Suara.com - Sebuah penelitian baru dari Mayo Clinic menunjukkan bahwa menurunkan kadar kolesterol bisa dilakukan tanpa obat. Caranya dengan mengganti pola makan menjadi yang lebih bergizi.
Dalam studi yang terbit di The Journal of Nutrition ini, dibuktikan bahwa makan makanan yang dirancang khusus untuk mengurangi kolesterol sebanyak dua porsi sehari sama efektifnya dengan minum obat.
Perubahan makan ini dapat menurunkan 9% kolesterol LDL atau kolesterol 'jahat', yang biasanya terkait dengan masalah jantung.
Pola makan, yang dibuat oleh ahli jantung Elizabeth Klodas, diformulasikan secara klinis untuk kaya akan nutrisi, seperti serat, antioksidan, dan asam lemak omega 3.
Makanan itu termasuk pancake, cokelat, smoothie, granola, dan oatmeal. Selain itu, ada makanan bergizi yang mengandung bahan seperti beri, kenari, dan rami.
Hasilnya menunjukkan bahwa pola makan tersebut membantu mengurangi risiko kolesterol tinggi tanpa minum obat dalam sebulan.
"Saya terpesona oleh seberapa cepat itu terjadi dan seberapa signifikan secara statistik," kata Klodas, dilansir Insider.
Sementara obat untuk mengurangi kolesterol banyak digunakan dan dianggap aman, beberapa orang mungkin tidak mau atau tidak mampu meminumnya.
Di sisi lain, studi ini membuktikan bahwa makanan olahan yang seringnya dinilai tidak sehat, ternyata dapat digunakan untuk memperbaiki nutrisi.
Baca Juga: Enak, Sehat dan Rendah Kolesterol, Begini Cara Membuat Gulai Ikan Panggang di Rumah
Berita Terkait
Terpopuler
- Dituding jadi Biang Kerok Laga Persija vs Persib Batal di Jakarta, GRIB Jaya Buka Suara
- 7 Bedak Tabur Terbaik untuk Kerutan dan Garis Halus Usia 50 Tahun ke Atas
- 7 HP Midrange RAM Besar Baterai 7000 mAh Paling Murah yang Layak Dilirik
- Promo Alfamart Hari Ini 7 Mei 2026, Body Care Fair Diskon hingga 40 Persen
- 5 Pilihan HP Android Kamera Stabil untuk Hasil Video Minim Jitter Mei 2026, Terbaik di Kelasnya
Pilihan
-
Suporter Persipura Rusuh, Momen Menegangkan Pemain Adhyaksa FC Dilempari Botol
-
Kronologi Haerul Saleh, Anggota BPK RI Eks Anggota DPR Meninggal saat Rumahnya Kebakaran
-
Tragis! Anggota IV BPK Haerul Saleh Tewas dalam Kebakaran di Tanjung Barat, Diduga Akibat Sisa Tiner
-
16 Korban Tewas Bus ALS Terbakar di Muratara Berhasil Dievakuasi, Jalinsum Masih Mencekam
-
'Celana Saya Juga Hancur', Cerita Saksi yang Kena Sisa Air Keras Saat Bantu Andrie Yunus
Terkini
-
Anak Aktif Rentan Lecet? Ini Tips Perlindungan Luka agar Cepat Pulih dan Tetap Nyaman
-
Bukan Sekadar Liburan: Mengapa Medical Vacation Kini Jadi Tren Baru Masyarakat Urban?
-
Heboh Wabah Hantavirus di Kapal Pesiar, Bagaimana Perubahan Iklim Bisa Perparah Risiko?
-
Ratusan Ribu Kasus Stroke Terjadi Tiap Tahun, Penanganan Cepat Dinilai Sangat Krusial
-
Perempuan Jadi Kelompok Paling Rentan di Tengah Krisis Iklim dan Bencana, Bagaimana Solusinya?
-
Jangan Anggap Sepele Ruam dan Gangguan Cerna, Ini Pentingnya Deteksi Dini Alergi pada Anak
-
Pekan Imunisasi Dunia Jadi Pengingat, DBD Kini Mengancam Anak hingga Dewasa
-
Riset Harvard Ungkap Bermain Bersama Orang Tua Bantu Bangun Koneksi Otak Anak
-
Krisis Iklim Berdampak ke Kesehatan, Seberapa Siap Layanan Primer Indonesia?
-
Geger Hantavirus Menyebar di Kapal Pesiar, Tiga Orang Dilaporkan Meninggal Dunia