Suara.com - Ruam pada kulit sering menjadi tanda adanya infeksi virus pada tubuh. Dua penyakit yang paling sering menimbulkan ruam adalah campak dan cacar air.
Karena sama-sama menimbulkan bintik atau bercak di kulit, banyak orang sering menganggap keduanya sebagai penyakit yang sama. Padahal, campak dan cacar memiliki penyebab, pola ruam, serta gejala yang berbeda.
Memahami perbedaan antara ruam campak dan cacar sangat penting agar penanganan yang diberikan tepat. Selain itu, dengan mengenali gejalanya lebih awal, risiko penularan kepada orang lain juga dapat diminimalkan.
Secara umum, campak disebabkan oleh virus Morbillivirus, sedangkan cacar air disebabkan oleh virus varicella-zoster.
Perbedaan virus inilah yang membuat gejala, penyebaran ruam, hingga pengobatannya tidak sama. Berikut penjelasan lengkap mengenai perbedaan ruam campak dan cacar.
Gejala dan Ciri-ciri Ruam Campak
Campak, yang juga dikenal sebagai measles atau rubeola, merupakan penyakit infeksi virus yang sangat menular. Penyakit ini biasanya menyerang anak-anak, tetapi orang dewasa yang belum memiliki kekebalan juga bisa mengalaminya.
Gejala campak umumnya muncul secara bertahap dengan urutan yang cukup khas. Tahap awal biasanya dimulai dengan demam tinggi yang dapat berlangsung selama tiga hingga lima hari. Demam ini sering disertai dengan gejala mirip flu seperti batuk, pilek, dan mata merah.
Selain itu, pada sebagian penderita juga muncul bercak kecil berwarna putih keabu-abuan di dalam mulut. Bercak ini dikenal sebagai Koplik spots, yang sering menjadi tanda khas campak.
Baca Juga: Kota Yogyakarta Catat 6 Kasus Positif Campak, Dinkes Sebut Masih Ada Warga Anti Vaksin
Setelah beberapa hari, ruam merah mulai muncul di wajah, terutama di sekitar garis rambut dan belakang telinga. Ruam tersebut kemudian menyebar ke leher, dada, punggung, hingga ke lengan dan kaki.
Ciri khas ruam campak adalah bercaknya cenderung saling menyatu dan terlihat agak menonjol di permukaan kulit. Seiring waktu, ruam dapat menjadi lebih gelap sebelum akhirnya memudar.
Pada beberapa kasus, campak juga dapat menyebabkan pembengkakan kelenjar getah bening di leher. Anak-anak yang terkena campak biasanya tampak lebih rewel, lemas, dan kehilangan nafsu makan.
Gejala campak umumnya dapat berlangsung sekitar dua hingga tiga minggu sebelum akhirnya membaik secara bertahap.
Gejala dan Ruam Cacar Air
Berbeda dengan campak, cacar air (varicella) memiliki pola gejala yang sedikit berbeda. Penyakit ini juga disebabkan oleh infeksi virus, tetapi jenis virusnya adalah varicella-zoster. Cacar air biasanya diawali dengan demam ringan, yang sering disertai sakit kepala, rasa lelah, atau pegal-pegal pada tubuh.
Berita Terkait
Terpopuler
- Tak Lagi Disamping Prabowo, Kursi Wapres Gibran Geser Sejajar Menteri di Sidang Kabinet
- Persib dan Persija Dikabarkan Tak Lolos IPO di Bursa Efek Indonesia
- 7 Statistik Miris Argentina Saat Dipecundangi Spanyol di Final Piala Dunia 2026
- John Herdman Coret 27 Pemain Jelang Timnas Indonesia vs Kamboja di Piala AFF 2026
- 7 Sepeda Terbaik untuk Pemula Mulai Rp1 Jutaan: dari Hybrid, Lipat hingga City Bike
Pilihan
-
Menang Lima Gol, Timnas Putri Indonesia Back to Back Juara AFF Women's Cup 2026
-
Sudaryono Jabat Kepala BGN, Sudah Diworo-woro Istana Sejak Selasa Malam
-
Sudaryono, Mantan Ajudan Prabowo Akan Gantikan Nanik Jadi Kepala BGN
-
Nanik Mundur dari Kepala BGN, Ini Alasannya
-
Nanik S Deyang Mundur dari Kepala BGN, Prabowo Minta Tetap Awasi MBG
Terkini
-
Surya Paloh Titip Masa Depan Indonesia ke Anak Muda: Tak Bisa Lagi Berharap pada Generasi Tua
-
Sempat Kabur ke Depok, Begal Driver Lalamove di Gunung Masigit Akhirnya Diringkus Polisi
-
Polresta Solo Amankan Dua Pemuda Bawa Clurit di Jebres, Ini Kronologinya
-
Pofesi HR Kini Tak Hanya Urus Administrasi, Tapi Juga Menuju Mitra Strategis Bisnis
-
Waketum PSSI Ratu Tisha Kenalkan Liga Universitas Coca-Cola di Forum PBB
-
Liburan ke Bali Sambil Nonton Festival Musik, Ini Deretan Destinasi Seru di Bali Selatan
-
Prananda Paloh Resmi Pimpin Garda Pemuda NasDem, Surya Paloh Beri Pesan Menyentuh
-
Mengapa Banyak Proyek AI di Perusahaan Indonesia Mandek? Ternyata Bukan Salah Teknologinya
-
Keluar dari 'Zona Tidak Aman', Sarwendah Pilih Tinggalkan Rumah Gono-gini Ruben Onsu
-
Sambut Minat Besar Investor, PLN Siapkan Kontrak Jangka Panjang untuk Akselerasi Proyek PSEL