Suara.com - Beberapa waktu lalu viral kisah perempuan positif Covid-19 di TikTok yang alami ruam dan kulit melepuh atau sindrom stevens johnson (SJS) usai mengonsumsi obat sejenis paracetamol.
Guru besar Fakultas Farmasi Universitas Gadjah Mada (UGM) Prof. Dr Apt Zullies Ikawati membenarkan bahwa ada beberapa kejadian orang yang mengonsumi paracetamol mengalami kulit melepuh serupa SJS.
"Jadi ada yang namanya SJS, kalau ada melepuh itu SJS, paracetamol termasuk yang bisa menyebabkan pada orang-orang sensitif, tapi tidak pada semua orang," ujar Prof. Zullies saat dihubungi suara.com beberapa waktu.
Perempuan yang berhasil meraih gelar profesor di usia 39 itu mengatakan, tidak hanya pada kondisi orang dengan Covid-19, bahkan saat dalam kondisi normal seseorang yang sensitif biasa mengalami SJS jika mengonsumsi paracetamol atau obat penurun panas.
"Jadi secara literatur ada banyak obat yang sering dilaporkan, termasuk obat seperti antiradang, itu juga sering. Ada beberapa obat yang bisa sebabkan SJS," jelas Prof. Zullies.
Meski begitu, kondisi ini tidak semua bisa disamakan, termasuk perempuan yang alami SJS harus menjalani pemeriksaan, karena selain obat ada beberapa penyebab seseorang mengalami SJS.
SJS juga bisa dipicu oleh infeksi kuman atau virus tertentu, seperti herpes, influenza, HIV, diphtheria, typhoid, hepatitis A, dan pneumonia.
Sayangnya, Prof. Zullies tidak mengetahui apakah obat Fluimucil bisa menyebabkan SJS, namun paracetamol jadi penyebab terbanyak pemicu SJS.
Sehingga pertolongan pertama jika alami SJS karena paracetamol, sebaiknya segera hentikan mengonsumsi obat yang mengandung paracetamol.
"Apapun mereknya jangan yang mengandung paracetamol," ungkapnya.
Jikapun mengalami demam tinggi, baiknya mengonsumsi obat penurun panas tanpa paracetamol, dan bisa menggunakan ibu profen.
Berita Terkait
-
Beda Ruam Campak dan Cacar, Kenali 5 Perbedaan Pola hingga Cara Penularannya
-
Ruam Popok Bukan Sekadar Kemerahan, Cara Jaga Kenyamanan Bayi Sejak Hari Pertama
-
Cuaca Panas Bikin Kulit Gatal dan Ruam Merah? Itu Tanda Alergi, Ini Obat yang Tepat
-
7 Tanda Leukemia yang Muncul di Kulit: Mulai dari Kurap hingga Ruam Aneh
-
Atasi Masalah Kulit Sensitif Bayi, Produk Skincare Jadi Pilihan Favorit Masyarakat
Terpopuler
- Dituding jadi Biang Kerok Laga Persija vs Persib Batal di Jakarta, GRIB Jaya Buka Suara
- 7 HP Midrange RAM Besar Baterai 7000 mAh Paling Murah yang Layak Dilirik
- Motor Eropa Siap Sikat CBR150R dan R15, Harganya Cuma Segini
- Promo Alfamart Hari Ini 6 Mei 2026, Serba Gratis hingga Tukar A-Poin dengan Produk Pilihan
- 5 Sepatu Lokal Versatile Mulai Rp100 Ribuan, Empuk Buat Kerja dan Jalan Jauh
Pilihan
-
Suporter Persipura Rusuh, Momen Menegangkan Pemain Adhyaksa FC Dilempari Botol
-
Kronologi Haerul Saleh, Anggota BPK RI Eks Anggota DPR Meninggal saat Rumahnya Kebakaran
-
Tragis! Anggota IV BPK Haerul Saleh Tewas dalam Kebakaran di Tanjung Barat, Diduga Akibat Sisa Tiner
-
16 Korban Tewas Bus ALS Terbakar di Muratara Berhasil Dievakuasi, Jalinsum Masih Mencekam
-
'Celana Saya Juga Hancur', Cerita Saksi yang Kena Sisa Air Keras Saat Bantu Andrie Yunus
Terkini
-
Bukan Sekadar Liburan: Mengapa Medical Vacation Kini Jadi Tren Baru Masyarakat Urban?
-
Heboh Wabah Hantavirus di Kapal Pesiar, Bagaimana Perubahan Iklim Bisa Perparah Risiko?
-
Ratusan Ribu Kasus Stroke Terjadi Tiap Tahun, Penanganan Cepat Dinilai Sangat Krusial
-
Perempuan Jadi Kelompok Paling Rentan di Tengah Krisis Iklim dan Bencana, Bagaimana Solusinya?
-
Jangan Anggap Sepele Ruam dan Gangguan Cerna, Ini Pentingnya Deteksi Dini Alergi pada Anak
-
Pekan Imunisasi Dunia Jadi Pengingat, DBD Kini Mengancam Anak hingga Dewasa
-
Riset Harvard Ungkap Bermain Bersama Orang Tua Bantu Bangun Koneksi Otak Anak
-
Krisis Iklim Berdampak ke Kesehatan, Seberapa Siap Layanan Primer Indonesia?
-
Geger Hantavirus Menyebar di Kapal Pesiar, Tiga Orang Dilaporkan Meninggal Dunia
-
Hasil Investigasi KKI: 92% Konsumen Keluhkan Galon Tua, Ternyata Ini Dampak Buruknya bagi Tubuh