Suara.com - Bagi yang telah bekeluarga, kelahiran seorang anak adalah perubahan besar dalam hidup. Kebanyakan ibu senang dan bangga dengan anggota keluarga baru mereka, tetapi banyak juga yang marah dan kewalahan. Wajar untuk merasa seperti itu untuk sementara waktu. Hal ini biasanya dikenal dengan istilah baby blues. Lantas, apa itu baby blues? Berikut ini penjelasannya.
Diketahui, perubahan hormon reproduksi setelah melahirkan bisa mempengaruhi mood seorang ibu. Selain itu, kurang istirahat, nutrisi yang tidak memadai, isolasi, kurangnya dukungan dari pasangan, masalah kesehatan, kebutuhan bayi yang tinggi atau stresor lainnya dapat menyebabkan atau memperburuk depresi pada ibu.
Melansir dari situs Darya-Varia Laboratoria, Selasa (12/4/2022), berikut ini ulasan mengenai apa itu baby blues yang lengkap dengan gejala dan cara mengatasinya.
Apa Itu Baby Blues?
Baby blues adalah kondisi yang bersifat hilang timbul yang terjadi setelah melahirkan dan umumnya bertahan tidak lebih dari 2 minggu. Dalam kondisi tersebut, seorang ibu bisa mengalami perasaan seperti cemas, sedih, merasa tidak mampu merawat bayi, marah, dan gejala serupa lainnya. Delapan puluh persen dari semua wanita yang melahirkan berada dalam kondisi ini.
Gejala Baby Blues
Penting untuk mengetahui gejala baby blues, adapun gejalanya yaitu suasana hati berubah dengan cepat dari senang menjadi sedih. Satu menit Anda bangga dengan pekerjaan yang Anda lakukan sebagai ibu baru, lalu Anda menangis karena merasa tidak siap untuk pekerjaan itu. Kurang nafsu makan atau tidak bergairah merawat diri sendiri karena kelelahan. Selain itu juga mudah tersinggung, kewalahan, dan cemas.
Mengatasi Baby Blues
Ada beberapa cara yang bisa Anda lakukan untuk mengatasi baby blues. Adapun caranya yaitu sebagai berikut:
Baca Juga: Nikita Willy Akhirnya Pamer Foto Bareng Anak, Beri Pelukan Hangat
- Tidurlah sebanyak mungkin dan istirahatlah saat bayi Anda tidur siang
- Makanlah makanan yang baik dan bergizi
- Tamasya dan olahraga santai
- Jangan khawatir tentang tugas Anda sebagai ibu baru
- Terima bantuan ketika orang lain menawarkannya
- Fokus saja pada Anda dan bayi Anda.
Demikian informasi mengenai apa itu baby blues lengkap dengan gejala dan cara mengatasinya. Jika Anda mengalami gejala baby blues setelah melahirkan, segera konsultasikan ke dokter. Anda juga dapat mencari bantuan dari psikiater, psikolog, atau profesional kesehatan mental lainnya. Semoga informasi ini bermanfaat.
Kontributor : Ulil Azmi
Berita Terkait
Terpopuler
- DPR akan Panggil Kajari Batam Buntut Tuntutan Mati ABK Pembawa 2 Ton Sabu, Ada Apa?
- Mahasiswi Tergeletak Bersimbah Darah Dibacok Mahasiswa di UIN Suska Riau
- 6 Fakta Mencekam Pembacokan di UIN Suska Riau: Pelaku Sempat Sandera Korban di Ruang Seminar
- Viral Bocah Beragama Kristen Ikut Salat Tarawih 3 Hari Berurut-turut, Celetukannya Bikin Ngakak
- Habiburokhman Ngamuk di DPR, Perwakilan Pengembang Klaster Vasana Diusir Paksa Saat Rapat di Senayan
Pilihan
-
Update Kuota PINTAR BI Wilayah Jawa dan Luar Jawa untuk Penukaran Uang
-
Jenazah Alex Noerdin Disalatkan di Masjid Agung Palembang, Ini Suasana Lengkapnya
-
John Tobing Sang Maestro 'Darah Juang' Berpulang, Ini Kisah di Balik Himne Reformasi
-
Pencipta Lagu 'Darah Juang' John Tobing Meninggal Dunia di RSA UGM
-
Hidup Tak Segampang Itu Ferguso! Ilusi Slow Living di Magelang yang Bikin Perantau Gulung Tikar
Terkini
-
Lonjakan Kasus Kanker Global, Pencegahan dengan Bahan Alami Kian Dilirik
-
Cara Memilih dan Memakaikan Popok Dewasa untuk Cegah Iritasi pada Lansia
-
5 Fakta Keracunan MBG Cimahi: Pengelola Minta Maaf, Menu Ini Diduga Jadi Penyebab
-
4 Penjelasan Sains Puasa Membantu Tubuh Lebih Sehat: Autofagi, Insulin dan Kecerdasan
-
Mendampingi Anak Gamer: Antara Batasan, Keamanan, dan Literasi Digital
-
Selamat Tinggal Ruam! Rahasia Si Kecil Bebas Bergerak dan Mengeksplorasi Tanpa Batasan Kenyamanan
-
Tantangan Penanganan Kanker di Indonesia: Edukasi, Akses, dan Deteksi Dini
-
Virus Nipah Mengintai: Mengapa Kita Harus Waspada Meski Belum Ada Kasus di Indonesia?
-
Transformasi Layanan Kesehatan Bawa Semarang jadi Kota Paling Berkelanjutan Ketiga se-Indonesia
-
Membangun Kebiasaan Sehat: Pentingnya Periksa Gigi Rutin bagi Seluruh Anggota Keluarga