Suara.com - Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit Amerika Serikat (CDC) mengatakan bahwa Covid-19 lebih mungkin menyebabkan masalah jantung pada remaja pria dan laki-laki usia dewasa muda daripada vaksinasi.
Studi yang terbit pada Jumat (1/4/2022) ini merupakan penelitian pertama yang membandingkan risiko peradangan jantung seperti miokarditis secara langsung.
Menurut peneliti, studi ini memberi pemahaman lebih jelas tentang risiko terkait gangguan jantung dan menawarkan jawaban kepada lansia serta laki-laki muda yang bertanya-tanya tentang risiko dan manfaat vaksin Covid-19.
Gangguan jantung miokarditis memang umum menjadi komplikasi dari infeksi virus, bahkan influenza maupun coxsackievirus, menurut Today.
Lalu, kondisi ini diidentifikasi sebagai efek samping potensial dari vaksin mRNA Covid-19 pada anak-anak muda tahun lalu.
Pada saat itu CDC menemukan kasusnya lebih dari dua kali lipat dari dugaan pada laki-laki usia remaja dan awal 20-an yang divakasinasi.
Sebagian besar kondisi miokarditis terkait vaksin hanya bertahan sementara, tetapi laporan kasus telah membuat banyak orang tua khawatir.
Mereka bertanya-tanya apakah risiko masalah jantung pada laki-laki usia muda lebih besar daripada manfaat yang didapat dari vaksin.
Kini, ahli jantung sudah dapat menjawabnya secara tegas berkat penelitian tersebut.
Baca Juga: CDC: Memberi Jarak 8 Minggu Antar Dosis Vaksin Covid-19 Menurunkan Risiko Miokarditis
"Ini (hasil studi) sungguh mencerminkan apa yang kita lihat di sini," ungkap direktur medis Pediatric Heart Failure and Transplant Services, Gerard Boyle, di Cleveland Clinic Children's Hospital.
Berita Terkait
Terpopuler
- Gaji di Bawah Rp 8 Juta Kini Masuk Kategori Berpenghasilan Rendah
- 4 Genset Mini Portable Praktis dan Senyap, Solusi Saat Mati Listrik
- Mahasiswa UBK Tuntut Pengurus BEM Mundur usai Diduga Terima Suap dari Wapres Gibran
- 3 Pompa Air Otomatis untuk Sumur Dalam, Air Deras dan Mesin Awet
- 4 AC Hemat Listrik untuk Rumah Daya Listrik 450 VA, Pilihan Terbaik agar Tidak Jeglek
Pilihan
-
Tahan Inggris, Pelatih Ghana Sindir VAR: Saya Tak Yakin Masih Berfungsi
-
Pelarian Berakhir! Taufik Hidayat Penyekap dan Penyiksa Pacar 3 Tahun Ditangkap di Bandung Raya
-
UBK Nonaktifkan Ketua BEM FH dari Jabatan Usai Mengaku Terima Suap Rp20 Juta dari Oknum Polisi
-
Sisi Gelap 'Operasi Penertiban Sawit' Satgas PKH dan Tentara di Tesso Nilo
-
Pertama Kali Dalam Sejarah Piala Dunia! Badai Petir Hentikan Prancis vs Irak
Terkini
-
Sering Menatap Layar? Waspadai Miopia dan Mata Silinder yang Kini Banyak Menyerang Usia Produktif
-
El Nino dan Perubahan Iklim Tingkatkan Risiko DBD, Mengapa Kita Harus Lebih Waspada?
-
Penyakit Jantung Tak Menunggu Tua: Ini Strategi Proteksi di Tengah Lonjakan Biaya Medis
-
WHO Sebut Pengobatan Gigi Jadi Beban Kesehatan Terbesar Ketiga Secara Global
-
Tak Hanya Fisik, Polusi Udara Juga Mengancam Kesehatan Mental
-
Makin Banyak Anak Puber Sebelum Waktunya, Dokter Kandungan Waspada Gangguan Hormon!
-
Bukan Sekadar Haus, Ini Alasan Mengapa Air Putih Saja Tidak Cukup Saat Latihan Intens
-
Informed Consent Bukan Sekadar Formalitas: Mengapa Dokter Wajib Bicara Langsung dengan Anda?
-
Sering Dianggap Ganas, Padahal Sebagian Besar Tumor Otak Bersifat Jinak
-
Kasus Dermatitis pada Bayi dan Anak Terus Meningkat, Ini Cara Cegah Eksim Si Kecil Kambuh