Suara.com - Tahukah Anda bahwa risiko cedera karena terjatuh dipengaruhi oleh tinggi badan? Ya, penelitian menunjukan orang tinggi lebih dari 152 centimeter ternyata lebih berisiko sakit dibanding orang yang lebih pendek.
Temuan ini didapatkan setelah peneliti mengamati lebih dari 1.000 penyakit pada 250 ribu lelaki dan perempuan berkulit putih, hitam dan coklat di AS.
Hasilnya peneliti menemukan bahwa tinggi badan dikaitkan pada risiko detak jantung tak teratur atau aritmia, varises, kerusakan saraf dan borok pada kaki.
Selain itu, semakin tinggi badan seseorang maka semakin berisiko alami infeksi penyakit kulit dan tulang. Ditambah mereka juga berisiko alami pembekuan darah, kerusakan saraf, dan infeksi jamur di kuku.
Mengutip Dailymail, Sabtu (4/6/2022) sebagai yang meneliti, peneliti dari Rocky Mountain Regional VA Medical Center tidak tahu alasan orang tinggi cenderung alami lebih banyak masalah kesehatan.
Tapi teori menyebutkan, orang tinggi membuat tubuh harus dipaksa memompa darah dengan jarak lebih jauh, dan bisa menyebabkan kurangnya aliran darah untuk menjaga tubuh tetap sehat.
Selain itu membawa badan yang lebih besar juga bisa memberi beban lebih pada tulang, otot dan kaki. Tapi menariknya, orang tinggi berisiko rendah alami penyakit kronik jantung koroner, tekanan darah tinggi (hipertensi) atau kolesterol tinggi.
Untuk meneliti ini, para peneliti menggunakan database genetik dan kesehatan yang disebut VA Million Veteran Program, yang mencakup data sebanyak 280.000 orang Amerika.
Untuk subjek penelitian, 91 persen dari peserta adalah laki-laki, yang merupakan mantan anggota angkatan bersenjata. Sehingga penelitian ini disebut tidak relevan untuk kelompok masyarakat lain.
Baca Juga: Kang Daniel Tidak Dapat Menghadiri 'Music Bank' Hari Ini, Apa Alasannya?
Penelitian ini dipublikasi dalam PLOS Genetics, dengan tujuan berusaha mengkonfirmasi penelitian sebelumnya, yakni tinggi badan berisiko sebabkan detak jantung tak teratur (aritmia) dan varises lebih tinggi.
Berita Terkait
-
Prancis Dapat Kabar Buruk! Tchouameni Absen Lawan Paraguay Buntut Cedera Paha
-
Misteri Pesawat Tabrak Gedung Tertinggi Beijing, Pemerintah Bungkam Sensor Ketat
-
WIT Studio Umumkan Anime Orisinal LONA, Usung Tema Penelitian Otak Manusia
-
Uruguay Angkat Koper dari Piala Dunia 2026, Manchester United yang Ketiban Sial
-
Socceroos Hadapi Paraguay Tanpa Bek Kanan Murni, Jacob Italiano Cedera
Terpopuler
- Apa yang Terjadi Jika Gunung Anak Krakatau Meletus?
- 3 Pimpinan BGN Dilaporkan ke Ombudsman, Diduga Rangkap Jabatan di BUMN
- Kacamata Cat Eye Cocok untuk Bentuk Wajah Apa? Ini 3 Pilihan dengan Harga Ramah di Kantong
- 5 Sepatu Lari Reebok yang Diskon di Sports Station, Harga Mulai Rp300 Ribuan
- 8 Pilihan Parfum di Alfamart yang Semakin Berkeringat Semakin Wangi
Pilihan
-
PHK 1.250 Karyawan Tokopedia Berujung Aksi Buruh ke Kantor TikTok
-
Mengapa Kursi Komisaris Layak Untuk Sang Loyalis?
-
Cristiano Ronaldo Umumkan Perpisahan! Piala Dunia 2026 Jadi Panggung Terakhir
-
Tangis Bayi Pecah Pagi Hari, Warga Temukan Bayi Perempuan Baru Lahir di Teras Rumah
-
Rupiah Nyaris ke Rp18.000 Lagi Hari Ini
Terkini
-
Mendorong Anak Down Syndrome Tumbuh Mandiri Lewat Terapi dan Pelatihan
-
Bukan Sekadar Ambil Rapor, Kehadiran Ayah Ternyata Jadi Bekal Penting Anak Menyambut Sekolah
-
Panas Ekstrem Kian Meluas, 22 Persen Penduduk Dunia Kini Alami Heat Stress
-
Indonesia Catat Sejarah Baru dengan Operasi Saluran Cerna Robotik Pertama
-
Ruang Ekspresi dan Bonding Keluarga Jadi Kunci Anak Tumbuh Percaya Diri dan Bahagia
-
Tak Cukup IQ, Psikolog Ingatkan Pentingnya Kecerdasan Emosi dan Sosial untuk Masa Depan Anak
-
Pertama di Indonesia, Transplantasi Ginjal dengan Teknologi Robotik Berhasil Dilakukan di RS Ini
-
Dokter Ungkap Bahaya 'Lelaki Tidak Bercerita', Bisa Picu Obesitas hingga Diabetes
-
Masih Dianggap Sepele, 9 Penyakit Tropis Ini Diam-Diam Bisa Bikin Kantong Jebol
-
Jawab Tantangan Diagnosis Kanker, RS Atma Jaya Luncurkan Layanan Hematologi dan Onkologi Terpadu