-ciri sembuh dari Covid-19 varian omicron, pasien Covid-19 harus memperhatikan syarat klinis dan syarat rumah yang akan digunakan sebagai tempat isoman. Syarat tersebut dapat berdampak kepada tingkat kesembuhan pasien dan untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan selama isoman.
Bagi yang tidak memenuhi kedua syarat tersebut, pasien dapat melakukan isolasi terpusat yang ada dalam pengawasan Puskesmas dan Satuan Tugas (Satgas) Covid-19.
1. Syarat Klinis
- Usia lebih kurang dari 45 tahun
- Tidak memiliki komorbid
- Dapat mengakses telemedicine maupun layanan kesehatan
- Berkomitmen untuk isolasi mandiri sebelum diizinkan untuk selesai
2. Syarat Rumah
Baca Juga: Wali Kota Medan Bobby Nasution Dorong Pemanfaatan Digitalisasi Bagi UMKM Terdampak Pandemi Covid-19
- Dapat tinggal di kamar yang terpisah
- Ada kamar mandi terpisah dengan penghuni rumah lainnya
- Dapat mengakses pulse oksimeter
Demikian adalah informasi mengenai ciri-ciri sembuh dari omicron berdasarkan Surat Edaran (SE) dari Kementerian Kesehatan (Kemenkes) yang wajib untuk diketahui. Semoga bermanfaat!
Kontributor : Muhammad Zuhdi Hidayat
Berita Terkait
Terpopuler
- Gaji di Bawah Rp 8 Juta Kini Masuk Kategori Berpenghasilan Rendah
- 4 Genset Mini Portable Praktis dan Senyap, Solusi Saat Mati Listrik
- Mahasiswa UBK Tuntut Pengurus BEM Mundur usai Diduga Terima Suap dari Wapres Gibran
- 3 Pompa Air Otomatis untuk Sumur Dalam, Air Deras dan Mesin Awet
- 4 AC Hemat Listrik untuk Rumah Daya Listrik 450 VA, Pilihan Terbaik agar Tidak Jeglek
Pilihan
-
Tahan Inggris, Pelatih Ghana Sindir VAR: Saya Tak Yakin Masih Berfungsi
-
Pelarian Berakhir! Taufik Hidayat Penyekap dan Penyiksa Pacar 3 Tahun Ditangkap di Bandung Raya
-
UBK Nonaktifkan Ketua BEM FH dari Jabatan Usai Mengaku Terima Suap Rp20 Juta dari Oknum Polisi
-
Sisi Gelap 'Operasi Penertiban Sawit' Satgas PKH dan Tentara di Tesso Nilo
-
Pertama Kali Dalam Sejarah Piala Dunia! Badai Petir Hentikan Prancis vs Irak
Terkini
-
Sering Menatap Layar? Waspadai Miopia dan Mata Silinder yang Kini Banyak Menyerang Usia Produktif
-
El Nino dan Perubahan Iklim Tingkatkan Risiko DBD, Mengapa Kita Harus Lebih Waspada?
-
Penyakit Jantung Tak Menunggu Tua: Ini Strategi Proteksi di Tengah Lonjakan Biaya Medis
-
WHO Sebut Pengobatan Gigi Jadi Beban Kesehatan Terbesar Ketiga Secara Global
-
Tak Hanya Fisik, Polusi Udara Juga Mengancam Kesehatan Mental
-
Makin Banyak Anak Puber Sebelum Waktunya, Dokter Kandungan Waspada Gangguan Hormon!
-
Bukan Sekadar Haus, Ini Alasan Mengapa Air Putih Saja Tidak Cukup Saat Latihan Intens
-
Informed Consent Bukan Sekadar Formalitas: Mengapa Dokter Wajib Bicara Langsung dengan Anda?
-
Sering Dianggap Ganas, Padahal Sebagian Besar Tumor Otak Bersifat Jinak
-
Kasus Dermatitis pada Bayi dan Anak Terus Meningkat, Ini Cara Cegah Eksim Si Kecil Kambuh