Suara.com - Komedian Miing Bagito menjalani operasi bypass karena sakit jantung. Mulanya, Miing Bagito hendak menjalani pemasangan ring jantung, tetapi ternyata ia mengalami penyumbatan pembuluh darah.
Dokter mengatakan penyumbatan pembuluh darah Miing Bagito itu sudah ada selama bertahun-tahun.
Selain itu, dokter juga mengatakan kalau Miing Bagito menderita diabetes yang berhubungan dengan masalah pada jantungnya tersebut.
Diabetes dan penyakit jantung adalah dua kondisi medis yang saling beriringan. Orang yang menderita diabetes dua kali lebih berisiko menderita penyakit jantung atau stroke.
Semakin lama seseorang menderita diabetes, maka semakin besar risikonya menderita penyakit jantung, bahkan pada orang yang usianya lebih muda.
Diabetes bisa meningkatkan risiko penyakit jantung, karena gula darah yang tinggi bisa merusak pembuluh darah dan saraf yang mengontrol jantung.
Dilansir dari CDC, orang dengan diabetes juga lebih mungkin memiliki kondisi lain yang meningkatkan risiko penyakit jantung, seperti:
1. Tekanan darah tinggi
Tekanan darah tinggi meningkatkan kekuatan darah melalui arteri Anda dan dapat merusak dinding arteri. Bila Anda memiliki tekanan darah tinggi dan diabetes, ini akan meningkatkan risiko penyakit jantung.
Baca Juga: Pakar Kesehatan: Varian Omicron Berisiko Membuat Orang Terinfeksi Berulang Kali
2. Kolesterol tinggi
Kolesterol jahat yang terlalu tinggi dalam aliran darah Anda dapat membentuk plak pada dinding arteri yang rusak.
3. Trigliserida tinggi
Trigliserida tinggi dan kolesterol baik (HDL) yang rendah atau kolesterol LDL tinggi berkontribusi pada pengerasan arteri.
Tak satu pun dari kondisi ini memiliki gejala. Dokter Anda dapat memeriksa tekanan darah Anda dan melakukan tes darah sederhana untuk melihat apakah kadar LDL, HDL, dan trigliserida Anda tinggi.
Orang dengan diabetes juga lebih mungkin mengalami gagal jantung. Gagal jantung adalah kondisi serius, tetapi itu tidak berarti jantung berhenti berdetak.
Gagal jantung itu berarti jantung Anda tidak dapat memompa darah dengan baik. Hal ini dapat menyebabkan pembengkakan di kaki dan cairan menumpuk di paru-paru, sehingga Anda sulit untuk bernapas.
Gagal jantung cenderung memburuk dari waktu ke waktu, tetapi diagnosis dan pengobatan dini dapat membantu meringankan gejala dan menghentikan atau menunda kondisi yang semakin parah.
Berita Terkait
Terpopuler
- Tak Terima Ditahan KPK, Titin Rita Lestari Bongkar Peran Atasan di Kasus Suap BPK Muara Enim
- Tak Ikut Aksi Bareng Mahasiswa di Bundaran HI Hari Ini, Said Iqbal Ungkap Alasan Buruh
- Mengapa Pertalite Mau Dihapus?
- Indonesia Sudah Capek! Mahasiswa UI Serukan Demo di Bundaran HI, Tuntut Prabowo Akui Kesalahan
- 5 Lipstik Rekomendasi Fuji yang Tahan Lama, Tidak Kering dan Anti Pecah-Pecah
Pilihan
-
Aliansi Rakyat Memanggil Kritik Sederet Program Pemerintah, Tuntut Prabowo-Gibran Lengser
-
Hasil Piala Dunia 2026: Hajar Paraguay, Start Sempurna Amerika Serikat
-
Neymar Dipastikan Absen di Piala Dunia 2026, Kesalahan Pertama Ancelotti
-
Thamrin Lumpuh Total, Massa Aksi Mengular hingga Dukuh Atas Hingga Jumat Malam
-
Ngotot Mau Demo di Bundaran HI Meski Dihadang Aparat, Mahasiswa: Istana dan DPR Tak Mendengar Kami!
Terkini
-
Kolesterol Tinggi Sering Tanpa Gejala, Dokter Ingatkan Pentingnya Deteksi Dini sejak Usia 20 Tahun
-
Dokter Bantah Mitos Obat Kolesterol dan Diabetes Rusak Ginjal, Ini Penjelasannya
-
Anak Sering Ruam atau Diare Setelah Minum Susu? Bisa Jadi Tanda Alergi Susu Sapi
-
Metoo Hadirkan Senyum di Tengah Mobilitas Jakarta lewat Aktivasi Interaktif di CSW
-
Dorong Pola Makan Seimbang, Konsumsi Buah dan Sayur Masih Jadi Tantangan di Indonesia
-
Saat Lambung Mulai Sensitif, Ini Pilihan Makanan yang Lebih Ramah di Perut
-
Quinn Salman Selalu Sempatkan Waktu Bermain Bersama Keluarga, Ternyata Manfaatnya Bagus Banget?
-
Mobilitas Tinggi Bikin Kulit Lebih Rentan Terpapar Kuman, Kapan Perlu Antiseptik?
-
Ancaman Tak Terlihat bagi Lingkungan Perairan: Residu Antidepresan Meningkat di Sungai
-
Layanan Ortopedi Dalam Negeri Kian Dekat dengan Standar Internasional