- Siswa SMP IL Kapten Fatubaa, Nusa Tenggara Timur, mengolah limbah kulit pisang menjadi produk bernilai guna melalui Huka Upcycling Project.
- Inovasi pengelolaan sampah organik ini memberikan manfaat ekonomi bagi petani lokal serta membangun kesadaran lingkungan bagi masyarakat perbatasan.
- Keberhasilan proyek ini mengantarkan SMP IL Kapten Fatubaa menjuarai kompetisi AIA Healthiest Schools dan mewakili Indonesia ke tingkat regional.
Suara.com - Di sebuah sekolah yang berada di wilayah perbatasan Indonesia dan Timor Leste, sebuah ide sederhana berhasil melahirkan perubahan besar.
Berangkat dari persoalan limbah kulit pisang yang menumpuk di lingkungan sekolah, siswa dan guru SMP IL Kapten Fatubaa, Kabupaten Belu, Nusa Tenggara Timur, menciptakan Huka Upcycling Project (HUP), sebuah inisiatif yang mengubah sampah organik menjadi produk bernilai guna.
Alih-alih membuang kulit pisang begitu saja, para siswa mengolahnya menjadi berbagai produk bermanfaat, mulai dari es krim, pupuk kompos organik, hingga pupuk cair. Proses tersebut tidak hanya membantu mengurangi limbah, tetapi juga menjadi sarana belajar yang mengintegrasikan sains, kewirausahaan, dan kepedulian terhadap lingkungan.
Lebih dari sekadar program pengelolaan sampah, Huka Upcycling Project mengajarkan para siswa untuk melihat peluang di balik setiap tantangan. Mereka belajar bahwa sesuatu yang dianggap tidak bernilai pun dapat diolah menjadi sumber manfaat bagi banyak orang.
"Limbah kulit pisang tidak hanya kami daur ulang menjadi berbagai produk bernilai ekonomis, tetapi juga bentuk harapan serta cara pandang baru kami bahwa setiap tantangan dapat menjadi peluang untuk belajar dan berinovasi," ujar Antonius Kapitan, perwakilan guru SMP IL Kapten Fatubaa.
Manfaat dari inisiatif ini pun terasa luas. Produk pupuk yang dihasilkan membantu para petani lokal, sementara kegiatan pengolahan limbah membangun kesadaran siswa mengenai pentingnya menjaga lingkungan dan menerapkan ekonomi sirkular sejak dini.
Hingga kini, lebih dari seribu penerima manfaat telah merasakan dampak positif dari Huka Upcycling Project, mulai dari siswa, orang tua, petani lokal, hingga mitra komunitas di kawasan perbatasan.
Menariknya, dampak proyek ini bahkan melampaui batas negara. Manfaat Huka Upcycling Project turut dirasakan oleh para pelajar di Timor Leste, menjadikan inisiatif sederhana dari sebuah sekolah di perbatasan sebagai jembatan kolaborasi dan kepedulian terhadap kesehatan serta lingkungan di kawasan tersebut.
Keberhasilan tersebut mengantarkan SMP IL Kapten Fatubaa meraih juara pertama tingkat SMP dalam kompetisi proyek sekolah sehat AIA Healthiest Schools 2026 dan akan mewakili Indonesia pada kompetisi tingkat regional di Bangkok, Thailand, pada Juli mendatang.
Baca Juga: Diduga Tercemar, Sungai Ciujung Berubah Hitam dan Berbau
Menurut Head of Corporate Communication AIA, Lia Merdekawaty, setiap sekolah memiliki potensi untuk menjadi agen perubahan bagi komunitasnya. Melalui AIA Healthiest Schools, berbagai inovasi yang lahir dari lingkungan sekolah diharapkan tidak hanya meningkatkan kesehatan dan kesejahteraan peserta didik, tetapi juga mampu menciptakan dampak positif yang berkelanjutan bagi masyarakat.
Kisah Huka Upcycling Project menjadi bukti bahwa inovasi tidak selalu lahir dari tempat dengan sumber daya melimpah. Terkadang, perubahan besar justru dimulai dari persoalan sederhana yang ditemui sehari-hari, dari keberanian untuk melihat peluang, dan dari keyakinan bahwa setiap tantangan dapat diubah menjadi harapan baru.
Berita Terkait
Terpopuler
- 10 Pantangan Feng Shui Rumah yang Sebaiknya Dihindari, dari Pintu hingga Kamar Mandi
- 3 HP Xiaomi RAM 8 GB Murah di Bawah Rp1 Juta, Ini Pilihannya
- 4 Rekomendasi Merk Rice Cooker yang Awet dan Bagus untuk Pemakaian Jangka Panjang
- Napak Tilas Jejak Kolonial Londo Ireng di Makam Kherkof Purworejo
- Feng Shui Rumah Menghadap Utara, Lakukan 4 Tips Ini agar Energi Seimbang dan Bawa Hoki
Pilihan
-
Sudah Dibangun Sejak 2023, Sejauh Mana Bibit Sriwijaya Kemampo Pulihkan Hutan Sumsel?
-
Napak Tilas Jejak Kolonial Londo Ireng di Makam Kherkof Purworejo
-
100 Personel Damkar Masih Berjibaku Padamkan Kebakaran Gedung Bapenda DKI
-
Kantor Bapenda DKI Jakarta Dilalap si Jago Merah, Api Semakin Membesar
-
Bocoran Reshuffle Kabinet Agustus: Norman Joesoef Bakal Dilantik Jadi Wamenhan RI
Terkini
-
Polrestabes Bandung: Sopir Truk Jadi Tersangka Tabrak Lari yang Tewaskan Polisi
-
Cara Dapat Diskon Tiket Gaia Music Festival 2026 Pakai BRImo
-
Beli Produk Nespresso Pakai BRI Bisa Hemat Rp750 Ribu
-
InJourney & Garuda Indonesia Kolaborasi: Gratiskan 170.845 Tiket Domestik Bagi Wisatawan Mancanegara
-
InJourney & Garuda Indonesia Perkuat Konektivitas dan Kunjungan Wisatawan Mancanegara ke Indonesia
-
Kasus PETI Kuansing, Polisi Sita Ratusan Gram Perhiasan di Toko Emas Kampar
-
Transisi Energi Berwajah Hijau Jadi Modus Baru Perampasan Ruang Hidup
-
Korupsi Tak Cukup Dibalas Tangkap: Kejar Uang, Jaringan, dan Penikmatnya
-
Senpi Dinas Diduga Dipakai Mantan Istri Bunuh Diri, Bripka Iman Harefa Resmi Masuk Patsus
-
Dua Biodigester Bakal Dibangun di Jakarta Utara, Dapat Hasilkan Energi dan Pupuk Organik