Suara.com - Legenda bulu tangkis nasional Liliyana Natsir yang akrab disapa Butet, mengakui generasi penerus atlet remaja menghadapi tantangan dan godaan yang cukup berat.
Pasalnya, remaja saat ini sudah sangat dekat dengan teknologi yang kerap membuat lupa diri dan tergoda ingin bermain sosial media ataupun bermain game.
"Ngeliat adik-adik, mengingatkan saya waktu di umur belasan. Zaman segitu tantangan juga banyak, karena di umur segitu ingin main, teman-teman di luar lebih bebas," ujar Butet dalam acara diskusi Dettol #TaklukkanPanasmu, Kamis (10/3/2022).
Melihat hal ini Butet memberikan semangat dan motivasi para atlet remaja untuk menahan godaan bermain gadget, agar cita-cita menjadi atlet berprestasi bisa tercapai.
"Tapi yang harus diketahui kita harus bersyukur. Nggak banyak talenta yang seperti kita, jadi kita harus tekuni serius, kita harus tekun, komitmen, konsisten dan kasih yang terbaik," ungkap Butet.
Menurut perempuan peraih medali emas di Olimpiade Rio 2016 itu, ketekunan, komitmen dan konsisten berlatih niscaya akan membuahkan hasil yang manis, yaitu jadi atlet berprestasi, maka dengan begitu ketenaran, rumah hingga kendaraan akan mudah didapatkan.
"Di olahraga ini tidak tertutup kemungkinan kita akan terkenal. Seperti ingin punya rumah sendiri dan mobil sendiri, itu sangat mungkin, kalau kita berprestasi dengan latihan rajin, disiplin komitmen, konsisten dan jangan terpengaruh pergaulan di luar sana," jelas Butet.
Perempuan dengan ciri khas rambut pendek itu mengingatkan, atlet remaja untuk jangan merasa kesal dan iri dengan teman sebaya yang bisa bermain game sepuasnya.
"Kita sebagai atlet harus bangun pagi, harus latihan capek, sakit-sakit badan, lecet, cidera, ada tantangan sendiri buat kita. Jika kita bisa melewati itu, kita bisa jadi atlet remaja super luar biasa dan bertalenta banget," pungkas Butet.
Baca Juga: Daftar Atlet Esports Timnas Indonesia yang Akan Berlaga di SEA Games Vietnam
Sekedar informasi, Butet adalah salah satu mantan atlet bulu tangkis putri kebanggan Indonesia. Ia berhasil menyabet medali emas di ajang Olimpiade Rio de Janeiro 2016 bersama pasangannya Tontowi Ahmad, dalam kelas ganda campuran.
Butet resmi memutuskan 'gantung raket' dan pensiun sebagai atlet bulu tangkis profesional pada 27 Januari 2019, saat dirinya masih berada di puncak karir. Tepat setelah menjalani pertandingan final Indonesia Masters 2019 di Istora Senayan, Jakarta.
Berita Terkait
-
Mendampingi Anak Gamer: Antara Batasan, Keamanan, dan Literasi Digital
-
Dari Asrama ke Arena, Siswa Sekolah Rakyat Tumbuh Jadi Atlet Karate
-
Cari HP Rp1 Jutaan yang Bagus untuk Main Game? Ini 7 Pilihan yang Bisa Jadi Andalan
-
Ulasan Film Unbroken: Perjuangan Atlet Olimpiade Bertahan Hidup dalam Perang Dunia II
-
Bukan Sekadar Main Game, Esports Bisa Jadi Sarana Belajar Skill dan Sportivitas
Terpopuler
- DPR akan Panggil Kajari Batam Buntut Tuntutan Mati ABK Pembawa 2 Ton Sabu, Ada Apa?
- Mahasiswi Tergeletak Bersimbah Darah Dibacok Mahasiswa di UIN Suska Riau
- 6 Fakta Mencekam Pembacokan di UIN Suska Riau: Pelaku Sempat Sandera Korban di Ruang Seminar
- Viral Bocah Beragama Kristen Ikut Salat Tarawih 3 Hari Berurut-turut, Celetukannya Bikin Ngakak
- Habiburokhman Ngamuk di DPR, Perwakilan Pengembang Klaster Vasana Diusir Paksa Saat Rapat di Senayan
Pilihan
-
Update Kuota PINTAR BI Wilayah Jawa dan Luar Jawa untuk Penukaran Uang
-
Jenazah Alex Noerdin Disalatkan di Masjid Agung Palembang, Ini Suasana Lengkapnya
-
John Tobing Sang Maestro 'Darah Juang' Berpulang, Ini Kisah di Balik Himne Reformasi
-
Pencipta Lagu 'Darah Juang' John Tobing Meninggal Dunia di RSA UGM
-
Hidup Tak Segampang Itu Ferguso! Ilusi Slow Living di Magelang yang Bikin Perantau Gulung Tikar
Terkini
-
Presisi dan Personalisasi: Arah Baru Perawatan Kanker di Asia Tenggara
-
Lonjakan Kasus Kanker Global, Pencegahan dengan Bahan Alami Kian Dilirik
-
Cara Memilih dan Memakaikan Popok Dewasa untuk Cegah Iritasi pada Lansia
-
5 Fakta Keracunan MBG Cimahi: Pengelola Minta Maaf, Menu Ini Diduga Jadi Penyebab
-
4 Penjelasan Sains Puasa Membantu Tubuh Lebih Sehat: Autofagi, Insulin dan Kecerdasan
-
Mendampingi Anak Gamer: Antara Batasan, Keamanan, dan Literasi Digital
-
Selamat Tinggal Ruam! Rahasia Si Kecil Bebas Bergerak dan Mengeksplorasi Tanpa Batasan Kenyamanan
-
Tantangan Penanganan Kanker di Indonesia: Edukasi, Akses, dan Deteksi Dini
-
Virus Nipah Mengintai: Mengapa Kita Harus Waspada Meski Belum Ada Kasus di Indonesia?
-
Transformasi Layanan Kesehatan Bawa Semarang jadi Kota Paling Berkelanjutan Ketiga se-Indonesia