Suara.com - Burnout adalah hal yang sangat nyata dan sangat umum saat ini. Ini menjadi topik hangat sehingga pada Mei 2019, WHO mendefinisikan kelelahan sebagai "sindrom yang dikonseptualisasikan sebagai akibat stres kronis di tempat kerja yang belum berhasil dikelola." Adapun cara mengatasi burnout yakni sebagai berikut.
Melansir dari sejumlah sumber, WHO membagi fenomena burnout menjadi tiga "dimensi," yaitu perasaan kehabisan energi atau kelelahan, peningkatan mental dari pekerjaan seseorang atau perasaan negativisme atau sinisme yang terkait dengan pekerjaan seseorang, dan berkurangnya kemampuan bekerja secara profesional.
Kelelahan dalam pengertian khusus ini mengacu pada tempat kerja, tetapi banyak dari kita tahu bahwa perasaan stres kronis di tempat kerja dapat meluas ke kehidupan pribadi juga, sehingga membuat Anda terlalu lelah atau tidak termotivasi untuk menangani hal-hal di luar pekerjaan, atau bahkan tidak menikmatinya.
Berikut Cara Mengatasi Burnout
Perlu diketahui, sering bingung dengan stres, itu sangat berbeda. Jika stres menyebabkan hilangnya energi, burnout akan menjadi sumber hilangnya motivasi. Oleh karena itu, penting untuk mengetahui cara mengatasi burnout. Melansir dari situs Workforce Solutions, adapun caranya sebagai berikut.
1. Bersikap baik kepada diri sendiri (self-compassion)
Kristin Neff, seorang profesor di departemen psikologi pendidikan di University of Texas di Austin, mendefinisikan self-compassion sebagai kesadaran akan penderitaan sendiri tanpa menghindari atau memutuskannya, menghasilkan keinginan untuk meringankan penderitaan dan menyembuhkan dirinya sendiri. Dengan kata lain, jangan menilai diri Anda terlalu keras. Peningkatan self-compassion dikaitkan dengan penurunan yang signifikan dalam tingkat kecemasan, depresi, dan stres.
2. Tentukan batasan bekerja
Keseimbangan kehidupan kerja adalah kunci untuk mencegah dan memulihkan diri dari kelelahan. Kita cenderung membiarkan pekerjaan mengambil alih kehidupan pribadi kita. Tetapkan batasan seperti jadwal makan siang atau istirahat. Anda berhak untuk istirahat minimal 10 menit setiap 4 jam bekerja dalam sehari.
Baca Juga: Ini 5 Tanda Tetangga Kos yang Baik, Kamu Termasuk?
3. Luangkan waktu
Sering dikritik dan kadang-kadang bahkan menjadi subjek pelanggaran tertentu, istirahat dari pekerjaan tetap penting dan itu dibenarkan bagi orang-orang yang mengalami burnout. Ini adalah langkah penting dalam proses healing. Anda perlu istirahat dari berbagai rutinitas yang melelahkan untuk mendapatkan kembali kepercayaan diri dan membangun kembali semangat Anda.
Demikian informasi mengenai cara mengatasi burnout yang penting untuk diketahui. Ingatlah untuk menjauh dari hal-hal yang melelahkah, bisa dengan cara istirahat sejenak atau liburan. Merawat diri sendiri dengan lebih baik sangat penting untuk mencegah Anda mengalami burnout.
Kontributor : Ulil Azmi
Berita Terkait
Terpopuler
- 5 HP Xiaomi dengan Snapdragon 8 Elite Gen 5, Terkencang di 2026!
- 7 Sepatu Lari Tahan Air Selevel Nike Vomero 18 GTX, Kualitas Top
- Sunscreen SPF 50 Apa yang Bagus? Ini 5 Pilihan untuk Perlindungan Maksimal
- Harga Pertamax Naik Nyaris Rp18.000 di April Besok? Ini Kata Pertamina
- Foto Pangakalan Militer AS di Arab Saudi Hancur Beredar, Balas Dendam Usai Trump Hina MBS
Pilihan
-
Mulai Besok! BPH Migas Resmi Batasi Pembelian Pertalite dan Solar, Cek Aturan Mainnya
-
Masyarakat Diminta Tak Resah, Mensesneg Prasetyo Hadi Tegaskan Harga BBM Belum Ada Kenaikan
-
Clara Shinta Minta Tolong, Nyawanya Terancam karena Suami Bawa Senjata Api
-
Harga Pertamax Naik Nyaris Rp18.000 di April Besok? Ini Kata Pertamina
-
Petir Bikin Duel Kepulauan Solomon vs Saint Kitts and Nevis di Stadion GBK Ditunda
Terkini
-
Residu Obat Ditemukan di Sungai dan Danau, Begini Dampak Nyatanya
-
Tak Perlu ke Luar Negeri, Indonesia Kini Perkuat Pengobatan Kanker Lewat Pendekatan Multidisiplin
-
Penjelasan Kemenkes soal Kematian Dokter di Cianjur: Positif Campak dengan Komplikasi Jantung-Otak
-
Kasus Campak di Indonesia Turun Drastis 93 Persen Sejak Awal Tahun 2026
-
Cegah Penularan, Kemenkes Keluarkan Aturan Baru Kewaspadaan Campak di RS
-
Lawan Risiko Penyakit Pascabanjir: Membangun Kembali Harapan Lewat Akses Air dan Nutrisi Sehat
-
Solusi Makan Nasi Lebih Sehat: Cara Kurangi Karbohidrat Tanpa Diet Ekstrem
-
Ketahui Manfaat Tak Terduga Bermain Busa Lembut Saat Mandi untuk Perkembangan Otak Si Kecil
-
Campak pada Orang Dewasa Apakah Menular? Ketahui Gejala, Pencegahan, dan Pengobatannya
-
2 Anak Harimau Mati karena Panleukopenia, Dokter Hewan: Lebih Mematikan dari Kucing Domestik