Suara.com - Sebuah penelitian mengungkapkan makan cokelat bisa membantu mengurangi risiko kematian dini sebesar 12 persen.
Karena, risiko seseorang terkena penyakit jantung atau kanker menurun hingga 16 persen dengan mengonsumsj cokelat rutin.
Mereka menemukan orang yang makan setidaknya 2 batang cokelat 4 kali lebih kecil risikonya menderita diabetes, dibandingkan dengan mereka yang tidak makan sama sekali.
Selain itu, para ahli mengatakan cokelat bisa menurunkan kolesterol jahat dan tekanan darah tinggi.
Para ilmuwan mengatakan hal ini disebabkan oleh senyawa dalam kakao yang dikenal sebagai flavonoid membantu meningkatkan kesehatan pembuluh darah.
Meski begitu, Prof Jiaqi Huang, dari Institut Kanker Nasional AS di Maryland, mengatakan penelitian ini mungkin tidak memperhatikan risiko kesehatan dari mengonsumsi cokelat dalam jumlah rendah hingga sedang.
British Heart Foundation mengatakan penelitian itu tidak cukup untuk merekomendasikan orang makan cokelat guna mengurangi risiko penyakit jantung.
"Tidak apa untuk makan sesekali. Tapi, tidak ada makanan atau nutrisi yang lebih penting daripada diet seimbang," kata British Heart Foundation dikutip dari The Sun.
Baca Juga: Ahli Sebut Dua Jenis Varian Omicron dari Afrika Dilabeli Varian Perhatian
Berita Terkait
Terpopuler
- 5 Sampo Penghitam Rambut di Indomaret, Hempas Uban Cocok untuk Lansia
- 5 Mobil Kecil Bekas yang Nyaman untuk Lansia, Legroom Lega dan Irit BBM
- 7 Mobil Bekas untuk Grab, Mulai Rp50 Jutaan: Nyaman, Irit dan Tahan Lama!
- 5 Mobil Suzuki dengan Pajak Paling Ringan, Aman buat Kantong Pekerja
- 5 Mobil Bekas Rekomendasi di Bawah 100 Juta: Multiguna dan Irit Bensin, Cocok Buat Anak Muda
Pilihan
-
Rupiah Terkapar di Level Rp16.819: Kepercayaan Konsumen Lesu, Fundamental Ekonomi Jadi Beban
-
Kala Semangkok Indomie Jadi Simbol Rakyat Miskin, Mengapa Itu Bisa Terjadi?
-
Emiten Ini Masuk Sektor Tambang, Caplok Aset Mongolia Lewat Rights Issue
-
Purbaya Merasa "Tertampar" Usai Kena Sindir Prabowo
-
Darurat Judi Online! OJK Blokir 31.382 Rekening Bank, Angka Terus Meroket di Awal 2026
Terkini
-
Krisis Senyap Pascabencana: Ribuan Pasien Diabetes di Aceh dan Sumut Terancam Kehilangan Insulin
-
Fakta Super Flu Ditemukan di Indonesia, Apa Bedanya dengan Flu Biasa?
-
Soroti Isu Perempuan hingga Diskriminasi, IHDC buat Kajian Soroti Partisipasi Kesehatan Indonesia
-
Mengapa Layanan Wellness dan Preventif Jadi Kunci Hidup Sehat di 2026
-
Ancaman Kuman dari Botol Susu dan Peralatan Makan Bayi yang Sering Diabaikan
-
Terlalu Sibuk Kerja Hingga Lupa Kesehatan? Ini Isu 'Tak Terlihat' Pria Produktif yang Berbahaya
-
Lebih dari Separuh Anak Terdampak Gempa Poso Alami Kecemasan, Ini Pentingnya Dukungan Psikososial
-
Pakar Ungkap Cara Memilih Popok Bayi yang Sesuai dengan Fase Pertumbuhannya
-
Waspada Super Flu Subclade K, Siapa Kelompok Paling Rentan? Ini Kata Ahli
-
Asam Urat Bisa Datang Diam-Diam, Ini Manfaat Susu Kambing Etawa untuk Pencegahan