Suara.com - Asma merupakan penyakit yang hingga kini belum diketahui penyebab pastinya, tetapi para ilmuwan menduga ada kombinasi antara faktor genetik dan lingkungan.
Gejala asma bisa berupa sesak napas, mengi, sulit tidur karena batuk atau sesak napas, dan kesulitan bernapas ketika sistem pernapasan terinfeksi, seperti pilek flu.
Serangan asma merupakan kondisi yang sangat berbahaya dari penyakit asma, terjadi ketika saluran udara meradang dan dapat membengkak hingga tidak dapat bernapas.
Otot-otot di sekitar saluran udara berkontraksi dan menghasilkan lendir dalam jumlah belebih hingga mempersempit saluran udara, memberi tekanan lebih pada sistem pernapasan.
Tidak ada obat untuk menyembuhkan asma, tetapi kondisi ini dapat dikontrol untuk menghindari serangan asma, lapor Live Science.
Selain itu, asma juga dapat dikelola dengan mengurangi paparan dari polusi udara, sebab gejalanya sering diperparah dengan kualitas udara yang buruk.
Inilah gunanya air purifier di dalam rumah, untuk membersihkan udara di dalam rumah sekaligus mengurangi jumlah polutan pemicu asma yang berpotensi berbahaya.
Air purifier dapat membantu penderita asma karena ada sistem penyaringan di dalamnya.
Produk air purifier yang bagus biasanya mengandung satu atau lebih filter HEPA, yang menyaring udara di rumah untuk menghilangkan polutan dalam ruangan, seperti debu, serbuk sari, spora jamur, dan alergen lainnya.
Baca Juga: Kenali Apa Gejala Awal Penyakit Asma yang Bisa Muncul, Cek di Sini
"Beberapa penelitian terhadap air purifier HEPA portabel telah menemukan adanya perbaikan pada satu atau lebih gejala alergi serta asma," jelas juru bicara Badan Perlindungan Lingkungan AS (EPA), Enesta Jones.
Namun sebelum memasang air purifier di dalam rumah, Jones menyarankan untuk berkonsultasi dengan dokter untuk mengidentifikasi pemicu asma, sebab biasanya akan berbeda pada tiap orang.
Berita Terkait
Terpopuler
- Gaji di Bawah Rp 8 Juta Kini Masuk Kategori Berpenghasilan Rendah
- 4 Genset Mini Portable Praktis dan Senyap, Solusi Saat Mati Listrik
- Mahasiswa UBK Tuntut Pengurus BEM Mundur usai Diduga Terima Suap dari Wapres Gibran
- Ikuti Jejak Hotel Sultan, Otto Hasibuan Diminta Ikhlas Lepas Lapangan Golf Ottolima ke Negara
- Isu Rapat Khusus Berisi Perintah Awasi Gibran, Gerindra Sebut Hanya Mengawasi Harga Sembako
Pilihan
-
Program Ayah Ambil Rapor Tuai Dilema, Anak Yatim hingga Buruh Harian Punya Cerita Berbeda
-
Jelang Lawan Mesir, Striker Iran Mehdi Taremi Ditahan Otoritas AS
-
Semua Pengurus BEM FH UBK Dipecat, Kasus Suap Rp 20 Juta dari Polisi
-
Satu Kapal Tanker Pertamina Lolos dari Selat Hormuz
-
Tahan Inggris, Pelatih Ghana Sindir VAR: Saya Tak Yakin Masih Berfungsi
Terkini
-
Dokter Ungkap Bahaya Mata Juling yang Kerap Tak Disadari Orang Tua
-
Jangan Terlalu Melarang! Psikolog Ungkap Pentingnya Anak Bermain Bebas Saat Liburan
-
Sering Menatap Layar? Waspadai Miopia dan Mata Silinder yang Kini Banyak Menyerang Usia Produktif
-
El Nino dan Perubahan Iklim Tingkatkan Risiko DBD, Mengapa Kita Harus Lebih Waspada?
-
Penyakit Jantung Tak Menunggu Tua: Ini Strategi Proteksi di Tengah Lonjakan Biaya Medis
-
WHO Sebut Pengobatan Gigi Jadi Beban Kesehatan Terbesar Ketiga Secara Global
-
Tak Hanya Fisik, Polusi Udara Juga Mengancam Kesehatan Mental
-
Makin Banyak Anak Puber Sebelum Waktunya, Dokter Kandungan Waspada Gangguan Hormon!
-
Bukan Sekadar Haus, Ini Alasan Mengapa Air Putih Saja Tidak Cukup Saat Latihan Intens
-
Informed Consent Bukan Sekadar Formalitas: Mengapa Dokter Wajib Bicara Langsung dengan Anda?