Suara.com - Presenter sekaligus pengusaha Ruben Onsu menjelaskan bahwa istrinya, Sarwendah, menderita penyakit langka di batang otaknya.
Jalan satu-satunya untuk mengobati kondisi tersebut adalah operasi. Namun, intervensi medis ini juga memiliki risiko tersendiri bagi kondisi Sarwendah ke depannya.
"Ada penyakit langka di batang otak. Nah misalnya di batang otak dioperasi dan tidak berhasil, berbahaya untuk penglihatan dan komunikasi sudah tidak senormal dulu," kata Ruben di tayangan Brownis Trans TV, Kamis (16/6/2022).
Berdasarkan Hello Sehat, batang otak merupakan bagian otak yang menghubungkan otak besar atau cerebrum dengan sumsum tulang belakang, dan otak kecil atau cerebellum.
Bagian otak ini berada di area belakang bawah atau dasar otak. Bentuknya yang seperti tangkai atau batang bbunga membuat bagian otak ini disebut batang otak.
Berikut beberapa penyakit yang dapat memengaruhi batang otak:
1. Stroke batang otak
Stroke batang otak terjadi ketika aliran darah ke batang otak terganggu atau terputus. Akibatnya, beberapa fungsi batang otak terpengaruh dan menimbulkan sejumlah gejala.
Gejala tersebut bisa berupa gangguan pernapasan, masalah menelan, mengunyah, bicara, pusing, vertigo, kelemahan otot, penglihatan ganda, hingga penurunan kesadaran.
Baca Juga: Cerita Pernikahan Sesama Jenis Viral, Istri Mengaku Dicuci Otak Ternyata Suaminya Perempuan
2. Tumor otak
Jenis tumor otak yang biasanya tumbuh di bayang otak adalah glioma, terutama astrositoma.
Gejala dari tumor otak meliputi sakit kepala, mual, gerakan mata tidak normal, kelemahan di satu sisi wajah, mati rasa, dan masalah keseimbangan.
3. Cedera otak traumatis
Cedera otak seperti benturan atau pukulan keras ke kepala bisa menganggu fungsi otak, termasuk batang otak.
Beberapa gejala dari cedera otak di bagian batang otak termasuk sakit kepala, pusing, mual dan muntah, masalah bicara, gangguan penglihatan, telinga berdenging, masalah tidur, koma hingga hilangnya kesadaran.
4. Ensefalitis
Ensefalitis merupakan peradangan pada jaringan otak yang disebabkan oleh infeksi atau respons autoimun. Kondisi ini dapat menyebabkan pembengkakan pada otak dan menimbulkan gejala, seperti sakit kepala, leher kaku, kejang, hingga hilangnya kesadaran.
Namun pada kondisi Sarwendah, Ruben tidak menjelaskan secara detail diagnosis sang istri kepada publik.
Berita Terkait
Terpopuler
- 4 Sepatu Kanky Terlaris di Shopee, Nyaman Dipakai Seharian Sesuai Review Pembeli
- 5 Shio yang Menarik Keberuntungan 28 Juni 2026, Hari Penuh Hoki dan Kesempatan
- 4 Sepatu Lari Skechers yang Diskon sampai 50 Persen di Sport Station, Mulai Rp500 Ribuan
- 10 Promo Sepatu Lari di Sports Station: Adidas, Reebok, dan New Balance Mulai Rp299 Ribuan
- 6 Sunscreen di Alfamart untuk Flek Hitam Usia 40 Tahun ke Atas sesuai Review
Pilihan
-
Hakim Andi Sebut Nadiem Makarim Seharusnya Dibebaskan
-
Selain 10 Tahun Penjara, Nadiem Makarim Wajib Bayar Uang Pengganti Rp809,59 Miliar
-
Nadiem Makarim Divonis 10 Tahun Penjara!
-
Jangan Puji Pemerintah karena Kerja: Mengapa Publik Begitu Mudah Terpesona?
-
Kabar Duka! Legenda Persija Si Macan Betawi Tan Liong Houw Tutup Usia
Terkini
-
Jawab Tantangan Diagnosis Kanker, RS Atma Jaya Luncurkan Layanan Hematologi dan Onkologi Terpadu
-
Jadi Oma Baru, Maia Estianty Cerita Pentingnya Menjaga Kesehatan Tulang dan Sendi agar Kuat
-
Jangan Anggap Sepele Gigi Berlubang, Ternyata Bisa Ganggu Tumbuh Kembang Anak
-
Hidrasi Bukan Sekadar Hilangkan Haus, Ini Manfaatnya bagi Kesehatan Tubuh
-
Hanya 4,9 Persen Pasien Berisiko Kardiovaskular Tinggi di Indonesia Capai Target LDL-C
-
Dari Kecelakaan Kerja hingga Cedera Kepala, MRI 1.5 Tesla Jadi Senjata Baru Penanganan Trauma
-
Bikin Anak Berani Berekspresi, Isi Libur Sekolah dengan Aktivitas Ini
-
Kenalan dengan HYROX, Fitness Race yang Sedang Digandrungi Komunitas Olahraga
-
Mudah Lelah dan Sesak Napas Bisa Jadi Tanda Kebocoran Katup Jantung
-
World Allergy Week 2026: Saatnya Ubah Sudut Pandang Soal Alergi Susu Sapi pada Anak