Suara.com - Ada berbagai macam tren perawatan wajah, salah satunya masker yang menggunakan lendir dari siput. Ini pun terdiri dari dua cara, menggunakan masker wajah yang berbahan lendir siput atau secara langsung menempatkan siput di wajah.
Banyak yang mengklaim tren perawatan ini sangat bagus untuk melembapkan kulit. Selain itu, lendir dari siput juga memiliki beragam nutrisi yang bagus untuk kulit.
Selebriti sekaligus dokter spesialis kecantikan kulit, Richard Lee, juga menjelaskan bahwa lendir siput mengandung berbagai nutrisi penting untuk kulit.
"Lendir pada siput sebenarnya bagus banget, karena di dalamnya banyak kandungan yang bagus. Salah satunya vitamin A, vitamin E, glikoprotein, hyaluronic acid, dan juga ada glycolic acid di dalamnya," jelas Richard Lee dalam unggahan TikTok-nya, Sabtu (12/2/2022).
Sekarang ini banyak produk perawatan kulit berbahan lendir siput, baik dari lokal maupun internasional.
Menurut Richard, kandungan lendir siput memang memiliki banyak fungsi, mulai dari menyamarkan kulit halus, melembapkan kulit, hingga menghilangkan noda hitam.
Namun, ia mengimbau kepada masyarakat untuk berhati-hati dalam melakukan perawatan lendir siput ini.
"Siput itu bisa membawa bakteri dan parasit. Jadi bisa menyebabkan penyakit namanya Skistosomiasis," sambung Richard, mengutip sebuah riset yang dilakukan oleh Universitas California.
Berdasarkan Alodokter, skitosomiasis, atau penyakit demam siput, merupakan infeksi yang disebabkan oleh cacing skistosoma.
Baca Juga: Siput Laut Biru: Kecil Mematikan Si Penguasa Lautan
Cacing tersebut hidup di air tawar, seperti waduk, danau, atau sungai. Seseorang dapat terinfeksi jika berkontak langsung dengan air atau hewan yang terkontaminasi.
Jadi, alih-alih menempelkan langsung siput ke wajah, Richard Lee menyarankan untuk menggunakan produk berbahan lendir siput saja.
"Mending pakai skincare yang di dalamnya ada lendir siputnya. Lebih steril, lebih higienis," tandas Richard Lee, menjawab pertanyaan dari seorang netizen di TikTok.
Berita Terkait
Terpopuler
- 5 Sepatu Tanpa Tali 'Kembaran' Skechers Versi Murah, Praktis dan Empuk
- Tembus Pelosok Bumi Tegar Beriman: Pemkab Bogor Tuntaskan Ratusan Kilometer Jalan dari Barat-Timur
- 6 Rekomendasi Sabun Mandi di Alfamart yang Wangi Semerbak dan Antibakteri
- Ahmad Sahroni Resmi Kembali Jabat Pimpinan Komisi III DPR, Gantikan Rusdi Masse
- Bupati Kulon Progo Hapus Logo Geblek Renteng hingga Wajibkan Sekolah Pasang Foto Kepala Daerah
Pilihan
-
Jadwal Buka Puasa Bandar Lampung 21 Februari 2026: Waktu Magrib & Salat Isya Hari Ini
-
Siswa Madrasah Tewas usai Diduga Dipukul Helm Oknum Brimob di Kota Tual Maluku
-
Impor Mobil India Rp 24 Triliun Berpotensi Lumpuhkan Manufaktur Nasional
-
Jadwal Imsak Jakarta Hari Ini 20 Februari 2026, Lengkap Waktu Subuh dan Magrib
-
Tok! Eks Kapolres Bima AKBP Didik Resmi Dipecat Buntut Kasus Narkoba
Terkini
-
Membangun Kebiasaan Sehat: Pentingnya Periksa Gigi Rutin bagi Seluruh Anggota Keluarga
-
Susu Kambing Etawa Indonesia Tembus Pameran Internasional: Etawanesia Unjuk Gigi di Expo Taiwan
-
Penanganan Penyintas Kanker Lansia Kini Fokus pada Kualitas Hidup, Bukan Sekadar Usia Panjang
-
Ini Rahasia Tubuh Tetap Bugar dan Kuat Menjalani Ramadan Optimal Tanpa Keluhan Tulang dan Sendi
-
Anak Sekolah Jadi Kelompok Rentan, Pemantauan Aktif Vaksinasi Dengue Diperluas di Palembang
-
Cuma Pakai Dua Jari, Dokter Ungkap Cara Deteksi Sakit Jantung dari Raba Nadi
-
Bukan Cuma Blokir, Ini Kunci Orang Tua Lindungi Anak di Ruang Digital
-
Sedih! Indonesia Krisis Perawat Onkologi, Cuma Ada Sekitar 60 Orang dari Ribuan Pasien Kanker
-
Lebih dari Sekadar Sembuh: Ini Rahasia Pemulihan Total Pasien Kanker Anak Setelah Terapi
-
Edukasi dan Inovasi Jadi Kunci Tingkatkan Kesadaran Kesehatan Gigi dan Mulut Lintas Generasi