Cobalah mengonsumsi protein setiap kali makan untuk menambah tingkat energi. Sumber protein yang baik termasuk daging tanpa lemak, ikan, telur, quinoa, kacang-kacangan dan biji-bijian atau memilih alternatif daging nabati seperti kedelai.
Hindari potongan daging berlemak dan daging olahan seperti salami, sosis, dan bacon yang bisa memperburuk peradangan.
4. Lemak sehat
Lemak sehat adalah asam lemak omega-3 dan lemak tak jenuh tunggal. Anda bisa mendapatkan asupan asam lemak omega-3 dari salmon, mackerel, anchovies, sarden, dan herring.
Anda akan menemukan lemak tak jenuh tunggal dalam minyak alpukat, minyak rami dan minyak zaitun extra virgin. Lemak sehat ini mendukung keseimbangan gula darah, produksi energi dan membantu mengatur sistem kekebalan tubuh.
5. Konsumsi makanan seimbang
Konsumsi makanan seimbang akan membantu mendukung tingkat energi. Usahakan makanan yang mengandung keseimbangan sayuran non-tepung, seperti sayuran berdaun hijau, karbohidrat kompleks, protein dan lemak sehat. Terakhir, hindari ngemil di antara waktu makan.
Berita Terkait
Terpopuler
- 5 Bedak Lokal yang Awet untuk Kondangan, Tahan Hingga Belasan Jam
- 7 Cushion Anti Oksidasi untuk Usia 50 Tahun, Ringan di Wajah dan Bikin Tampak Lebih Muda
- Awal Keberuntungan Baru, 4 Shio Ini Akhirnya Bebas dari Masa Sulit pada 11 Mei 2026
- Berapa Harga Sewa Pendopo Soimah? Ini Fasilitas Pendopo Tulungo
- Lipstik Merek Apa yang Mengandung SPF? Ini 5 Produk untuk Atasi Bibir Hitam dan Kering
Pilihan
-
Jauh di Bawah Tuntutan Jaksa, Eks Konsultan Kemendikbud Kasus Chromebook Hanya Divonis 4 Tahun
-
Tok! Eks Konsultan Kemendikbudristek Ibam Divonis 4 Tahun Penjara dalam Kasus Chromebook
-
Fenomena Tim Musafir Masih Hiasi Super League, Ketegasan PSSI dan I.League Dipertanyakan
-
Nyanyi Bareng Jakarta: Melodi Penenang bagi Jiwa yang Terpapar Debu Ibu Kota
-
Salah Satu Korban Dikunci dari Luar, Dengar Kiai Ashari Lakukan Aksi Bejat di Kamar Sebelah
Terkini
-
Turun 10 Kg dalam 8 Minggu, Ini Perjalanan Vicky Shu Jaga Berat Badan dengan Pendampingan Medis
-
Panas Ekstrem Ancam Ibu Hamil, Risiko Prematur hingga Bayi Lahir Mati Meningkat
-
Konsumsi Gula Orang Indonesia Tembus 75 Gram Sehari: Ancaman Serius Bagi Kesehatan Gigi
-
Kasus Hantavirus Ada di Provinsi Indonesia Mana Saja? Korban Meninggal Capai 3 Orang
-
Hantavirus Ada Sejak Kapan? Menilik Sejarah dan Munculnya Kasus di Indonesia
-
Gejala Awal Mirip Flu, Apa Perbedaan Hantavirus dan Corona?
-
Waspada! 7 Jenis Tikus di Sekitar Rumah Ini Bisa Jadi Penyebab Hantavirus di Indonesia
-
4 Penyebab Hantavirus dan Gejala Awalnya, Ramai Dibahas usai Kasus MV Hondius
-
Hantavirus Apakah Sudah Ada di Indonesia? Ini Fakta dan Risiko Penularannya
-
Hantavirus Mirip Flu? Ketahui Gejala, Penularan, dan Cara Mencegahnya