Suara.com - Perkumpulan Dokter Seluruh Indonesia (PDSI) menjadi organisasi kedokteran baru di Indonesia yang dideklarasikan Rabu (27/4/2022) kemarin. Eks Menteri Kesehatan Terawan Agus Putranto menjadi sosok di balik susunan organisasi PDSI saingan IDI atau Ikatan Dokter Indonesia.
Terawan sendiri diketahui dipecat dari keanggotaan IDI karena dinyatakan telah melakukan pelanggaran kode etik berat. Jajang Edi Priyatno yang saat ini menjadi Ketua Umum PDSI diketahui adalah staf khusus Terawan saat masih menjabat sebagai Menteri Kesehatan.
Susunan organisasi PDSI saingan IDI adalah sebagai berikut.
1. Ketua Umum: Brigjen TNI (Purn) dr Jajang Edi Priyatno Sp.B., MARS
2. Wakil Ketua: Prof. dr Deby Susanti Pada Vinski , M. Sc, Ph.D
3. Sekum: dr Erfan Gustiawan, Sp.KKLP, SH, MH (Kes)
4. Wakil Sekretaris: Dr. dr H. Dahlan Gunawan M.Kes, MH, Mars
5. Bendahara Umum: dr Firman Parulian Sitanggang, Sp.Rad (K) RI, M.Kes
6. Wakil Bendahara: dr. M. Arief El Habibie, MSM
Baca Juga: Kronologi PDSI Dideklarasikan Mantan Stafsus Terawan Agus Putranto
7. Dewan Pelindung: Dr. dr Siswanto Pabidang, SH, MM
8. Dewan Pengawas: Dr. dr Hendrik Sulo, M.Kes, Sp.Rad
9. Dewan Pengawas: dr Timbul Tampubolon, SH, MKK
Kemunculan PDSI di tengah polemik pemecatan Terawan oleh IDI cukup mengagetkan. Organisasi kedokteran baru yang menyeret nama Terawan muncul setelah IDI eksis selama puluhan tahun.
PDSI sudah menegaskan sebagai organisasi kedokteran yang terpisah dengan IDI. Mereka mengklaim telah mengantongi SK Kemenkumham dengan nomor AHU-003638.AH.01.07.2022 tentang Pengesahan Pendirian Perkumpulan Dokter Seluruh Indonesia.
Jajang pun kemudian mengajak insan dokter Tanah Air untuk bergabung dengan PDSI. Pendaftaran bakal dilakukan dengan cara yang lebih mudah dan menjangkau seluruh pelosok Tanah Air.
"Jadi kita berdiri terpisah dengan organisasi selama ini (IDI). kita sudah punya ketetapan hukum dari Kemenkumham, jadi kita resmi diakui oleh pemerintah. Kita di bawah Konsul Kedokteran Indonesia," kata Jajang setelah deklarasi di Hotel Borobudur, Jakarta Pusat.
PDSI memiliki visi sebagai organisasi pelopor reformasi kedokteran Tanah Air yang menjunjung tinggi kesejawatan, serta berwawasan Indonesia untuk dunia demi meningkatkan taraf kesehatan masyarakat.
Kemudian, PDSI memiliki tiga misi. Pertama, PDSI ingin mengayomi dokter dengan bersinergi bersama rakyat dan pemerintah dalam membentuk organisasi yang profesional.
Kedua, PDSI ingin taraf kesehatan rakyat Indonesia dan kesejahteraan anggotanya. Ketiga, PDSI ingin mendorong inovasi bangsa di bidang kesehatan berwawasan Indonesia untuk dunia.
Kontributor : Nadia Lutfiana Mawarni
Berita Terkait
-
Terungkap Visi Misi PDSI, Bakal Dukung Karya Terawan Agus Putranto?
-
Baru Dideklarasi sebagai Organisasi, PDSI Diminta Jaga Hubungan Baik dengan IDI
-
Muncul PDSI 'Tandingan' IDI, Luqman DPR: Justru Diharapkan Untuk Cegah Monopoli Izin Praktik
-
Siap Terima Dokter Terawan, PDSI Dukung Terapi Cuci Otak dan Vaksin Nusantara
-
Kronologi PDSI Dideklarasikan Mantan Stafsus Terawan Agus Putranto
Terpopuler
- Pemerintah Tutup Ruang Pembentukan Provinsi Luwu Raya, Kemendagri: Ikuti Moratorium!
- Warga Sambeng Borobudur Pasang 200 Spanduk, Menolak Penambangan Tanah Urug
- Arya Iwantoro Anak Siapa? Ternyata Ayahnya Eks Sekjen Kementan yang Pernah Diperiksa KPK!
- Usut Kematian Nizam Syafei yang Disiksa Ibu Tiri, Video di Ponsel Korban akan Diperiksa
- 7 Skema Suami Dwi Sasetyaningtyas Kembalikan Dana Beasiswa LPDP
Pilihan
-
Debut Berujung Duka, Pemain Senegal Meninggal Dunia Usai Kolaps di Lapangan
-
Di Tengah Jalan Raya, Massa Polda DIY Gelar Salat Gaib Massal untuk Korban Represi Aparat
-
Massa Aksi di Depan Polda DIY Dibubarkan Paksa oleh Sekelompok Orang Berpakaian Sipil
-
5 Fakta Mencekam Demo di Mapolda DIY: Gerbang Roboh hingga Ledakan Misterius
-
Suasana Mencekam di Depan Polda DIY, Massa Berhamburan Usai Terdengar Ledakan
Terkini
-
McDonalds RI Mulai Ekspansif Lagi
-
Impor Pikap India Lebih Murah, Agrinas Klaim Efisiensi Rp 46,5 Triliun
-
Duo Emiten 'BUMI' Masuk Daftar Saham Paling Banyak Dibeli dan Dijual Asing
-
Gaduh Perjanjian Dagang RI-AS, Prof Harris: Jaga Kedaulatan Jangan Pakai Emosi Sesaat!
-
Claude Update AI "Karyawan Cerdas", Harga Saham IBM Rontok Parah!
-
IPOT Bongkar Kelemahan Aplikasi Trading yang Masih Andalkan Data Historis
-
Ma'ruf Amin Respons Menkeu Purbaya soal Mahalnya Bank Syariah
-
Tak Ada Lagi Alasan, Kemenperin Desak Industri Baja Segera Kantongi SNI
-
Harga Emas Pegadaian Rabu 25 Februari 2026, Galeri 24 Lebih Murah dari UBS
-
BKPM Permudah Izin KKPR Darat bagi Usaha Mikro