Suara.com - Sindrom ovarium polikistik (PCOS) merupakan gangguan hormonal yang paling umum pada wanita usia reproduksi. Kondisi ini memengaruhi ovulasi dan hormon yang berperan dalam metabolisme.
Penderita PCOS memiliki kadar hormon testosteron yang lebih tinggi dari perempuan lainnya. Gejala dari kondisi ini meliputi rambut di wajah, menstruasi yang tidak teratur, jerawat, dan kesulitan menurunkan berat badan.
"Padahal, penurunan berat badan dapat membantu mengurangi gejala yang mengalaminya," kata konsultan endokrinologi reproduksi dan andrologi Channa Jayasena di Imperial College, Inggris.
Menurut Insider, berikut 4 cara menurunkan berat badan bagi penderita PCOS:
1. Seimbangkan gula darah dengan karbohidrat kompleks
Karbohidrat kompleks melepaskan energi secara perlahan dan kaya serat.
Makanan yang termasuk karbohidrat kompleks adalah roti gandum, sereal, kentang dengan kulit, dan gandum bulgur.
Sementara karbohidrat sederhana, seperti roti putih, pasta, atau nasi putih, dapat melepaskan energi secara cepat. Ketika kita makan makanan manis atau karbohidrat sederhana, tubuh kita memproduksi lebih banyak insulin.
2. Prioritaskan protein dan lemak sehat
Baca Juga: Minum Kopi Dingin Bisa Bantu Menurunkan Berat Badan, Benar Demikian?
Asupan protein dapat membantu memperlambat pelepasan glukosa atau gula.
"Ini tidak berarti Anda perlu makan makanan berprotein tinggi, namun setidaknya sebagian besar makanan mengandung protein," kata Jayasena, dilansir Insider.
3. Olahraga untuk membentuk otot
Daripada melakukan latihan intensitas tinggi yang berbasis kardio, fokuslah pada latihan ketahanan untuk membangun otot.
“Otot menyedot glukosa darah, sehingga tubuh Anda tidak perlu memproduksi insulin sebanyak-banyaknya," kata ahli gizi dan spesialis PCOS Clare Goodwin.
4. Tidur secara cukup
"Kurang tidur meningkatkan produksi insulin dan mengidam makanan manis," kata Goodwin.
Kedua faktor tersebut dapat menyebabkan penambahan berat badan.
Sebuah studi menunjukkan hanya tidur selama lima jam semalam dalam satu minggu dapat mengurangi sensivitas insulin hingga sekitar 25%.
Berita Terkait
Terpopuler
- Istana Diminta Istirahatkan Qodari atau Demo Mahasiswa Bisa Makin Besar
- Ciri-Ciri Sepatu Berbahan Kulit Babi, Kenali sebelum Membeli
- 4 Sepatu Jalan Kaki Lokal Terbaik Harga Rp300 Ribuan Sesuai Review, Kualitas Jempolan
- Roy Suryo Ditangkap di Bintaro Terkait Kasus Ijazah Palsu Jokowi, Sempat Diancam Borgol
- 4 Pompa Air Kedalaman 20 Meter ke Atas, Hemat Listrik dan Tekanan Air Stabil
Pilihan
-
Salah Sasaran Evaluasi: Menilai Program MBG Lewat Respons Anak Itu Absurd
-
Dasco di Mobil Komando Aksi: Aspirasi Kawan-kawan Sudah Disampaikan, Hidup Mahasiswa!
-
Bukan Sekadar Karaoke, Orutaku Club Jadi Mesin Waktu Bagi Wibu Generasi 90-an
-
Kejagung Tetapkan Glory Harimas Sihombing Tersangka, Dugaan Jual Beli Titik Dapur MBG Terungkap
-
Wamensesneg Terluka Kena Batu, Kivlan Zen Berdarah Saat Eksekusi Hotel Sultan GBK Ricuh
Terkini
-
Makin Banyak Anak Puber Sebelum Waktunya, Dokter Kandungan Waspada Gangguan Hormon!
-
Bukan Sekadar Haus, Ini Alasan Mengapa Air Putih Saja Tidak Cukup Saat Latihan Intens
-
Informed Consent Bukan Sekadar Formalitas: Mengapa Dokter Wajib Bicara Langsung dengan Anda?
-
Sering Dianggap Ganas, Padahal Sebagian Besar Tumor Otak Bersifat Jinak
-
Kasus Dermatitis pada Bayi dan Anak Terus Meningkat, Ini Cara Cegah Eksim Si Kecil Kambuh
-
Terapi Stem Cell Kian Berkembang, untuk Peremajaan Kulit hingga Pemulihan Cedera Sendi
-
Mata Merah dan Buram Tak Boleh Dianggap Sepele, Bisa Jadi Tanda Kerusakan Kornea
-
Kesehatan Penglihatan Tak Boleh Diabaikan, Ini Pentingnya Koreksi Refraksi yang Tepat
-
Perawatan Gigi Anak yang Nyaman, Bantu Si Kecil Tumbuh dengan Senyum Sehat dan Percaya Diri
-
Tren Sport Nutrition, Ini Peran Asupan Energi dalam Olahraga Endurance