Suara.com - Menyusul deklarasi Perhimpunan Dokter Seluruh Indonesia, sejumlah organisasi profesi kedokteran mengaku akan tetap solid id bawah naungan Ikatan Dokter Indonesia.
Ketua Pokja Infeksi Pengurus Pusat Perhimpunan Dokter Paru Indonesia (PDPI), dr Erlina Burhan, SpP(K) menegaskan semua organisasi profesi kedokteran yang berada di bawah naungan Ikatan Dokter Indonesia tetap solid berada di bawah payung IDI.
Sementara itu, Ketua Umum Pusat Perhimpunan Dokter Paru Indonesia (PDPI), Agus Dwi Susanto menyatakan, PDPI sebagai organisasi Spesialis Paru (Pulmonologi dan Kedokteran Respirasi) adalah organisasi Perhimpunan Dokter Spesialis (PDSP) yang bernaung di bawah IDI.
"Sehubungan dengan hal tersebut, kami meminta kepada segenap Anggota PDPI di seluruh Indonesia untuk tetap solid dan tidak terpecah belah," katanya.
Ia mengatakan, PDPI akan menunggu perintah organisasi lebih lanjut dari Pengurus Besar IDI. Sebelumnya, Pengurus Besar Ikatan Dokter Indonesia (IDI) menginstruksikan kepada anggotanya di seluruh Indonesia untuk tetap menjaga kesolidan profesi dan internal organisasi.
"Sehubungan dengan adanya dinamika organisasi akhir-akhir ini, maka Pengurus Besar IDI memerintahkan kepada seluruh jajaran IDI Wilayah, IDI Cabang, Perhimpunan, dan Keseminatan untuk menjaga marwah organisasi, etika profesi," kata Ketua Umum PB IDI Moh Adib Khumaidi dalam keterangan tertulis yang diterima di Jakarta, Kamis.
Ia berharap anggotanya tidak terpancing oleh isu-isu negatif yang dapat memecah belah kesolidan profesi dan internal organisasi.
Ia menambahkan, anggota IDI di seluruh Indonesia diminta untuk mentaati peraturan perundang-undangan yang berlaku, AD/ART IDI dan ORTALA (Organisasi dan Tata Laksana) IDI.
"Tetap bersama dan bersatu dalam Ikatan Dokter Indonesia," tuturnya.
Berita Terkait
Terpopuler
- Pemerintah Tutup Ruang Pembentukan Provinsi Luwu Raya, Kemendagri: Ikuti Moratorium!
- Warga Sambeng Borobudur Pasang 200 Spanduk, Menolak Penambangan Tanah Urug
- Arya Iwantoro Anak Siapa? Ternyata Ayahnya Eks Sekjen Kementan yang Pernah Diperiksa KPK!
- Usut Kematian Nizam Syafei yang Disiksa Ibu Tiri, Video di Ponsel Korban akan Diperiksa
- 7 Skema Suami Dwi Sasetyaningtyas Kembalikan Dana Beasiswa LPDP
Pilihan
-
Debut Berujung Duka, Pemain Senegal Meninggal Dunia Usai Kolaps di Lapangan
-
Di Tengah Jalan Raya, Massa Polda DIY Gelar Salat Gaib Massal untuk Korban Represi Aparat
-
Massa Aksi di Depan Polda DIY Dibubarkan Paksa oleh Sekelompok Orang Berpakaian Sipil
-
5 Fakta Mencekam Demo di Mapolda DIY: Gerbang Roboh hingga Ledakan Misterius
-
Suasana Mencekam di Depan Polda DIY, Massa Berhamburan Usai Terdengar Ledakan
Terkini
-
Selamat Tinggal Ruam! Rahasia Si Kecil Bebas Bergerak dan Mengeksplorasi Tanpa Batasan Kenyamanan
-
Tantangan Penanganan Kanker di Indonesia: Edukasi, Akses, dan Deteksi Dini
-
Virus Nipah Mengintai: Mengapa Kita Harus Waspada Meski Belum Ada Kasus di Indonesia?
-
Transformasi Layanan Kesehatan Bawa Semarang jadi Kota Paling Berkelanjutan Ketiga se-Indonesia
-
Membangun Kebiasaan Sehat: Pentingnya Periksa Gigi Rutin bagi Seluruh Anggota Keluarga
-
Susu Kambing Etawa Indonesia Tembus Pameran Internasional: Etawanesia Unjuk Gigi di Expo Taiwan
-
Penanganan Penyintas Kanker Lansia Kini Fokus pada Kualitas Hidup, Bukan Sekadar Usia Panjang
-
Ini Rahasia Tubuh Tetap Bugar dan Kuat Menjalani Ramadan Optimal Tanpa Keluhan Tulang dan Sendi
-
Anak Sekolah Jadi Kelompok Rentan, Pemantauan Aktif Vaksinasi Dengue Diperluas di Palembang
-
Cuma Pakai Dua Jari, Dokter Ungkap Cara Deteksi Sakit Jantung dari Raba Nadi