Suara.com - Update Covid-19 Global hari ini telah mencapai 447,68 juta dan menewaskan lebih dari 6,02 juta jiwa hingga Selasa (8/3/2022) pukul 08.30 WIB, data pada situs worldometers.
Jumlah tersebut setelah adanya penambahan kasus positif sebanyak 1,15 juta dan kematian 4.592 jiwa dalam 24 jam terakhir.
Berdasarkan perhitungan Universitas Johns Hopkins, kematian pada pasien Covid-19 telah menurun dengan cepat selama sebulan terakhir. Dari sebelumnya sekitar 11.000 per hari pada minggu kedua Februari, menjadi sekitar 7.000 per hari hingga pekan pertama Maret.
Meski begitu, angka kematian kumulatif masih dinilai tinggi dengan sekitar 1 juta jiwa hanya dalam empat bulan terakhir.
Sekitar 1 dari setiap 1.300 orang secara global meninggal karena Covid-19 sejak awal pandemi, para ahli mengatakan jumlah kematian yang sebenarnya bisa jadi lebih tinggi.
Direktur Jenderal Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) Tedros Adhanom Ghebreyesus menulis pada akun Twitter pribadinya bahwa terlalu dini untuk menyatakan kemenangan atas Covid-19.
"Banyak negara menghadapi tingkat rawat inap dan kematian yang tinggi. Dengan penularan yang tinggi, ancaman varian baru yang lebih berbahaya tetap nyata. Kami mendesak semua orang untuk berhati-hati dan semua pemerintah untuk tetap berada di jalur," tulis Tedros.
Kematian akibat Covid-19 paling banyak terjadi di Amerika Serikat yang telah melaporkan 985.515 jiwa. Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit (CDC) AS memperkirakan bahwa jumlah kematian sebenarnya sekitar 32 persen lebih tinggi.
Brasil dan India juga melaporkan kematian Covid-19 terbanyak sejak awal pandemi dengan di atas 500 ribu jiwa.
Baca Juga: Kasus Covid-19 Terus Melandai, Pemkot Bogor Segera Buka Pembelajaran Tatap Muka
WHO dalam pembaruan epidemiologi mingguan beberapa hari lalu mencatat bahwa kematian secara global telah turun di sebagian besar wilayah di dunia. Tetapi masih terlihat ada peningkatan di Pasifik Barat dan Mediterania Timur dibandingkan dengan seminggu sebelumnya.
Berita Terkait
Terpopuler
- Film Pesta Babi Bercerita tentang Apa? Ini Sinopsis dan Maknanya
- Bantah Kepung Rumah dan Sandera Anak Ahmad Bahar, GRIB Jaya: Kami Datang Persuasif Mau Tabayun!
- Koperasi Merah Putih Viral, Terekam Ambil Stok dari Gudang Indomaret
- Profil Ahmad Bahar, Penulis 'Gibran The Next President' yang Rumahnya Digeruduk GRIB Jaya
- 4 HP RAM 12 GB Memori Besar Harga Rp2 Jutaan, Gaming dan Edit Video Lancar Jaya
Pilihan
-
Bertambah Dua, 7 WNI Kini Ditangkap Israel dalam Misi Kemanusiaan Flotilla Gaza
-
Eks Wamenaker Noel Ebenezer Dituntut 5 Tahun Penjara!
-
'Desa Nggak Pakai Dolar' Prabowo Dikritik: Realita Pahit di Dapur Rakyat Saat Rupiah Tembus Rp17.600
-
Babak Baru The Blues: Menanti Sihir Xabi Alonso di Tengah Badai Pasang Surut Karirnya
-
Maut di Perlintasan! Kereta Hantam Bus di Bangkok hingga Terbakar, 8 Orang Tewas
Terkini
-
Bukan Sekadar Estetik, Air Treatment Norium by AZKO Bantu Jaga Kesehatan Bayi di Rumah
-
WHO Tetapkan Wabah Ebola di Kongo Darurat Internasional, Risiko Kematian 32,5 Persen
-
Tak Cuma Gizi, Anak Juga Butuh Stimulasi Belajar agar Tumbuh Cerdas dan Tangguh
-
Viral Obat Keras Dijual Bebas di Minimarket Tanpa Konsultasi Apoteker Layaknya Apotek
-
Anak Sering Main Gadget? Periksa Mata Rutin Jadi Kunci Cegah Gangguan Penglihatan sejak Dini
-
Tuba Falopi Istri Diangkat, Program IVF Wujudkan Mimpi Aktor Rifky Alhabsyi Punya Anak
-
Waspada Penyakit Virus Ebola: Kenali Gejala Awal dan Langkah Pencegahannya
-
Studi Baru Temukan Mikroplastik di Udara Kota, Dua Pertiganya Berasal dari Sumber Tak Terduga
-
Ibu Hamil Rentan Cemas, Meditasi Disebut Bisa Bantu Jaga Kesehatan Mental
-
Apa Itu Patah Tulang Selangka? Cedera Ngeri Alex Marquez di MotoGP Catalunya 2026