Suara.com - Para peneliti dari Fakultas Kedokteran Universitas Indiana, AS, sedang mempelajari mengapa gejala neuropsikiatri, seperti perilaku apatis dan lekas marah, terjadi pada sebagian besar pasien penyakit Alzheimer sebelum mereka kehilangan ingatan.
Menurut pemimpin studi, yakni asisten profesor farmakologi dan toksikologi Yao-Ying Ma, pasien penyakit Alzheimer juga mengalami perubahan suasana hati.
"Mereka juga berpeluang besar mengalami gejala depresi," kata Ma, dilansir Medical Xpress.
Gejala neuropsikiatri cenderung terjadi lebih awal. Namun sayangnya, belum ada pengobatan efektif yang tersedia.
Menurut Ma, ada kebutuhan mendesak untuk memahami mengapa gejala tersebut ada dan bagaimana semua itu berkaitan dengan defisit kognitif.
Penelitian Ma ini mengidentifikasi reseptor permeabel kalsium sinaptik (CP-AMPARs) dalam nukleus accumbens pada pemodelan penyakit Alzheimer.
Reseptor dapat membuat kalsium memasuki neuron dan menyebabkan kelebihan kalsium, yang menyebabkan kerusakan struktur sinaptiknya.
Pada akhirnya, akumulasi kalsium memicu perubahan intraseluler yang dapat mematikan neuron dengan memperkuat kelebihan kalsium melalui mekanisme umpan balik.
Kehilangan sinaptik di otak ini menyebabkan defisit motivasi.
Baca Juga: Terkait Demensia, Asupan Vitamin K yang Cukup Bantu Cegah Penurunan Kognitif
Mengetahui hal itu, dengan menargetkan reseptor tersebut dan memblokirnya dapat mencegah atau menunda timbulnya penyakit Alzheimer terkait gejala neuropsikiatri, dan akhirnya defisit kognitif.
"Jika kita dapat menunda perkembangan patologis di salah satu daerah yang terkena, seperti nukleus accumbens, maka dapat menunda perubahan patologis di daerah lain," tandas Ma.
Berita Terkait
Terpopuler
- Rumor Cerai Nia Ramadhani dan Ardi Bakrie Memanas, Ini Pernyataan Tegas Sang Asisten Pribadi
- 5 Pelembap Viva Cosmetics untuk Mencerahkan Wajah dan Hilangkan Flek Hitam, Dijamin Ampuh
- 6 Sepeda Lipat Alternatif Brompton, Harga Murah Kualitas Tak Kalah
- Siapa Saja Tokoh Indonesia di Epstein Files? Ini 6 Nama yang Tertera dalam Dokumen
- 24 Nama Tokoh Besar yang Muncul di Epstein Files, Ada Figur dari Indonesia
Pilihan
-
Gempa Pacitan Guncang Jogja, 15 Warga Terluka dan 14 KA Berhenti Luar Biasa
-
Gempa M 4,2 Guncang Pacitan Terasa hingga Yogyakarta: 7 Orang Luka dan Sejumlah Bangunan Rusak
-
Hakim PN Depok Tertangkap Tangan Terima Ratusan Juta dari Swasta, KPK Lakukan OTT!
-
Hakim di PN Depok Tertangkap Tangan KPK, Diduga Terlibat Suap Ratusan Juta!
-
Eks Asisten Pelatih Timnas Indonesia Alex Pastoor Tersandung Skandal di Belanda
Terkini
-
Bayi Sering Gumoh? Umumnya Normal, Tapi Wajib Kenali Tanda Bahaya GERD
-
Melawan Angka Kematian Kanker yang Tinggi: Solusi Lokal untuk Akses Terapi yang Merata
-
Atasi Batuk Ringan hingga Napas Tidak Nyaman, Pendekatan Nutrisi Alami Kian Dipilih
-
Jangan Abaikan Kelainan Refraksi, Deteksi Dini Menentukan Masa Depan Generasi
-
Toko Sociolla Pertama di Sorong, Lengkapi Kebutuhan Kecantikan di Indonesia Timur
-
Awali 2026, Lilla Perkuat Peran sebagai Trusted Mom's Companion
-
Era Baru Kesehatan Mata: Solusi Tepat Mulai dari Ruang Dokter Hingga Mendapatkan Kacamata Baru
-
Dokter Ungkap: Kreativitas MPASI Ternyata Kunci Atasi GTM, Perkenalkan Rasa Indonesia Sejak Dini
-
Solusi Bijak Agar Ibu Bekerja Bisa Tenang, Tanpa Harus Mengorbankan Kualitas Pengasuhan Anak
-
Dokter Saraf Ungkap Bahaya Penyalahgunaan Gas Tawa N2O pada Whip Pink: Ganggu Fungsi Otak!