Suara.com - Buah Pisang serig menjadi camilan andalan untuk mengatasi lapar yang terjadi di bukan jam makan. Lalu, adakah risiko bahaya mengonsumsi buah pisang saat perut kosong?
Mengutip Hello Sehat, rupanya risiko bahaya yang muncul saat makan pisang dalam keadaan perut kosong tergantung tingkat kematangannya.
Semakin matang pisang, semakin tinggi kandungan gulanya. Jika pisang sangat matang dimakan dalam kondisi perut kosong, maka kenaikan gula darah yang terjadi dalam waktu bisa memicu sejumlah gejala, mulai dari tubuh lemas dan makin cepat lapar.
Hal inilah yang menjadikan makan satu buah pisang saat perut kosong, untuk sarapan misalnya, bukanlah saran yang tepat. Tubuh membutuhkan banyak energi di pagi hari, yang tidak mungkin dicukupi hanya dengan makan satu buah pisang saja.
Lain halnya jika Anda makan pisang tapi dilengkapi juga oatmeal, roti, atau menu sarapan sehat lainnya.
Selain jumlah energi yang didapat lebih besar, kombinasi makanan ini juga memberikan beragam zat gizi bagi tubuh.
Lalu, kapan waktu makan pisang yang tepat? Seperti diketahui, pisang adalah makanan dengan kandungan serat, vitamin B6, kalium, magnesium, dan vitamin C yang tinggi.
Kandungan kalium pada pisang bisa menurunkan tekanan darah karena menyeimbangkan natrium di dalam tubuh dan mengurangi tekanan pembuluh darah di sekitar jantung.
Di samping itu, buah pisang juga mengandung serat yang bisa mencegah masalah pencernaan seperti diare.
Baca Juga: Cerita Ria Ricis Masak Kolak 50kg dalam Kuali Besar, Pisangnya Anyep!
Anda bisa makan pisang kapan saja, bisa di waktu pagi sebagai sarapan dengan makanan lainnya, di siang hari sebagai makanan pencuci mulut, atau di sore atau malam hari sebagai camilan dan disajikan dengan yoghurt.
Berita Terkait
Terpopuler
- Nyanyi Sambil Rebahan di Aspal, Aksi Ekstrem Pinkan Mambo Cari Nafkah Jadi Omongan
- Penyebab BRImo Sempat Terkendala Pagi Ini, Kini Layanan Pulih Sepenuhnya
- 6 Smartwatch di Bawah Rp1 Juta, Fitur Premium untuk Aktivitas Sehari-hari
- Kata Anak Pinkan Mambo Usai Tahu Sang Ibu Ngamen di Jalan: Downgrade Semenjak Nikah Sama Suaminya
- Aksi Ngamen di Jalan Viral, Pinkan Mambo Ngaku Bertarif Fantastis Setara BLACKPINK
Pilihan
-
Akses Jalan Diblokir, Warga Kepung Pesantren Darul Istiqamah Maros
-
Brady Ebert Bekas Gitaris Turnstile Ditangkap Terkait Kasus Percobaan Pembunuhan
-
Tak Ganggu Umat Muslim, Pihak Yayasan Pastikan Rumah Doa Jemaat POUK Tesalonika Jauh dari Masjid
-
Diperiksa Kasus Penggelapan Rp2,4 Triliun, Apa Peran Dude Harlino dan Istri di PT DSI?
-
Diguncang Gempa M 7,6, Plafon Gereja Paroki Rumengkor Ambruk Jelang Ibadah Kamis Putih
Terkini
-
Hati-Hati Efek 'Balas Dendam' Makan Enak: Ini 3 Penyakit yang Paling Banyak Diklaim Pasca Lebaran
-
Bukan Cuma Rusak Lingkungan, Penebangan Hutan Liar juga Picu Lonjakan Penyakit
-
Pendidikan Karakter Anak: Tak Cukup di Kelas, Harus Lewat Aksi Nyata
-
Panas Ekstrem Tak Cuma Bikin Gerah, Tapi Juga Bisa Memperpendek Usia
-
Christophe Piganiol: Rantai Pasok yang Tangguh Adalah Kunci Keselamatan Pasien
-
Mengenal Neuro-Afirming, Solusi Kesehatan Mental untuk Anak Spesial di Indonesia
-
Residu Obat Ditemukan di Sungai dan Danau, Begini Dampak Nyatanya
-
Tak Perlu ke Luar Negeri, Indonesia Kini Perkuat Pengobatan Kanker Lewat Pendekatan Multidisiplin
-
Penjelasan Kemenkes soal Kematian Dokter di Cianjur: Positif Campak dengan Komplikasi Jantung-Otak
-
Kasus Campak di Indonesia Turun Drastis 93 Persen Sejak Awal Tahun 2026