Bisnis / Energi
Senin, 30 Maret 2026 | 18:58 WIB
Pertamina membantah informasi beredar yang menyebut harga Pertamax akan mencapai nyaris Rp18.000 pada 1 April 2026. [Antara]
Baca 10 detik
  • VP Corporate Communication Pertamina membantah isu kenaikan harga Pertamax menjadi Rp17.850 per liter per 1 April 2026.
  • Informasi proyeksi kenaikan harga BBM yang beredar dalam dokumen rahasia tersebut belum diumumkan resmi oleh Pertamina.
  • Kenaikan harga BBM non-subsidi diantisipasi akibat melemahnya kurs rupiah serta melonjaknya harga indeks pasar global.

Suara.com - Vice President Corporate Communication Pertamina, Muhammad Baron membantah kabar beredar yang menyebutkan harga Pertamax akan mencapai Rp 17.850 per liter per 1 April mendatang.

Baron, yang dihubungi di Jakarta, Senin (30/3/2026), mengatakan bahwa informasi proyeksi kenaikan harga BBM yang beredar tidak dapat dipertanggungjawabkan.

"Hingga saat ini belum ada pengumuman resmi mengenai harga per 1 April 2026," terang Baron.

Sebelumnya beredar dokumen yang mengatasnamakan Pertamina, yang berisi informasi proyeksi harga BBM non subsidi per 1 April 2026.

Dokumen dengan cap Confidential itu bertajuk "Perkiraan Harga Jual Eceran BBM Non Subsidi (JBU) April 2026".

Di dalamnya disebutkan harga BBM non subsidi sebagai berikut:

  • Pertamax: Rp17.850 per liter.
  • Pertamax Green 95: Rp19.150 per liter
  • Pertamax Turbo: Rp19.450 per liter
  • Pertamina Dex: Rp23.950 per liter
  • Dexlite: Rp 23.650 per liter

Disebutkan dalam dokumen tersebut, harga yang tercantum sudah memasukkan komponen harga dasar, PPN 11 persen dan Pajak Bahan Bakar Kendaraan Bermotor (PBBKB).

Pertamina membantah informasi beredar yang menyebut harga Pertamax akan mencapai nyaris Rp18.000 pada 1 April 2026. [Antara]

Juga disebutkan alasan harga BBM Non Subsidi melonjak tajam. Di antaranya adalah kurs rupiah yang terus melemah, harga indeks pasar (HIP) RON 92 naik 62,44 persen dari 73,91 dolar AS/bbl ke 120,06 dolar AS/bbl dan HIP Gasoil 2500ppm yang melonjak 90,65 persen menjadi 166,31 dolar AS/bbl.

Naiknya harga BBM Non Subsidi pada April memang sudah diantisipasi oleh publik, mengingat tren yang juga dialami oleh negara-negara lain di dunia yang mengalami krisis energi akibat perang di Timur Tengah yang tidak juga usai.

Baca Juga: Harga BBM Berpotensi Naik April, Gimana Nasib Operasional Transportasi Umum?

Di beberapa negara Asia Tenggara, harga BBM juga sudah melambung tinggi. Di antaranya Vietnam, Filipina, Malaysia dan Singapura.

Load More