Suara.com - Buah mangga memiliki rasa manis dan segar, serta mudah ditemukan di Indonesia. Namun bagi pengidap diabetes wajib berhati-hati saat mengonsumsi buah mangga. Kenapa?
Ya, pengidap diabetes tidak boleh sembarangan mengonsumsi buah untuk menghindari lonjakan gula darah. Pakar dari Departemen Nutrisi dan Diet dari Rumah Sakit Manipal Hebbal Bengaluru, Sherly Ganesh, mengatakan sebaiknya penderita diabetes hindari mengonsumsi buah mangga.
“Mangga mengandung gula alami, yang berkontribusi pada peningkatan kadar gula darah,” ungkap Sherly Ganesh dilansir HealthShots.
Namun, American Diabetes Association (ADA) merekomendasikan untuk menghitung buah dalam rencana makan. Karbohidrat memiliki 130 gram per hari. Dan seseorang dengan diabetes, harus mengonsumsi 45 hingga 60 gram karbohidrat per makanan, dan 15-30 gram untuk camilan.
Berapa Jumlah Mangga Yang Aman Dikonsumsi Penderita Diabetes?
Selain memiliki kaya vitamin A, vitamin B kompleks, vitamin C, dan polifenol, dan sumber lainnya, bagi penderita diabetes sebaiknya konsumsi mangga dalam jumlah sedang. Empat potong mangga sedang mengandung 15 gram karbohidrat.
“Untuk penderita diabetes, Anda bisa membatasi ukuran porsi dan bisa mengonsumsi satu potong setiap empat hari sekali,” ungkap Sherly.
Sherly juga menyarankan agar penderita diabetes bisa makan mangga, sebagai bagian dari campuran salad sayur seperti tomat, mentimun, bawang merah, lobak, dan ketumbar cincang.
Campurkan buah ini ke dalam salad sebanyak 4-5 potong mangga. Setelah itu, nikmatilah.
Baca Juga: Kenali 3 Khasiat Penting Minum Teh Buah Kawista bagi Kesehatan
Berita Terkait
-
Waspada Gula Darah Naik? Ini Jawaban Ilmiah Konsumsi Kurma untuk Diabetes
-
Apakah Kurma Aman untuk Diabetes? Cek Batasan Konsumsinya
-
5 Tips Puasa Aman bagi Penderita Diabetes, Gula Darah Tetap Stabil
-
Rahasia Puasa Tetap Kenyang Lebih Lama Tanpa Loyo, Ini Pendamping Sahur yang Tepat
-
Anak Muda Kian Banyak Kena Diabetes, Pemerintah Siapkan Label Khusus Pada Kemasan Produk Gula Tinggi
Terpopuler
- Pemerintah Tutup Ruang Pembentukan Provinsi Luwu Raya, Kemendagri: Ikuti Moratorium!
- Warga Sambeng Borobudur Pasang 200 Spanduk, Menolak Penambangan Tanah Urug
- Cerita Eks Real Madrid Masuk Islam di Ramadan 2026, Langsung Bersimpuh ke Baitullah
- Sosok Arya Iwantoro Suami Dwi Sasetyaningtyas, Alumni LPDP Diduga Langgar Aturan Pengabdian
- Menkop Ferry Minta Alfamart dan Indomaret Stop Ekspansi Karena Mengancam Koperasi Merah Putih
Pilihan
-
SBY Sentil Doktrin Perang RI: Kalau Serangan Udara Hancurkan Jakarta, Bagaimana Hayo?
-
Kasus Pembakaran Tenda Polda DIY: Perdana Arie Divonis 5 Bulan, Hakim Perintahkan Bebas
-
Bikin APBD Loyo! Anak Buah Purbaya Minta Pemerintah Daerah Stop Kenaikan TPP ASN
-
22 Tanya Jawab Penjelasan Pemerintah soal Deal Dagang RI-AS: Tarif, Baju Bekas, hingga Miras
-
Zinedine Zidane Comeback! Sepakat Latih Timnas Prancis Usai Piala Dunia 2026
Terkini
-
Selamat Tinggal Ruam! Rahasia Si Kecil Bebas Bergerak dan Mengeksplorasi Tanpa Batasan Kenyamanan
-
Tantangan Penanganan Kanker di Indonesia: Edukasi, Akses, dan Deteksi Dini
-
Virus Nipah Mengintai: Mengapa Kita Harus Waspada Meski Belum Ada Kasus di Indonesia?
-
Transformasi Layanan Kesehatan Bawa Semarang jadi Kota Paling Berkelanjutan Ketiga se-Indonesia
-
Membangun Kebiasaan Sehat: Pentingnya Periksa Gigi Rutin bagi Seluruh Anggota Keluarga
-
Susu Kambing Etawa Indonesia Tembus Pameran Internasional: Etawanesia Unjuk Gigi di Expo Taiwan
-
Penanganan Penyintas Kanker Lansia Kini Fokus pada Kualitas Hidup, Bukan Sekadar Usia Panjang
-
Ini Rahasia Tubuh Tetap Bugar dan Kuat Menjalani Ramadan Optimal Tanpa Keluhan Tulang dan Sendi
-
Anak Sekolah Jadi Kelompok Rentan, Pemantauan Aktif Vaksinasi Dengue Diperluas di Palembang
-
Cuma Pakai Dua Jari, Dokter Ungkap Cara Deteksi Sakit Jantung dari Raba Nadi