Suara.com - Varian virus corona Omicron tampaknya menjadi varian dominan di seluruh dunia. Bahkan, strain ini telah 'melahirkan' banyak subvarian baru yang lebih menular dari varian aslinya.
Meski Omicron dan turunannya dinilai lebih menular, strain ini tidak menyebabkan infeksi yang lebih parah dari varian Delta. Hal ini juga berlaku bagi anak usia di bawah lima tahun atau balita.
Menurut sebuah penelitian baru yang terbit di jurnal JAMA Pediatrics, anak-anak balita yang terinfeksi Omicron berisiko kecil mengalami Covid-19 parah daripada yang terinfeksi varian Delta.
The Health Site melaporkan bahwa Omicron 6 hingga 8 kali lebih menular dari Delta, tetapi infeksinya tidak terlalu parah.
"Omicron tidak separah Delta. Namun, pengurangan tingkat keparahan dalam hasil klinis hanya 16% hingga 85%," jelas peneliti Rong Xu dari Case Western Reserve University School of Medicine, Cleveland, Ohio.
Ia menambahkan, "Selain itu, karena banyak anak yang tidak divaksinasi terinfeksi, efek jangka panjang dari infeksi Covid-19 (long Covid) pada otak, jantung, sistem kekebalan, dan organ anak lainnya tetap tidak diketahui dan mengkhawatirkan."
Hasil studi juga menunjukkan adanya 16% pengurangan kunjungan ke ruang gawat darurat oleh anak balita dan 85% pengurangan kebutuhan ventilasi mekanis.
Selain itu, hanya sekitar 1,8 persen anak yang terinfeksi Omicron dirawat di rumah sakit, dibandingkan dengan 3,3 persen anak yang terinfeksi Delta.
Baca Juga: BPBD Sebut Zona Hijau COVID-19 di Kulon Progo Capai 97,21 persen
Berita Terkait
Terpopuler
- 6 Pilihan HP Flagship Paling Murah, Spek Sultan Harga Teman
- 5 HP 5G Terbaru RAM 12 GB, Spek Kencang untuk Budget Rp3 Juta
- 5 Pilihan Sepatu Lari Hoka Murah di Sports Station, Harga Diskon 50 Persen
- 5 Sepeda Listrik Jarak Tempuh Terjauh, Tahan Air dan Aman Melintasi Gerimis
- Syifa Hadju Anak Siapa? Ayah Kandung Dikabarkan Siap Jadi Wali Nikah
Pilihan
-
Rekam Jejak Jenderal Dudung Abdurachman: Dari Pencopot Baliho Kini Jadi Tangan Kanan Presiden
-
Reshuffle Kabinet: Qodari Geser dari KSP ke Bakom, Dudung Ambil Alih Peran Strategis di Istana
-
Profil Mohammad Jumhur Hidayat, Aktivis Buruh yang Kini Jadi Menteri Lingkungan Hidup
-
Prabowo Kocok Ulang Kabinet: Jumhur Hidayat Dilantik Jadi Menteri LH hingga Dudung Jabat Kepala KSP
-
Jumhur Hidayat Tiba di Istana Dikabarkan Jadi Menteri LH: Banyak Tugas, Harus Kerja Keras
Terkini
-
Menyeimbangkan Karier dan Anak, Daycare Berkualitas Jadi Kunci Dukungan untuk Ibu Bekerja
-
Tidak Perlu Keluar Rumah, Pesan Obat di Apotek K-24 Kini Bisa Lewat BRImo
-
Diskon 20 Persen Medical Check-Up di RS Siloam: Tanpa Batas Maksimal untuk Nasabah BRI!
-
Raditya Dika Pilih Repot di Depan: Strategi Cegah Dengue demi Jaga Produktivitas
-
Sering Dibilang Overthinking? Ternyata Insting Ibu adalah Deteksi Medis Paling Akurat untuk Anak
-
Jangan Panik, Ini Cara Bijak Kelola Benjolan di Tubuh dengan Pendekatan Alami yang Holistik
-
Biaya Vaksin HPV dan Waktu Terbaik Vaksinasi untuk Cegah Kanker Serviks
-
Gejala Virus HPV pada Pria dan Wanita, Waspadai Kutil Kelamin
-
Gaya Hidup Modern Picu Risiko Penyakit Kronis, Dokter Tekankan Pentingnya Monitoring Berkala
-
Jangan Lewat 4,5 Jam! Dokter Ungkap Golden Period Penanganan Stroke yang Bisa Selamatkan Otak