Suara.com - Baru-baru ini, Caisar YKS menghebohkan publik karena melakukan live TikTok selama 24 jam. Bahkan, sejumlah netizen justru mengatakan ia sudah live selama 3 hari.
Hal ini membuat netizen menduga Caisar YKS sedang menggunakan narkoba jenis sabu. Apalagi, ketika akun TikTok BNN ikut komentar dalam siaran live-nya.
Netizen menduga Caisar YKS menggunakan narkoba sabu, karena menilai wajahnya yang terlihat tidak segar dan kurang sehat. Selain itu, mereka menikah, kantung matanya menebal dan matanya beler sambil sesekali Caisar juga terlihat ke luar frame.
"Udah pucat itu mukanya," @pain's berkomentar.
"Tinggal nunggu digrebeg doang," @Rafif membalas.
"Sampai jam berapa livenya?," akun resmi BNN bertanya.
Seperti yang kita tahu, sabu termasuk salah satu jenis narkotika yang sering disalahgunakan. Narkoba jenis ini bisa menstimulasi saraf pusat dan menyebabkan kecanduan.
Dilansir dari Alodokter, sabu biasanya berbentuk bubuk kristal putih, tidak berbau dan terasa pahit, yang mana penggunaannya bisa ditelan, disuntikan atau diisap.
Orang yang sedang menggunakan sabu atau jenis narkotika lainnya mungkin akan menunjukkan ciri-ciri berikut.
Baca Juga: Penelitian AS: Virus Corona Covid-19 Perburuk Kondisi Asma pada Anak-Anak
- Perubahan fisik
- Napsu makan menurun
- Bernapas lebih cepat
- Nadi lebih cepat dan tidak teratur
- Peningkatan tekanan darah dan demam
- Kulit kusam, mulut kering, gigi patah dan bernoda
- Halusinasi dan delusi
Seseorang bisa dibuktikan sedang mengonsumsi narkoba atau tidak hanya dengan melakuakn tes urine, tes darah dan tes rambut.
Berita Terkait
Terpopuler
- Lirik Lagu 'MBG Mas Bahlil Ganteng' yang Viral, Lengkap Asal Usulnya
- 7 HP Midrange Serasa Flagship 2026: Spesifikasi Premium dan Performa Juara
- 5 HP Realme RAM 12 GB dan Kamera Jernih Paling Murah Mulai Rp2 Jutaan
- 4 Sepatu Nike Tanpa Tali Serbaguna: Nyaman untuk Olahraga, Praktis buat Jalan Santai
- 5 Rekomendasi Lipstik Anti Luntur Saat Dipakai Makan Gorengan
Pilihan
-
Bos Nvidia Serobot Antrean Jagung Bakar dengan Traktir Semua Pembeli, Egois atau Dermawan?
-
BREAKING NEWS! Persija Resmi Tidak Perpanjang Kontrak Mauricio Souza
-
Eks Wamenaker Noel Ebenezer: Hukum Mati Saja Saya!
-
Staf Ahli Gubernur Kaltim Bawa-Bawa Status 'Cucu Nabi' demi Redam Demo Massa
-
Cara Buka Tabungan Pesirah Bank Sumsel Babel dari HP, Tak Perlu Antre di Bank
Terkini
-
Teknologi PET-CT hingga CAR T-Cell Therapy Ubah Lanskap Pengobatan Kanker Modern
-
Tren Kesehatan Preventif Meningkat, Jaminan Keamanan Pasien dari Risiko Tak Terduga Jadi Perhatian
-
Suara.com dan Pertamedika IHC Jajaki Peluang Kolaborasi Lawan Hoaks Kesehatan di Era AI
-
Mengenal Golden Period Stroke, Waktu Penting yang Menentukan Pemulihan Pasien
-
Akreditasi JCI Perkuat Posisi Bali sebagai Destinasi Wisata Medis Dunia
-
Bukan Sekadar Salah Makan: Mengenal IBD, Penyakit 'Silent Killer' yang Mengintai Usia Produktif
-
Waspada! Ancaman Ebola Selevel Awal Pandemi Covid-19
-
Obesitas Tak Lagi Sekadar Masalah Berat Badan, Kapan Perlu Bedah Bariatrik?
-
Risiko Paparan Darah Tenaga Medis Masih Tinggi, Prosedur IV Jadi yang Paling Diwaspadai
-
Dari Saraf hingga Kanker, MRI Berbasis AI Tingkatkan Akurasi dan Kecepatan Penanganan Pasien