Suara.com - Update kasus positif Covid-19 di seluruh dunia bertambah 1,4 juta per Minggu (20/3/2022) pagi. Dalam 24 jam terakhir pula, sebanyak 3.730 orang di dunia meninggal akibat terinfeksi virus corona tersebut.
Kasus baru paling banyak masih terjadi di Korea Selatan yang melaporkan 381.329 kasus. Sementara laporan kematian harian paling banyak di Rusia dengan 495 jiwa.
Data Covid-19 global pada situs worldometers per Minggu, 20 Maret 2022, pukul 08.00 WIB tercatat jumlah kasus sejak awal pandemi kini mencapai 469,63 juta dengan kematian lebih dari 6,09 juta jiwa.
Beban terbesar dari penularan virus corona kini terjadi di wilayah Asia. Sejumlah negara mengalami peningkatan kasus baru yang dipicu kemunculan subvarian omicron BA.2.
Data yang dikumpulkan oleh Universitas Johns Hopkins di Baltimore, rata-rata kasus Covid-19 di seluruh dunia meningkat 20 persen dalam dua minggu.
Kenaikan kasus positif banyak terjadi di negara Asia, termasuk China yang meningkat 21 persen selama puncak omicron Januari. China menyumbang 48 persen dari total kasus baru global.
Korea Selatan juga mendominasi kasus baru di dunia. Negara itu mencapai rekor kasus harian hingga lebih dari 600 ribu kasus per hari pada Rabu (16/3/2022).
Peningkatan kasus positif itu disebutkan sebagian akibat unjuk rasa yang dilakukan oleh calon presiden Korea Selatan menjelang pemilihan pada 9 Maret lalu, demikian laporan Nikkei Asia.
Lonjakan juga terjadi di Vietnam yang melaporkan 1,24 juta kasus positif dalam sepekan terakhir. Jumlah tersebut telah 5 persen dibandingkan dua pekan sebelumnya.
Baca Juga: Kasus Covid-19 Dunia Naik Lagi, Guru Besar FKUI Ungkap Kemungkinan Penyebabnya
Meskipun beban kasus positif meningkat secara global, angka kematian tercatat menurun sekitar 0,3 persen.
Penurunan kematian disebut berkaitan peningkatan vaksinasi serta risiko penyakit serius yang lebih rendah dari infeksi omicron.
Beberapa negara di Eropa bahkan telah memperlakukan wabah Covid-19 sebagai penyakit endemik, seperti halnya influenza, untuk menghindari kerugian ekonomi dan sosial dari pembatasan yang berkepanjangan.
Inggris menghapus mandat karantina, bahkan untuk orang yang terinfeksi, sejak 24 Februari 2022.
Prancis juga telah mencabut persyaratan bukti vaksinasi sebelum memasuki restoran dan area publik lain.
Berita Terkait
-
IHSG Hancur Lebur Seperti Era COVID-19, Padahal Tak Sedang Pandemi
-
Waspada! Ancaman Ebola Selevel Awal Pandemi Covid-19
-
Pakar Medis Belanda Menjamin Hantavirus Bukan Ancaman Pandemi Baru Seperti COVID-19
-
Cek Fakta: Benarkah Hantavirus Disebabkan Efek Samping Vaksin Covid-19 Pfizer?
-
Viral Cuitan 2022 yang Singgung Hantavirus 2026, Disebut Prediksi Masa Depan
Terpopuler
- 4 HP Terbaru 2026 Harga Rp2 Jutaan, Kamera Bagus dan Baterai Besar hingga 7000 mAh
- Lirik Lagu 'MBG Mas Bahlil Ganteng' yang Viral, Lengkap Asal Usulnya
- Silsilah Keluarga Lim Xin Rui yang Resmi Jadi Menantu Hasto Kristiyanto
- 5 Sepatu Puma yang Diskon di Sports Station, Harga Mulai Rp200 Ribuan
- 5 Sunscreen Wardah Terlaris di Shopee Mulai Rp30 Ribuan, Ini Kandungan dan Manfaatnya
Pilihan
-
Bos Nvidia Serobot Antrean Jagung Bakar dengan Traktir Semua Pembeli, Egois atau Dermawan?
-
BREAKING NEWS! Persija Resmi Tidak Perpanjang Kontrak Mauricio Souza
-
Eks Wamenaker Noel Ebenezer: Hukum Mati Saja Saya!
-
Staf Ahli Gubernur Kaltim Bawa-Bawa Status 'Cucu Nabi' demi Redam Demo Massa
-
Cara Buka Tabungan Pesirah Bank Sumsel Babel dari HP, Tak Perlu Antre di Bank
Terkini
-
Teknologi PET-CT hingga CAR T-Cell Therapy Ubah Lanskap Pengobatan Kanker Modern
-
Tren Kesehatan Preventif Meningkat, Jaminan Keamanan Pasien dari Risiko Tak Terduga Jadi Perhatian
-
Suara.com dan Pertamedika IHC Jajaki Peluang Kolaborasi Lawan Hoaks Kesehatan di Era AI
-
Mengenal Golden Period Stroke, Waktu Penting yang Menentukan Pemulihan Pasien
-
Akreditasi JCI Perkuat Posisi Bali sebagai Destinasi Wisata Medis Dunia
-
Bukan Sekadar Salah Makan: Mengenal IBD, Penyakit 'Silent Killer' yang Mengintai Usia Produktif
-
Waspada! Ancaman Ebola Selevel Awal Pandemi Covid-19
-
Obesitas Tak Lagi Sekadar Masalah Berat Badan, Kapan Perlu Bedah Bariatrik?
-
Risiko Paparan Darah Tenaga Medis Masih Tinggi, Prosedur IV Jadi yang Paling Diwaspadai
-
Dari Saraf hingga Kanker, MRI Berbasis AI Tingkatkan Akurasi dan Kecepatan Penanganan Pasien