Suara.com - Kepala psikiatri terkait nutrisi dan gaya hidup Uma Naidoo dari Rumah Sakit Umum Massachusetts, Boston, mengatakan bahwa kesehatan otak dapat dipengaruhi oleh makanan yang dikonsumsi.
Demi menjaga kesehatan otak, Naidoo merekomendasikan untuk mengonsumsi lima makanan yang disingkat BOGOS, yakni:
1. Buah beri (Berries)
Blueberry dan raspberry mengandung antioksidan dan nutrisi lain yang meningkatkan fungsi memori dan menurunkan penunaan otak.
Berdasarkan Today, Naidoo juga mengatakan bahwa buah beri mengadung serat, vitamin, dan mineral yang tinggi sehingga dapat meningkatkan produksi mikrobioma dan membantu mengurangi peradangan.
2. Minyak zaitun (Olive Oil)
Penelitian menunjukkan bahwa mengonsumsi minyak zaitun extra-virgin mengurangi risiko Alzheimer karena senyawa dalam bahan ini dapat membantu autophagy, proses pembersihan sel alami otak.
3. Sayuran hijau (Greens)
Sayuran berdaun hijau seperti bayam dan lobak mengandung tingkat folat yang tinggi.
Baca Juga: Orangtua Perlu Tahu! Pedoman Terbaru IDAI Tentang Protokol Kesehatan Pada Anak Sesuai Usia
Orang yang tidak mendapatkan cukup folat, suatu bentuk vitamin B9, berisiko mengembangkan kondisi kesehatan neurologisdan mental, seperti demensia dan depresi.
4. Omega-3 (Omega-3)
"Anda juga perlu mencari makanan yang tinggi asam lemak omega-3, yang menurut beberapa penelitian dapat membantu mendukung fungsi sel-sel otak dan mengurangi risiko Alzheimer," sambung Naidoo.
Ikan serta kacang-kacangan dan biji-bijian tertentu bisa menjadi sumber omega-3 yang sangat baik.
5. Rempah-rempah (Spices)
"Berbagai rempah-rempah seperti kunyit, lada hitam, kayu manis, rosemary, dan jahe, memiliki sifat yang menyehatkan otak. Bahkan, meningkatkan suasana hati," tandas Naidoo.
Berita Terkait
Terpopuler
- Pemerintah Tutup Ruang Pembentukan Provinsi Luwu Raya, Kemendagri: Ikuti Moratorium!
- Bupati Kulon Progo Hapus Logo Geblek Renteng hingga Wajibkan Sekolah Pasang Foto Kepala Daerah
- Cerita Eks Real Madrid Masuk Islam di Ramadan 2026, Langsung Bersimpuh ke Baitullah
- Desa di Kebumen Ini Ubah Limbah Jadi Rupiah
- Sosok Arya Iwantoro Suami Dwi Sasetyaningtyas, Alumni LPDP Diduga Langgar Aturan Pengabdian
Pilihan
-
22 Tanya Jawab Penjelasan Pemerintah soal Deal Dagang RI-AS: Tarif, Baju Bekas, hingga Miras
-
Zinedine Zidane Comeback! Sepakat Latih Timnas Prancis Usai Piala Dunia 2026
-
Warga Sambeng Borobudur Pasang 200 Spanduk, Menolak Penambangan Tanah Urug
-
Jadwal Buka Puasa Bandar Lampung 21 Februari 2026: Waktu Magrib & Salat Isya Hari Ini
-
Siswa Madrasah Tewas usai Diduga Dipukul Helm Oknum Brimob di Kota Tual Maluku
Terkini
-
Selamat Tinggal Ruam! Rahasia Si Kecil Bebas Bergerak dan Mengeksplorasi Tanpa Batasan Kenyamanan
-
Tantangan Penanganan Kanker di Indonesia: Edukasi, Akses, dan Deteksi Dini
-
Virus Nipah Mengintai: Mengapa Kita Harus Waspada Meski Belum Ada Kasus di Indonesia?
-
Transformasi Layanan Kesehatan Bawa Semarang jadi Kota Paling Berkelanjutan Ketiga se-Indonesia
-
Membangun Kebiasaan Sehat: Pentingnya Periksa Gigi Rutin bagi Seluruh Anggota Keluarga
-
Susu Kambing Etawa Indonesia Tembus Pameran Internasional: Etawanesia Unjuk Gigi di Expo Taiwan
-
Penanganan Penyintas Kanker Lansia Kini Fokus pada Kualitas Hidup, Bukan Sekadar Usia Panjang
-
Ini Rahasia Tubuh Tetap Bugar dan Kuat Menjalani Ramadan Optimal Tanpa Keluhan Tulang dan Sendi
-
Anak Sekolah Jadi Kelompok Rentan, Pemantauan Aktif Vaksinasi Dengue Diperluas di Palembang
-
Cuma Pakai Dua Jari, Dokter Ungkap Cara Deteksi Sakit Jantung dari Raba Nadi