Suara.com - Menjaga kesehatan kulit agar tetap tampil menarik memang jadi hal yang penting. Namun demikian, kesehatan kulit juga wajib terjaga agar terhindar dari macam-macam penyakit kulit yang senantiasa mengintai.
Penyakit kulit sendiri bisa disebabkan oleh berbagai hal. Mulai dari penyebab ringan seperti iritasi atau akibat kurang menjaga kebersihan, hingga penyebab yang lebih serius seperti reaksi obat, alergi, atau kelainan pada kulit.
Maka untuk mengetahui beberapa jenis penyakit kulit yang sering mengancam, Anda bisa simak macam-macam penyakit kulit di bawah ini.
1. Hemangioma
Penyakit ini terjadi saat ada jaringan darah yang abnormal di dalam tubuh dan memicu tumbuhnya daging atau kulit namun bukan kanker. Sialnya, penyakit ini sering muncul di lapisan organ dalam manusia.
Penyakit ini masuk ke dalam jenis tumor pembuluh darah, dan bisa mengakibatkan kulit terlihat ungu atau biru saat muncul di lapisan kulit dalam. Selain di hati, penyakit kulit ini bisa muncul di kulit kepala, tangan, kaki, punggung, dada, hingga wajah.
2. Cold Sore
Juga dikenal dengan istilah lain Herpes Simplex Virus, adalah penyakit yang ditandai dengan lepuhan terasa sakit di bagian mulut atau bibir. Penyakit ini sering dialami anak-anak dan bisa sembuh dengan sendirinya, meski memakan waktu yang tidak sebentar.
Saat terserang penyakit kulit ini, seorang akan mengalami beberapa gejala yang mirip dengan flu. Ditularkan lewat air liur dan kontak fisik pada bagian tubuh yang terbuka, sebenarnya penyakit ini cukup mudah untuk dihindari karena penderitanya tampak secara jelas.
Baca Juga: Jangan Diabaikan, Dokter Sebut Perubahan Kuku Ini Bisa Jadi Tanda Kanker Kulit Langka!
3. Bisul
Yap, siapa tak mengenal bisul. Munculnya benjolan dari dalam kulit disertai rasa nyeri, dengan warna kemerahan, dan berisi nanah, penyakit kulit yang satu ini disebabkan oleh infeksi bakteri pada kulit.
Bakteri yang masuk ke pori-pori ini akan menginfeksi akar rambut, sehingga muncullah bisul yang sangat menganggu aktivitas Anda.
4. Selulitis
Merupakan kondisi infeksi bakteri yang menyebabkan kulit membengkak, kemerahan, terasa lunak, namun sakit saat disentuk. Selulitis ini awam terjadi di area tungkai tapi mungkin juga terjadi di bagian tubuh aliun.
Infeksi yang terjadi bisa menyebar melalui kelenjar getah bening dan pembuluh darah yang menyerang jaringan di bawah kulit. Penyakit ini tidak menular, namun baiknya lekas diatasi.
Berita Terkait
Terpopuler
- Deretan Tokoh Top Bakal Turun Gunung ke UGM Besok, Bahas Nasib Bangsa Lewat Konferensi Republik
- Prabowo Disebut Habiskan Rp5,8 Miliar untuk Hotel di Paris, Sandhy Sondoro: Asoy Geboy Gemoy
- Budget Rp2 Juta Dapat HP Samsung Apa? Ini 3 Pilihan dengan RAM 8 GB, Kamera OIS, Layar AMOLED
- Terpopuler: Lipstik Tahan Lama untuk Bibir Hitam, Sepatu New Balance Tanpa Tali untuk Jalan Jauh
- Pandji Pragiwaksono Soroti 'Pengakuan Terbuka' Prabowo Soal Keterlibatan Partai dalam Tender Negara
Pilihan
-
Prabowo: Kalau Kita Lapar, Tidak Ada Bangsa Lain yang Kasihan dan Bantu
-
Prabowo Tabuh Genderang Perang: Kita Lawan Kelompok Anti Tanah Air
-
Prabowo Pidato 1 Juni 2026: Lawan Asing, Waktunya Kembali ke Ekonomi Pancasila
-
Rambah Cempaka: Perempuan yang Bersemayam di Batu Lumpang
-
Jay Idzes Tercoret! Ini Daftar Pemain Timnas Indonesia Hadapi FIFA Matchday
Terkini
-
Bukan Sekadar Kenyang, Ahli Gizi Ingatkan Pentingnya Nutrisi Seimbang untuk Menjaga Kualitas Hidup
-
Waspada! Ini Tanda Kelebihan Vitamin B6, dari Kesemutan hingga Kerusakan Saraf
-
Fakta Kanker Payudara yang Jarang Dibahas: Harapan Baru dan Pentingnya Skrining
-
Perempuan Hadapi Dampak Lebih Besar dari Gelombang Panas Ekstrem
-
Cara Memilih Susu Formula, Ini 5 Kriteria yang Perlu Diperhatikan Orang Tua
-
Bikin Khawatir, Biaya Kesehatan Makin Mahal: Apa yang Harus Kita Lakukan?
-
Ribuan Bayi Lahir dengan Talasemia Tiap Tahun, Skrining Dini Semakin Mendesak
-
Ritme Sirkadian dan Usus Saling Terhubung, Begadang Bisa Ganggu Pencernaan
-
Teknologi PET-CT hingga CAR T-Cell Therapy Ubah Lanskap Pengobatan Kanker Modern
-
Tren Kesehatan Preventif Meningkat, Jaminan Keamanan Pasien dari Risiko Tak Terduga Jadi Perhatian