Suara.com - Saat Anda hamil, semua yang masuk ke mulut Anda akan dibagikan dengan bayi Anda yang sedang tumbuh dalam janin. Meskipun beberapa jenis makanan dan bahkan beberapa jenis keracunan makanan mungkin tidak menyakiti Anda, mereka dapat membahayakan si kecil. Oleh karena itu, ada beberapa makanan yang harus dihindari saat hamil.
Untuk menghindari keracunan makanan saat hamil, berhati-hatilah untuk tidak memakan makanan yang tertinggal dari lemari es selama lebih dari dua jam (atau lebih dari satu jam dalam cuaca panas).
Pastikan untuk membatasi kafein hingga 200 mg sehari (satu cangkir kopi 12 ons). Dan, seperti yang mungkin Anda ketahui, lupakan alkohol saat bayi Anda tumbuh di dalam diri Anda.
Melansir dari situs WebMD, Senin (28/2/2022), berikut ini beberapa makanan yang harus dihindari saat hamil.
1. Daging olahan dan mentah
Daging olahan seperti potongan daging dingin, daging deli, hot dog, dan daging siap saji lainnya sebaiknya dihindari. Di sisi lain, daging mentah dan setengah matang juga perlu dihindari ibu hamil. Hal ini juga berlaku pada daging unggas seperti ayam dan kalkun.
Anda boleh memakan daging dengan aman jika dipanaskan hingga mengepul dan disajikan panas.
2. Seafood mentah
Seafood serta makanan laut sangat bermanfaat untuk kesehatan janin karena mengandung berbagai vitamin serta mineral. Tetapi saat hamil, sebaiknya hindari dulu berbagai olahan ikan maupun seafood mentah. Sebab makanan berbahan dasar ikan mentah atau setengah matang seperti sushi, berisiko terkontaminasi bakteri Listeria.
Baca Juga: 4 Bahan yang Bisa Bantu Mengatasi Bau Mulut, Sering Ditemukan di Dapur
Jika dikonsumsi saat hamil, infeksi bakteri tersebut bisa menyebabkan keguguran maupun gangguan kesehatan setelah bayi lahir.
3. Telur mentah
Sama seperti seafood mentah, telur mentah juga bisa terkontaminasi bakteri Salmonella yang dapat membuat ibu hamil mengalami keracunan makanan. Jadi sebaiknya hindari mengonsumsi telur setengah matang atau telur mentah saat hamil.
4. Susu dan keju yang tidak dipasteurisasi
Susu mentah, baik susu kambing, sapi, unta atau hewan mamalia lainnya dapat mengandung kuman berbahaya. Sehingga susu mentah tanpa proses pasteurisasi dapat membuat sakit, bahkan untuk kasus yang ekstrem bisa mengancam nyawa. Ini juga berlaku pada keju apa pun yang terbuat dari susu yang tidak dipasteurisasi.
5. Buah dan sayuran tertentu
Berita Terkait
Terpopuler
- 5 Rekomendasi Serum Malam untuk Hempas Flek Hitam Usia 50 Tahun ke Atas
- Kecil tapi Lega: Hatchback Bermesin Avanza Kini Cuma 50 Jutaan, Makin Layak Dilirik?
- Promo JCO Mei 2026, Paket Hemat Donat dan Kopi yang Sayang Dilewatkan
- Work to Run: 5 Sepatu Lari Hitam Polos yang Tetap Rapi di Kantor dan Nyaman Dipakai Lari
- 5 HP Redmi RAM 8 GB Memori 256 GB Termurah di Bawah Rp1,5 Juta, Spek Juara
Pilihan
-
Bejatnya Kiai Cabul Ashari di Pati: Ngaku Keturunan Nabi hingga Istri Orang Bebas Dicium
-
Mengungkap Jejak Pelarian Kiai Cabul Pati: Terendus Ritual di Kudus, Kini Raib Bak Ditelan Bumi
-
Diterpa Kontroversi dan Dilaporkan ke Bareskrim Terkait Ceramah JK, Ade Armando Mundur dari PSI
-
Lolos Blokade AS! Kapal Tanker Iran Rp 3,8 T Menuju Riau, Kemlu RI: Tak Langgar Hukum
-
Kapal Perang AS Dihantam 2 Rudal karena Coba Masuk Selat Hormuz, Klaim Iran
Terkini
-
Diet Vegan Kurangi Emisi Gas Rumah Kaca Hingga 55 Persen, Apa Buktinya?
-
Lebih dari Sekadar Nutrisi, Protein Jadi Kunci Hidup Aktif dan Sehat
-
Kisah Dera Bantu Suami Melawan Penyakit GERD Melalui Pendekatan Holistik
-
Dari Antre Panjang ke Serba Cepat, Smart Hospital Ubah Cara Rumah Sakit Layani Pasien
-
Berat Badan Tak Kunjung Naik? Susu Flyon Jadi Salah Satu Solusi yang Dilirik
-
Lebih Banyak Belum Tentu Lebih Baik: Fakta Mengejutkan di Balik Kebiasaan Konsumsi Suplemen Anda
-
Nyeri Lutut pada Perempuan Tak Boleh Dianggap Sepele, Mesti Waspada Hal Ini
-
Olahraga Bukan Hanya Soal Kompetisi bagi Anak: Bisa Jadi Cara Seru Membangun Gaya Hidup Aktif
-
Studi Ungkap Mikroplastik Ditemukan di Dalam Tubuh Manusia, Bisa Picu Gangguan Pencernaan
-
Kebutuhannya Berbeda dengan Dewasa, Ini 5 Alasan Si Kecil Perlu ke Dokter Gigi Anak