Suara.com - Meski nikmat, konsumsi ikan asin secara berlebihan ternyata dapat berisiko menyebabkan kanker nasofaring. Hal itu dikatakan oleh Ketua Yayasan Kanker Indonesia atau YKI, Profesor Aru Sudoyo.
Berbicara dalam acara webinar, Kamis (23/6/2022), Profesor Aru mengatakan bahwa ikan asin mengandung senyawa nitrosamin yang dapat menjadi pemicu tumbuhnya sel kanker.
Lebih lanjut ia menjelaskan mengenai senyawa nitrosamin, yang berasal dari zat karsinogenik dan secara alami ada dalam ikan tersebut. Nitrosamin sebenarnya tidak hanya ada pada ikan asin tetapi juga daging maupun makanan olahan mengandung karsinogenik lainnya.
"Daging atau makanan yang diolah secara proses tidak baik ataupun yang diproses secara umum, sebagai contoh daging yang diproses itu bisa saja seperti sosis, itu menggunakan bahan nitras. Itu adalah bahan karsinogenik," jelasnya.
Proses pengolahan ikan asin yang berkali-kali dan butuh waktu lama itu, kata Profesor Aru, menyebabkan senyawa nitrosamin keluar dan bisa menyebabkan kanker, terutama di nasofaring.
Ia pun menyebut bagaimana senyawa nitrosamin lebih mungkin sebabkan kanker nasofaring daripada kanker lambung karena kebiasaan orang Indonesia yang sering mengonsumsi ikan asin dengan nasi panas.
"Nasi panas itu ada uap lagi yang dapat membawa nitrosamin ke nasofaring," jelasnya.
Meski begitu, ikan asin bukan menjadi penyebab satu-satunya kanker nasofaring. Ia menyampaikan bahwa 90 persen penyebab kanker adalah gaya hidup, seperti kebiasaan merokok, obesitas, jarang olahraga, serta konsumsi alkohol.
Hal itu bukan berarti setiap orang yang mengonsumsi ikan asin akan mengidap kanker nasofaring. Apalagi jika jumlah nitrosamin yang terkandung kecil dan masih bisa ditangani tubuh sebelum senyawa berkembang menjadi sel kanker.
Baca Juga: Pertama Kalinya, Peneliti Menyuntikkan Virus untuk Membunuh Sel Kanker pada Manusia, Seberapa Ampuh?
"Saya tidak mengatakan jangan konsumsi ikan asin. Nikmati saja, sekali-sekali tidak apa-apa. Asal jangan berlebihan," pesannya.
Berita Terkait
Terpopuler
- 7 SD Swasta Terbaik di Palembang dan Estimasi Biayanya, Panduan Lengkap Orang Tua 2026
- Begini Respons Kopassus Usai Beredar Isu Orang Istana Digampar Pangkopassus
- Sepeda Dewasa Merek Apa yang Murah dan Awet? Ini 5 Pilihan Terbaik untuk Harian
- 7 Pilihan Lipstik yang Awet 12 Jam, Anti Pudar Terkena Air dan Minyak
- Aksi Kritik Gubernur Rudy Mas'ud 21 April, Massa Diminta Tak Tutup Jalan Umum
Pilihan
-
Purbaya Copot Febrio dan Luky dari Dirjen Kemenkeu
-
Heboh! Gara-gara Putar Balik, Sopir Truk Ini Kena Tilang Polisi Rp 22 Juta
-
Bukan Hoaks! 9 Warga Papua Termasuk Balita Tewas Ditembak saat Operasi Militer TNI
-
Harga Pangan Hari Ini Naik, Cabai dan Minyak Goreng Meroket
-
Perang AS vs Iran: Trump Perpanjang Gencatan Senjata Tanpa Batas Waktu
Terkini
-
Terbukti Bukan Asal Tren: Susu Flyon Direview dan Direkomendasikan Puluhan Dokter
-
Bukan Sekadar Main Kartu, Domino Kini Diakui sebagai Olahraga Pikiran
-
DBD Menular atau Tidak Lewat Sentuhan? Simak Fakta-faktanya
-
AI Masuk Dunia Wellness: Kursi Pijat Canggih Ini Bisa Baca Stres dan Sesuaikan Relaksasi
-
Penelitian Baru: Salinitas Air Minum Berkontribusi pada Risiko Hipertensi
-
Lawan PTM dari Rumah: Mengapa Kampanye Generasi Bersih Sehat Vital Bagi Masa Depan Kita?
-
Mengakhiri Ketergantungan Rujukan, Standar Lab Internasional Kini Tersedia Langsung di Makassar
-
Neuropati Perifer pada Diabetes Banyak Tak Terdeteksi, Pedoman Baru Dorong Peran Aktif Apoteker
-
Transformasi Operasi Lutut: Teknologi Robotik hingga Protokol ERAS Dorong Pemulihan Lebih Cepat
-
Konflik Global Memanas, Menkes Dorong Ketahanan Farmasi Nasional dan Stabilitas Harga Obat