Suara.com - Sebuah studi baru menemukan bahwa orang yang merokok ganja lebih dari sekali dalam satu bulan memiliki peningkatan risiko penyakit jantung dan serangan jantung.
Penelitian ini lebih banyak menyoroti mekanisme di balik hubungan ganja dengan kesehatan jantung, yang didasarkan pada analisis data dengan sampel 500.000 orang.
Dalam tes lebih lanjut terhadap tikus, peneliti juga menemukan kandungan psikoaktif tetrahydrocannabinol (THC) dapat menyebabkan peradangan pada sel endotel yang melapisi bagian dalam pembuluh darah serta aterosklerosis (pengerasan atau penebalan arteri).
Penyebab serangan jantung dari merokok ganja adalah peningkatan jumlah molekul inflamasi dalam darah secara signifikan dalam tiga jam.
Terlebih, THC menyebabkan peradangan pada sel endotel manusia, yang tumbuh di laboratorium. Sementara uji coba pada tikus menunjukkan perkembangan plak aterosklerosis setelah disuntik dengan THC.
THC menciptakan efek tersebut dengan mengikat reseptor yang disebut CB1 di otak manusia, lapor Science Alert.
Agar tidak terjadi efek tersebut, peneliti pun mencari reseptor CB1 antagonist, molekul yang dapat membatasi pengikatan ketika reseptor menjadi terlalu aktif.
Peneliti menemukan genistein, yang pada tikus tampaknya bisa memblokir efek berbahaya dari THC sambil tetap mempertahankan efek baiknya, seperti penghilang rasa sakit dan merangsang nafsu makan.
"Jadi, genistein berpotensi menjadi obat yang aman daripada reseptor CB1 antagonist sebelumya. Genistein juga sudah digunakan sebagai suplemen nutrisi... jadi seharusnya tidak menyebabkan efek samping yang merugikan," kata ahli biologi Mark Chandy dari Stanford University, AS.
Baca Juga: Sopir Mengalami Serangan Jantung, Avanza Terperosok di Jalan Raya Ngawi Caruban
Langkah selanjutnya adalah menjalankan uji klinis pada manusia untuk melihat efek genistein sebenarnya, apakah benar bisa mengurangi risiko penyakit jantung pada perokok ganja.
Berita Terkait
-
Pernikahan Kacau saat Para Tamu Mabuk, Diduga Pengantin Wanita Mencampur Ganja dengan Makanan
-
Peristiwa Jadi Sorotan Kemarin, Dari Komunitas Vespa Pesta Ganja Sampai Petani Bondowoso Miliki Senjata Api
-
POPULER: Marshel Widianto Pernah Dapat 1000 Dolar dari Indra Kenz, Pemuda di Bekasi Budidaya Ganja di Apartemen
Terpopuler
- Menteri PU Panggil Pulang ASN Tugas Belajar di London Diduga Hina Program MBG
- Honor X7d Resmi Meluncur di Indonesia, HP Tangguh 512GB, Baterai Awet 6500mAh, Harga Rp4 Jutaan
- 7 Parfum Tahan Lama di Indomaret, Wangi Mewah tapi Harga Ramah
- 5 Lipstik Wardah Tahan Lama dan Tidak Luntur Saat Makan, Cocok untuk Daily hingga Kondangan
- 5 HP Xiaomi Paling Murah 2026, Mulai Rp1 Juta Spesifikasi Mantap untuk Harian
Pilihan
-
Babak Baru The Blues: Menanti Sihir Xabi Alonso di Tengah Badai Pasang Surut Karirnya
-
Maut di Perlintasan! Kereta Hantam Bus di Bangkok hingga Terbakar, 8 Orang Tewas
-
Setahun Menggantung, Begini Nasib PSEL di Kota Tangsel: Pilih Mandiri, Tolak Aglomerasi
-
Di Tengah Maraknya Klitih, Korban Kejahatan di Jogja Harus Cari Penjamin Biaya Medis Sendiri
-
Admin Fansbase Bawa Kabur Duit Patungan Voting, Rio Finalis Indonesian Idol Tereliminasi
Terkini
-
Gudang Berdebu hingga Area Perkebunan, Ini Lingkungan yang Bisa Jadi Sarang Penularan Hantavirus
-
Waspada Hantavirus, Ketahui Cara Membersihkan Kotoran Tikus yang Benar
-
Rahim Ayu Aulia Diangkat Gegara Tumor Ganas, Benarkah Riwayat Aborsi Jadi Pemicunya?
-
Gatal-Gatal Tak Kunjung Sembuh? Bisa Jadi Tanda Gangguan Liver yang Sering Diabaikan
-
Turun 10 Kg dalam 8 Minggu, Ini Perjalanan Vicky Shu Jaga Berat Badan dengan Pendampingan Medis
-
Panas Ekstrem Ancam Ibu Hamil, Risiko Prematur hingga Bayi Lahir Mati Meningkat
-
Konsumsi Gula Orang Indonesia Tembus 75 Gram Sehari: Ancaman Serius Bagi Kesehatan Gigi
-
Kasus Hantavirus Ada di Provinsi Indonesia Mana Saja? Korban Meninggal Capai 3 Orang
-
Hantavirus Ada Sejak Kapan? Menilik Sejarah dan Munculnya Kasus di Indonesia
-
Gejala Awal Mirip Flu, Apa Perbedaan Hantavirus dan Corona?