Suara.com - Burnout bisa terjadi pada semua orang. Hidup kita tak jarang disibukan dengan pergi ke sana-sini, bekerja, membantu orang lain, atau mengurus keluarga kita. Terkadang, kita terlalu sibuk dan lupa untuk mundur selangkah dan beristirahat. Saat itulah burnout bisa terjadi. Tapi sudahkan Anda tahu ciri-ciri burnout dan penyebabnya?
Melansir dari situs Web MD, burnout adalah bentuk kelelahan yang disebabkan oleh perasaan kewalahan yang terus-menerus. Kondisi ini adalah hasil dari stres emosional, fisik, dan mental yang berlebihan dan berkepanjangan. Dalam banyak kasus, burnout terkait dengan pekerjaan seseorang.
Disebutkan bahwa burnout terjadi ketika Anda kewalahan, terkuras secara emosional, dan tidak mampu memenuhi tuntutan hidup yang tak henti-hentinya. Untuk selengkapnya, berikut ini ciri-ciri burnout dan penyebabnya dilansir dari situs Web MD, Jumat (1/4/2022).
Ciri-ciri Burnout
Sebelum membahas penyebab burnout, simak dulu di bawah ini beberapa ciri-cirinya.
1. Kelelahan
Anda mungkin merasa terkuras dan tidak mampu secara emosional untuk menangani masalah di sekitar Anda, baik profesional maupun pribadi. Anda mungkin mengalami kelelahan yang ekstrem dan perasaan rendah diri, membuat Anda tanpa energi. Gejala-gejala ini dapat menunjukkan diri dalam sakit fisik, perut, atau masalah usus.
2. Keterasingan dari Kegiatan
Perhatikan tanda-tanda sinisme dan frustrasi terhadap pekerjaan dan rekan kerja. Anda mungkin mulai menjauhkan diri secara emosional, merasa mati rasa tentang pekerjaan dan lingkungan Anda.
Baca Juga: Bukan Lagi Dokter, Ini 5 Pekerjaan dengan Prospek Masa Depan Menjanjikan
3. Performa Berkurang
Hal ini dapat terjadi di tempat kerja, rumah, atau ketika merawat anggota keluarga karena Anda tidak memiliki energi yang tersisa untuk tugas sehari-hari. Kelelahan membuat sulit untuk berkonsentrasi, menangani tanggung jawab, atau menjadi kreatif.
Penyebab Burnout
Melansir dari USA Edu, menurut Organisasi Kesehatan Dunia, burnout adalah fenomena pekerjaan. Karena lingkungan kerja dengan tingkat stres yang tinggi, para pekerja pun menghadapi risiko kelelahan yang lebih besar. Adapun penyebabnya yakni waktu kerja yang berjam-jam, kurang tidur, lingkungan stres yang tinggi, ketegangan emosional, kurang dukungan, dan lain sebagainya.
Untuk mencegah burnout, pastikan untuk istirahat yang cukup, memiliki sesuatu yang membuat semangat, mempelajari keterampilan koping (metode teknik pernapasan), alihkan perhatian pada sesuatu yang menyenangkan, dan lain sebagainya.
Demikian informasi mengenai ciri-ciri burnout dan penyebabnya. Jika gejala burnout yang ada rasakan masih belum sembuh setemah melakukan beberapa pencegahan seperti yang disebutkan di atas, sebaiknya lekas konsultasikan ke dokter.
Berita Terkait
Terpopuler
- Ogah Bayar Tarif Selat Hormuz ke Iran, Singapura: Ingat Selat Malaka Lebih Strategis!
- Harga Minyak Dunia Turun Drastis Usai Pengumuman Gencatan Senjata Perang Iran
- Dicopot Dedi Mulyadi Gegara KTP, Segini Fantastisnya Gaji Kepala Samsat Soekarno-Hatta!
- Intip Kekayaan Ida Hamidah, Pimpinan Samsat Soetta yang Dicopot Dedi Mulyadi gara-gara Pajak
- 7 Tablet Rp2 Jutaan SIM Card Pengganti Laptop, Spek Tinggi Cocok Buat Editing Video
Pilihan
-
Balas Rhoma Irama, LMKN Jelaskan Akar Masalah Royalti Musik Dangdut Jadi Rp25 Juta
-
Buat Kaum dengan Upah Pas-pasan, Nabung dan Investasi Adalah Kemewahan
-
Resmi! Liliek Prisbawono Jadi Hakim MK Gantikan Anwar Usman
-
Apartemen Bassura Jadi Markas Vape Narkoba, Wanita Berinisial E Diciduk Bersama Ribuan Barang Bukti!
-
Mendadak Jakarta Blackout Massal: Sempat Dikira Peringatan Hari Bumi, MRT Terganggu
Terkini
-
Sering Self-Diagnose? Hentikan Kebiasaan Berbahaya Ini dengan Panduan Cerdas Pilih Produk Kesehatan
-
Jangan Asal Pilih Material Bangunan! Ini Dampak Buruk Paparan Timbal Bagi Otak dan Kesehatan
-
96% Warga Indonesia Tak ke Dokter Gigi, Edukasi Digital Jadi Kunci Ubah Kebiasaan
-
Aktivitas Bermain Menunjang Perkembangan Holistik dan Kreativitas Anak
-
Dipicu Kebutuhan Tampil Percaya Diri, Kesadaran Menjaga Kesehatan Gigi dan Mulut Naik Saat Ramadan
-
Berat Badan Anak Susah Naik? Waspadai Gejala Penyakit Jantung Bawaan yang Sering Tak Disadari
-
Tes Genetik Makin Terjangkau, Indonesia Targetkan 200 Ribu Sequencing DNA untuk Deteksi Penyakit
-
Kenali Ragam Penyakit Ginjal dan Pilihan Pengobatan Terbaiknya
-
Solusi Membasmi Polusi Kekinian ala Panasonic
-
Gaya Hidup Modern Picu Asam Urat, Ini Solusi Alami yang Mulai Direkomendasikan