Suara.com - Penyakit jantung dan kardiovaskular merupakan penyakit serius yang sudah merenggut banyak nyawa. Tekanan darah tinggi pun jadi salah stau faktor risiko utama untuk penyakit jantung, seperti serangan jantung atau stroke.
Karena itu, cara terbaik untuk mencegah penyakit jantung dan mengelola tekanan darah tinggi Anda.
Sedangkan, cara paling efektif mengelola tekanan darah tinggi adalah melakukan perubahan gaya hidup, termasuk berhenti merokok, mengurangi konsumsi alkohol, olahraga rutin dan mengonsumsi makanan serta sayuran dan buah.
Meskipun sebagian besar sayur dan buah baik untuk kesehatan jantung, tetapi beberapa sayuran dan buah-buahan tidak memberikan dampak serupa.
Tahukah Anda? Zaitun justru menjadi salah satu jenis buah yang belum pasti baik bagi mereka yang ingin mengontrol tekanan darah tingginya.
Karena, buah zaitun yang dijual dalam kemasan mengandung banyak garam. Seperti diketahui, semakin tinggi asupan garam, maka makin tinggi pula tekanan darah seseorang.
"Garam membuat tubuh Anda menahan air. Jika Anda makan terlalu banyak, air ekstra dalam darah Anda bisa meningkatkan tekanan darah," kata Blood Pressure UK dikutip dari Express.
Jika Anda sudah memiliki tekanan darah tinggi, terlalu banyak asupan garam bisa meningkatkan kadarnya lebih lanjut dan mungkin obat tekanan darah juga tidak bekerja sebagaimana mestinya.
Obat tekanan darah yang sering dikonsumsi pasien antara lain ACE inhibitor, Angiotensin-2 receptor blocker, calcium channel blocker, beta blocker, dan diuretik.
Baca Juga: Vaksin Covid-19: Pfizer Ajukan Izin Penggunaan untuk Balita di Amerika Serikat
Berita Terkait
Terpopuler
- 5 HP Xiaomi dengan Snapdragon 8 Elite Gen 5, Terkencang di 2026!
- 7 Sepatu Lari Tahan Air Selevel Nike Vomero 18 GTX, Kualitas Top
- Sunscreen SPF 50 Apa yang Bagus? Ini 5 Pilihan untuk Perlindungan Maksimal
- Harga Pertamax Naik Nyaris Rp18.000 di April Besok? Ini Kata Pertamina
- Foto Pangakalan Militer AS di Arab Saudi Hancur Beredar, Balas Dendam Usai Trump Hina MBS
Pilihan
-
Swasta Diimbau Ikut WFH, Tak Ada Sanksi Menanti
-
Habib Rizieq Shihab: Umat Islam Sunni dan Syiah Harus Bersatu Lawan AS-Israel
-
Kepulangan Jenazah Praka Farizal dari Lebanon ke Kulon Progo Diestimasikan Tiba Jumat Lusa
-
Update Tarif Listrik per kWh April 2026, Apakah Ada Kenaikan Harga?
-
Mulai Besok! BPH Migas Resmi Batasi Pembelian Pertalite dan Solar, Cek Aturan Mainnya
Terkini
-
Mengenal Neuro-Afirming, Solusi Kesehatan Mental untuk Anak Spesial di Indonesia
-
Residu Obat Ditemukan di Sungai dan Danau, Begini Dampak Nyatanya
-
Tak Perlu ke Luar Negeri, Indonesia Kini Perkuat Pengobatan Kanker Lewat Pendekatan Multidisiplin
-
Penjelasan Kemenkes soal Kematian Dokter di Cianjur: Positif Campak dengan Komplikasi Jantung-Otak
-
Kasus Campak di Indonesia Turun Drastis 93 Persen Sejak Awal Tahun 2026
-
Cegah Penularan, Kemenkes Keluarkan Aturan Baru Kewaspadaan Campak di RS
-
Lawan Risiko Penyakit Pascabanjir: Membangun Kembali Harapan Lewat Akses Air dan Nutrisi Sehat
-
Solusi Makan Nasi Lebih Sehat: Cara Kurangi Karbohidrat Tanpa Diet Ekstrem
-
Ketahui Manfaat Tak Terduga Bermain Busa Lembut Saat Mandi untuk Perkembangan Otak Si Kecil
-
Campak pada Orang Dewasa Apakah Menular? Ketahui Gejala, Pencegahan, dan Pengobatannya