Suara.com - Kanker otak dimulai dengan tumor ganas, hasil dari pertumbuhan berlebih sel-sel di otak. Kondisi ini bisa membuat penderita mengalami beberapa masalah kesehatan lain.
Terkadang, tumor otak kanker ini bisa tumbuh sangat cepat, mengganggu mekanisme kerja tubuh.
Di antara semua kanker lainnya, kanker otak merupakan suatu penyakit yang muncul dengan banyak gejala peringatan. Namun terkadang orang-orang gagal mengenalinya.
Namun, terkadang gejala kanker otak bergantung pada ukuran tumor otak. Tidak heran bila gejalanya disalahartikan sebagai kondisi kesehatan lain.
Dilansir The Health Site, pengobatan yang tidak tepat waktu dapat menyebabkan masalah yang lebih parah, bahkan dapat berakhir fatal.
Pengobatan tepat waktu berarti mendapat perawatan segera setelah gejala muncul. Karenanya, penting untuk mengenali gejalanya, yang bisa berupa:
- Sakit kepala konstan yang hanya muncul di malam hari
- Mual atau muntah
- Mati rasa atau kesemutan di lengan atau kaki
- Kesulitan berpikir dan kurangnya koordinasi
- Sulit berjalan atau menyeimbangkan gerakan tubuh
- Masalah bicara atau kesulitan dalam berbicara
- Masalah penglihatan atau gerakan mata yang tidak normal
Sakit kepala kronis bisa menjadi salah satu gejala kanker otak yang membutuhkan perhatian segera.
Sebagai tambahan, secara umum kanker merupakan penyakit parah di mana sel-sel abnormal membelah tak terkendali dan menghancurkan jaringan tubuh.
Baca Juga: Gejala Virus Corona Covid-19 Bisa Dilihat dari Kuku
Berita Terkait
Terpopuler
- Ogah Bayar Tarif Selat Hormuz ke Iran, Singapura: Ingat Selat Malaka Lebih Strategis!
- Harga Minyak Dunia Turun Drastis Usai Pengumuman Gencatan Senjata Perang Iran
- Proyek PSEL Makassar: Investor Akan Gugat Pemkot Makassar Rp2,4 Triliun
- 5 Rekomendasi Tablet Murah dengan Keyboard Bawaan, Jadi Lebih Praktis
- Sepeda Lipat Apa yang Murah dan Awet? Ini 5 Rekomendasi Terbaik untuk Gowes
Pilihan
-
Mendadak Jakarta Blackout Massal: Sempat Dikira Peringatan Hari Bumi, MRT Terganggu
-
Benjamin Netanyahu Resmi Diseret ke Pengadilan Duduk di Kursi Terdakwa
-
Biadab! Israel Bunuh Jurnalis Al Jazeera di Gaza pakai Serangan Drone
-
Iran Tuduh AS-Israel Langgar Kesepakatan, Gencatan Senjata Terancam Batal
-
Jambret Bersenjata di Halmahera Semarang: Residivis Kambuhan yang Tak Pernah Belajar
Terkini
-
96% Warga Indonesia Tak ke Dokter Gigi, Edukasi Digital Jadi Kunci Ubah Kebiasaan
-
Aktivitas Bermain Menunjang Perkembangan Holistik dan Kreativitas Anak
-
Dipicu Kebutuhan Tampil Percaya Diri, Kesadaran Menjaga Kesehatan Gigi dan Mulut Naik Saat Ramadan
-
Berat Badan Anak Susah Naik? Waspadai Gejala Penyakit Jantung Bawaan yang Sering Tak Disadari
-
Tes Genetik Makin Terjangkau, Indonesia Targetkan 200 Ribu Sequencing DNA untuk Deteksi Penyakit
-
Kenali Ragam Penyakit Ginjal dan Pilihan Pengobatan Terbaiknya
-
Solusi Membasmi Polusi Kekinian ala Panasonic
-
Gaya Hidup Modern Picu Asam Urat, Ini Solusi Alami yang Mulai Direkomendasikan
-
Memahami Autisme dari Dekat: Kenapa Dukungan Lingkungan Itu Penting untuk Anak ASD
-
17.500 Paket Gizi untuk Masa Depan: Langkah Konkret Melawan Stunting di Bekasi