Suara.com - Kementerian Kesehatan (Kemenkes) masih melanjutkan investigasi terkait kasus hepatitis akut berat yang menewaskan tiga anak di Jakarta pada akhir April lalu. Hasil sementara saat ini, Kemenkes mengungkap riwayat penyakit juga penelusuran kontak dari ketiga pasien tersebut.
Juru bicara Kemenkes dr. Siti Nadia Tarmidzi mengungkapkan, ketiga anak itu dirujuk ke Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo dan datang sudah dalam kondisi berat.
"Jadi memang hanya memberikan waktu sedikit untuk rumah sakit melakukan tindakan pertolongan. Ketiga kasus itu usianya 2 tahun, 8 tahun, dan 11 tahun," ungkap Nadia dalam konferensi pers virtual, Kamis (5/5/2022).
Anak yang berusia 2 tahun belum mendapatkan vaksinasi hepatitis. Sementara anak usia 8 tahun baru mendapatkan vaksinasi 1 kali, dan anak yang berusia 11 tahun sudah mendapatkan vaksinasi hepatitis lengkap. Nadia menambahkan kalau ketiga anak tersebut tidak terinfeksi Covid-19.
Dari hasil investigasi bersama Dinas Kesehatan Provinsi DKI Jakarta dengan melakukan penelusuran kontak mengenai faktor risiko, Nadia menyampaikan kalau ada salah satu anak pernah memiliki penyakit lain.
Ketiga anak tersebut belum bisa dipastikan terinfeksi hepatitis akut berat yang masih misterius saat ini. Sebab, kata Nadia, materi pemeriksaan laboratorium yang dilakukan, terutama pemeriksaan adenovirus dan pemeriksaan hepatitis E yang butuh waktu antara 10 sampai 14 hari.
"Memang sampai saat ini ketiga kasus belum bisa kita golongkan sebagai hepatitis akut dengan gejala yang berat, tetapi baru masuk pada kriteria yang kita sebut sebagai pending klasifikasi," kata Nadia.
Meski begitu, dari hasil pemeriksaan tidak ditemukan riwayat anggota keluarga lain yang mengidap penyakit hepatitis ataupun penyakit kuning sebelumnya. Setelah ketiga anak tersebut sakit, juga tidak ada orang terdekat maupun anggota keluarganya yang mengalami gejala serupa mirip hepatitis akut berat.
Baca Juga: Alert! Kasus Hepatitis Misterius Makin Menyebar di Berbagai Daerah Indonesia
Berita Terkait
Terpopuler
- 6 Rekomendasi Sepatu Lokal Rp 200 Ribuan, Kualitas Bintang Lima
- 7 Parfum Lokal Wangi Segar Seperti Habis Mandi, Tetap Clean Meski Cuaca Panas Ekstrem
- 5 HP Samsung Galaxy A 5G Termurah Mulai Rp1 Jutaan, Performa Gak Kaleng-kaleng
- 7 Sepatu Lari Lokal yang Wajib Masuk List Belanja Kamu di Awal Mei, Nyaman dan Ramah Kantong
- Promo Alfamart Double Date 5.5 Hari Ini, Es Krim Beli 1 Gratis 1
Pilihan
-
16 Korban Tewas Bus ALS Terbakar di Muratara Berhasil Dievakuasi, Jalinsum Masih Mencekam
-
'Celana Saya Juga Hancur', Cerita Saksi yang Kena Sisa Air Keras Saat Bantu Andrie Yunus
-
Kala Harga Kebutuhan Meroket, Menulis Jadi Andalan Saya untuk Nambal Dompet
-
Hakim Gemas Anggota BAIS Siram Air Keras ke Andrie Yunus: Amatir Banget, Malu-maluin!
-
10 WNI Diamankan di Arab Saudi Terkait Haji Ilegal, Kemenhaj Pastikan Tak Akan Intervensi
Terkini
-
Riset Harvard Ungkap Bermain Bersama Orang Tua Bantu Bangun Koneksi Otak Anak
-
Krisis Iklim Berdampak ke Kesehatan, Seberapa Siap Layanan Primer Indonesia?
-
Geger Hantavirus Menyebar di Kapal Pesiar, Tiga Orang Dilaporkan Meninggal Dunia
-
Hasil Investigasi KKI: 92% Konsumen Keluhkan Galon Tua, Ternyata Ini Dampak Buruknya bagi Tubuh
-
Tips Memilih Susu Berkualitas, Nutrisionis: Perhatikan Sumber dan Kandungannya
-
Pemulihan Optimal Setelah Operasi Dimulai dari Asupan Nutrisi yang Tepat
-
Diet Vegan Kurangi Emisi Gas Rumah Kaca Hingga 55 Persen, Apa Buktinya?
-
Lebih dari Sekadar Nutrisi, Protein Jadi Kunci Hidup Aktif dan Sehat
-
Kisah Dera Bantu Suami Melawan Penyakit GERD Melalui Pendekatan Holistik
-
Dari Antre Panjang ke Serba Cepat, Smart Hospital Ubah Cara Rumah Sakit Layani Pasien