Suara.com - Pemerintah melalui Satgas Covid-19 menyebut pandemi masih dalam situasi terkendala, beberapa pekan usai Lebaran 2022. Hal ini berbeda dengan keadaan tahun lalu, di mana Libur Lebaran meningkatkan jumlah kasus Covid-19 secara signifikan.
Dari kondisi kasus di tingkat nasional, Indonesia terus menunjukkan perbaikan pada indikator kasus aktif dan kesembuhan dengan angka diatas rata-rata dunia. Sayangnya, pada indikator kematian masih bertahan pada angka yang sama. Bahkan, angka ini masih diatas rata-rata dunia.
Lebih lanjut, dapat dicermati perkembangan pada 3 indikator tersebut. Pertama, kasus aktif. Di tingkat nasional trennya tetap menunjukkan penurunan yang baik menjadi 0,08% pada pekan terakhir dan lebih rendah sekitar 4% di bawah rata-rata dunia. Data per 8 Mei lalu, jumlahnya terdapat 6 ribu orang penderita COVID-19. Namun, per 15 Mei turun menjadi sekitar 4700 orang.
Indikator kedua yaitu kematian. Baik persentase maupun jumlah kematian di Indonesia cenderung tetap dibandingkan pekan sebelumnya, yaitu 2,59%. Sementara jumlah orang meninggal rata-rata dalam 3 bulan terakhir terus menurun dan saat ini rata-ratanya di angka 13 kasus.
Indikator ketiga, kesembuhan. Dibanding pekan lalu, terjadi peningkatan jumlah orang sembuh pada level nasional. Di minggu ini, terdapat sekitar 3.600 orang sembuh, dengan persentasenya sebesar 97,34 %. Jika dibandingkan dengan dunia, Indonesia masih bertahan sekitar 3% di atas rata-rata dunia.
Disamping itu, perlu juga mencermati detail pada kasus aktif pada 34 Provinsi. Saat ini, 18 provinsi diantaranya, menunjukkan penurunan sehingga menunjukkan sudah semakin rendahnya potensi penularan di tengah masyarakat. Hal ini, didukung penanganan pasien yang baik sehingga orang yang tertular segera sembuh.
Hanya saja, pada 16 Provinsi lainnya masih menunjukkan kenaikan kasus aktif. Bahkan, pekan ini jumlahnya lebih banyak dibanding pekan lalu sebanyak 6 provinsi. Kenaikan terjadi sebagian adalah provinsi tujuan mudik atau asal pemudik terutama pada 3 provinsi yang menjadi terbesar dalam tujuan dan asal pemudik, yakni DKI Jakarta, Banten dan Jawa Timur.
Namun, terdapat kabar baiknya dari provinsi-provinsi yang saat ini teramati. Bahwa kenaikannya belum merupakan lonjakan kasus yang signifikan. Meski demikian, adanya kenaikan harus segera ditekan dengan kedisiplinan menjalankan protokol kesehatan yang menjadi kunci terkendalinya kasus.
"Upaya ini juga perlu diperkuat dengan kesadaran tinggi untuk dites apabila memiliki riwayat perjalanan jarak jauh, riwayat mengunjungi lokasi keramaian, serta merasa kurang sehat dan bergejala," tambah Juru Bicara Pemerintah untuk Penanganan COVID-19 Prof. Wiku Adisasmito.
Baca Juga: Satgas Covid-19 Ungkap Perubahan Aturan Perjalanan Pasca Mudik: Masih Wajib Antigen?
Untuk itu, kepada para kepala daerah dari provinsi-provinsi yang disebutkan sebelumnya harus segera mencegah terjadinya kenaikan kasus yang lebih tinggi lagi. Upayakan menggencarkan testing, tracing, dan treatment. Sementara, masyarakat juga dimohon tetap disiplin protokol kesehatan dan kesadaran tinggi untuk dites. Terutama dengan riwayat bepergian jarak jauh, mengunjungi tempat keramaian dan kerumunan, serta merasa tidak sehat dan bergejala.
"Tidak lelah saya ingatkan, mari lindungi kelompok rentan di sekitar kita. Seperti para penderita komorbid, anak-anak, orang lanjut usia, hingga mereka yang belum dapat divaksin. Jangan sampai kita tertular dan menjadi sumber penularan, terlebih di tengah potensi adanya orang tanpa gejala. Pastikan jangan bawa virus pulang," pungkas Wiku.
Berita Terkait
-
Mengenal COVID-19 'Stratus' (XFG) yang Sudah Masuk Indonesia: Gejala dan Penularan
-
Kenali Virus Corona Varian Nimbus: Penularan, Gejala, hingga Pengobatan Covid-19 Terbaru
-
Mengenal Virus Corona Varian Nimbus, Penularan Kasus Melonjak di 13 Negara
-
Kasus Kembali Meledak di Jakarta, Pramono Anung: COVID-19 Urusan Menkes!
-
Waspada Covid-19, Pakar Paru Sarankan Pemerintah Kembali Beri Vaksin Untuk Kelompok Rentan
Terpopuler
- Gerbang Polda DIY Dirobohkan Massa Protes Kekerasan Aparat, Demonstran Corat-coret Tembok Markas
- Setahun Andi Sudirman-Fatmawati Pimpin Sulsel, Pengamat: Kinerja Positif dan Tata Kelola Membaik
- Mahasiswi Tergeletak Bersimbah Darah Dibacok Mahasiswa di UIN Suska Riau
- Viral Bocah Beragama Kristen Ikut Salat Tarawih 3 Hari Berurut-turut, Celetukannya Bikin Ngakak
- 5 Rekomendasi Sepeda Lipat di Bawah 5 Juta yang Ringan dan Stylish, Mobilitas Semakin Nyaman
Pilihan
-
Jenazah Alex Noerdin Disalatkan di Masjid Agung Palembang, Ini Suasana Lengkapnya
-
John Tobing Sang Maestro 'Darah Juang' Berpulang, Ini Kisah di Balik Himne Reformasi
-
Pencipta Lagu 'Darah Juang' John Tobing Meninggal Dunia di RSA UGM
-
Hidup Tak Segampang Itu Ferguso! Ilusi Slow Living di Magelang yang Bikin Perantau Gulung Tikar
-
Hujan Gol, Timnas Indonesia Futsal Putri Ditahan Malaysia 4-4 di Piala AFF Futsal 2026
Terkini
-
Mendampingi Anak Gamer: Antara Batasan, Keamanan, dan Literasi Digital
-
Selamat Tinggal Ruam! Rahasia Si Kecil Bebas Bergerak dan Mengeksplorasi Tanpa Batasan Kenyamanan
-
Tantangan Penanganan Kanker di Indonesia: Edukasi, Akses, dan Deteksi Dini
-
Virus Nipah Mengintai: Mengapa Kita Harus Waspada Meski Belum Ada Kasus di Indonesia?
-
Transformasi Layanan Kesehatan Bawa Semarang jadi Kota Paling Berkelanjutan Ketiga se-Indonesia
-
Membangun Kebiasaan Sehat: Pentingnya Periksa Gigi Rutin bagi Seluruh Anggota Keluarga
-
Susu Kambing Etawa Indonesia Tembus Pameran Internasional: Etawanesia Unjuk Gigi di Expo Taiwan
-
Penanganan Penyintas Kanker Lansia Kini Fokus pada Kualitas Hidup, Bukan Sekadar Usia Panjang
-
Ini Rahasia Tubuh Tetap Bugar dan Kuat Menjalani Ramadan Optimal Tanpa Keluhan Tulang dan Sendi
-
Anak Sekolah Jadi Kelompok Rentan, Pemantauan Aktif Vaksinasi Dengue Diperluas di Palembang