Chlamydia merupakan infeksi menular seksual yang disebabkan oleh bakteri dan dapat menyebabkan cairan berwarna hijau, meski lebih sering berwarna putih, kuning, atau abu-abu.
Seperti gonore, chlamydia dapat berkembang tanpa gejala apa pun. Tetapi dalam kasus lain, penderita bisa mengalami:
- pendarahan di antara siklus menstruasi
- sakit saat buang air kecil
- sakit saat berhubungan seks
- sakit perut
5. Menggunakan pembalut terlalu lama
Membiarkan pembalut terlalu lama, terutama saat menstruasi, dapat menyebbkan keluarnya cairan hijau dan akhirnya menyebabkan komplikasi serius.
"Darah dalam pembalut menyediakan 'makanan' yang sempurna untuk bakteri, dan pembalut menyediakan bahan sempurna untuk menumbukan bakteri," ujar obgyn Felice Gersh.
Bakteri dapat berkembang biak dengan cepat dan menyebabkan peradangan. Pada akhirnya menghasilkan cairan hijau pekat dan bau.
Membiarkan pembalut terlalu lama juga dapat memicu kondisi langka yang disebut sindrom syok toksik dan ini mengancam jiwa karena menyebabkan kegagalan organ.
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- 5 HP Xiaomi dengan Snapdragon 8 Elite Gen 5, Terkencang di 2026!
- 7 Sepatu Lari Tahan Air Selevel Nike Vomero 18 GTX, Kualitas Top
- Sunscreen SPF 50 Apa yang Bagus? Ini 5 Pilihan untuk Perlindungan Maksimal
- Harga Pertamax Naik Nyaris Rp18.000 di April Besok? Ini Kata Pertamina
- Foto Pangakalan Militer AS di Arab Saudi Hancur Beredar, Balas Dendam Usai Trump Hina MBS
Pilihan
-
Swasta Diimbau Ikut WFH, Tak Ada Sanksi Menanti
-
Habib Rizieq Shihab: Umat Islam Sunni dan Syiah Harus Bersatu Lawan AS-Israel
-
Kepulangan Jenazah Praka Farizal dari Lebanon ke Kulon Progo Diestimasikan Tiba Jumat Lusa
-
Update Tarif Listrik per kWh April 2026, Apakah Ada Kenaikan Harga?
-
Mulai Besok! BPH Migas Resmi Batasi Pembelian Pertalite dan Solar, Cek Aturan Mainnya
Terkini
-
Mengenal Neuro-Afirming, Solusi Kesehatan Mental untuk Anak Spesial di Indonesia
-
Residu Obat Ditemukan di Sungai dan Danau, Begini Dampak Nyatanya
-
Tak Perlu ke Luar Negeri, Indonesia Kini Perkuat Pengobatan Kanker Lewat Pendekatan Multidisiplin
-
Penjelasan Kemenkes soal Kematian Dokter di Cianjur: Positif Campak dengan Komplikasi Jantung-Otak
-
Kasus Campak di Indonesia Turun Drastis 93 Persen Sejak Awal Tahun 2026
-
Cegah Penularan, Kemenkes Keluarkan Aturan Baru Kewaspadaan Campak di RS
-
Lawan Risiko Penyakit Pascabanjir: Membangun Kembali Harapan Lewat Akses Air dan Nutrisi Sehat
-
Solusi Makan Nasi Lebih Sehat: Cara Kurangi Karbohidrat Tanpa Diet Ekstrem
-
Ketahui Manfaat Tak Terduga Bermain Busa Lembut Saat Mandi untuk Perkembangan Otak Si Kecil
-
Campak pada Orang Dewasa Apakah Menular? Ketahui Gejala, Pencegahan, dan Pengobatannya