Suara.com - Siklus menstruasi terlambat terkadang menjadi momen yang menegangkan, terutama pada orang yang aktif secara seksual tapi belum berencana memiliki anak dalam waktu dekat.
Padahal, menstruasi yang terlambat belum pasti prtanda kehamilan. Ada beberapa faktor lain yang bisa menyebabkan periode menstruasi terlambat.
Berikut ini dilansir dari Times of India, beberapa alasan umum dari terlambat menstruasi tetapi bukan disebabkan oleh hamil lagi.
1. Olahraga berlebihan
Rutin olahraga memang baik untuk menjaga kesehatan secara keseluruhan. Olahraga membantu menjaga penyakit kronis dan meningkatkan kesejahteraan mental.
Tapi, olahraga yang meningkat secara mendadak bisa menyebabkan kadar estrogen menurun, mempengaruhi ovulasi dan menstruasi Anda.
Sedangkan, olahraga hanya satu atau dua jam tidak akan menyebabkan perubahan hormonal. Anda membutuhkan jam olahraga yang lebih panjang dan melelahkan untuk melihat terjadinya perubahan hormon.
2. Stres
Stres adalah hal yang manusiawi dan bisa dialami semua orang. Tapi, stres kronis bisa mempengaruhi siklus menstruasi Anda.
Baca Juga: Langsung Tidur Setelah Makan Bisa Picu Serangan Jantung, Gejalanya Sensasi Panas di Dada
Saat Anda berada di bawah stres yang berlebihan, tubuh akan menghasilkan hormon kortisol yang menyebabkan menstruasi tertunda.
3. Fluktuasi berat badan
Setiap perubahan berat badan Anda dapat mengubah siklus menstruasi bulanan, termasuk kelebihan berat badan, kekurangan berat badan atau mengalami berat badan naik turun mendadak. Semua kondisi itu bisa menyebabkan menstruasi terlambat.
Selain itu, penyakit dan gangguan umum yang terkait dengan berat badan seperti obesitas, anoreksia, bulimia, atau diabetes tidak terkontrol juga dapat memengaruhi siklus menstruasi Anda.
4. Menyusui
Saat Anda menyusui, Anda cenderung mengalami menstruasi yang ringan dan jarang atau amenore. Hal yang wajar terjadi bila Anda terlambat atau tidak mengalami menstruasi selama fase menyusui.
Bukan berarti Anda sedang hamil lagi. Menyusui adalah bentuk alami dari pengendalian diri setelah melahirkan. Karena itu, Anda juga harus berhati-hati jika Anda tidak berencana untuk memiliki bayi lagi.
5. Penyakit umum
Kondisi hormonal seperti sindrom ovarium polikistik (PCOS) atau gangguan tiroid dapat menyebabkan periode menstruasi terlambat. Selain itu, penyakit kelenjar adrenal, tumor hipofisis, kista ovarium, disfungsi hati dan diabetes juga dapat menyebabkan siklus menstruasi Anda tidak seimbang.
Berita Terkait
Terpopuler
- Dari Koruptor Kembali ke Rakyat: Aset Rp16,39 Miliar Kini Disulap Jadi Sekolah hingga Taman di Jabar
- Teman Sentil Taqy Malik Ambil Untung Besar dari Wakaf Alquran di Tanah Suci: Jangan Serakah!
- HP Bagus Minimal RAM Berapa? Ini 4 Rekomendasi di Kelas Entry Level
- Simulasi TKA: 15 Soal Matematika Kelas 6 SD Materi Bangun Ruang dan Statistika
- Link Download 40 Poster Ramadhan 2026 Gratis, Lengkap dengan Cara Edit
Pilihan
-
Opsen Pajak Bikin Resah, Beban Baru Pemilik Motor dan Mobil di Jateng
-
Here We Go! Putra Saparua Susul Tijjani Reijnders Main di Premier League
-
Kabar Baik dari Elkan Baggott untuk Timnas Indonesia
-
Jaminan Kesehatan Dicabut, Ribuan Warga Miskin Magelang Tercekik Cemas: Bagaimana Jika Saya Sakit?
-
Lagu "Cita-citaku (Ga Jadi Polisi)" Milik Gandhi Sehat Ditarik dari Peredaran, Ada Apa?
Terkini
-
Ruam Popok Bukan Sekadar Kemerahan, Cara Jaga Kenyamanan Bayi Sejak Hari Pertama
-
Tak Hanya Indonesia, Nyamuk Wolbachia Cegah DBD juga Diterapkan di Negara ASEAN
-
Dokter Ungkap Pentingnya Urea Breath Test untuk Cegah Kanker Lambung
-
Self-Care Berkelas: Indonesia Punya Layanan Kesehatan Kelas Dunia yang Nyaman dan Personal
-
Lupakan Diet Ketat: Ini 6 Pilar Nutrisi Masa Depan yang Bikin Sehat Fisik dan Mental di 2026
-
Waspadai Jantung dan Stroke Tak Bergejala, Teknologi Presisi Jadi Kunci Penanganan Cepat
-
Waspadai Jantung dan Stroke Tak Bergejala, Teknologi Presisi Jadi Kunci Penanganan Cepat
-
Rahasia Puasa Tetap Kenyang Lebih Lama Tanpa Loyo, Ini Pendamping Sahur yang Tepat
-
Lantai Licin di Rumah, Ancaman Diam-Diam bagi Keselamatan Anak
-
Zero-Fluoroscopy, Solusi Minim Risiko Tangani Penyakit Jantung Bawaan Anak hingga Dewasa