Suara.com - Kesehatan tubuh kita, termasuk otak, bisa dipengaruhi oleh pola makan. Semakin bergizi makanan yang dikonsumsi, maka kesehatan tubuh juga semakin baik. Ini juga berlaku sebaliknya.
Kita juga perlu membatasi makanan yang tidak sehat, demi menjaga fungsi otak tetap baik. Makanan juga bisa mengurangi risiko penyakit, dari demensia hingga kanker otak.
Berdasarkan New York Post, berikut makanan yang perlu dihindari untuk menjaga kesehatan otak.
1. Minuman perasa dengan gula tambahan
Jus buah kemasan yang dinilai menyehatkan sebenarnya mengandung gula tambahan dan ini tidak baik untuk otak.
"Jus buah memiliki beberapa nutrisi yang bermanfaat, tetapi tetap saja, itu adalah minuman manis yang hampir tidak memiliki serat di dalamnya,” kata ahli diet di pacific-analytics.com, Susan Kelly.
Minuman manis menyebabkan penurunan total volume otak dan hipokampus.
Menurut Kelly, lebih baik memakan buah utuh daripada mengonsumsinya dalam bentuk minuman.
2. Terlalu banyak kalori
Baca Juga: 7 Gejala Kanker Otak yang Biasanya Diabaikan, Salah Satunya Sakit Kepala di Malam Hari
Mendapat asupan kalori secara teratur berpotensi memperburuk kondisi kesehatan otak.
"Makan berlbebihan atau mengonsumsi banyak kalori dalam waktu yang singkat dikaitkan dengan peningkatan risiko masalah terkat memori dan gangguan kognitif secara keseluruhan," sambung Kelly.
Selain itu, makan kalori berlebihan juga meningkatkan obesitas serta diabetes, yang pada akhirnya bisa merambat ke tekanan darah tinggi atau penyakit jantung.
3. Soda diet
Soda diet masih mengandung gula dan ini tidak baik untuk otak.
"Penelitian telah menunjukkan bahkan minuman ringan diet, yang diyakini beberapa orang sebagai pilihan yang lebih sehat, telah dikaitkan dengan peningkatan peradangan otak dan peningkatan risiko depresi," kata dokter medis Sheetal DeCaria.
4. Makanan pemicu inflamasi
Jenis makanan lain yang harus dihindari untuk meningkatkan kesehatan otak adalah makanan ringan yang menyebabkan peradangan.
"(Misalnya) junk food, makanan yang digoreng, produk manis, dan daging merah merupakan musuh otak jika dikonsumsi berlebihan," tandas Kelly.
Berita Terkait
Terpopuler
- Apakah Jateng Tak Punya Gubernur? Ketua TPPD: Buktinya Pertumbuhan Ekonomi Jateng Nomor Dua di Jawa
- Ayatollah Ali Khamenei Diklaim Tewas, Foto Jasadnya Ditunjukkan ke Benjamin Netanyahu
- PERANG DIMULAI: Amerika dan Israel Serang Ibu Kota Iran
- Terpopuler: 5 HP Samsung RAM 8 GB Termurah, Sinyal Xiaomi 17T Series Masuk Indonesia
- Israel Bombardir Kantornya di Teheran, Keberadaan Imam Ali Khamenei Masih Misterius
Pilihan
-
Terungkap! Begini Cara CIA Melacak dan Mengetahui Posisi Ayatollah Ali Khamenei
-
Iran Klaim Hantam Kapal Induk USS Abraham Lincoln Pakai 4 Rudal, 3 Tentara AS Tewas
-
BREAKING: Mantan Presiden Iran Mahmoud Ahmadinejad Dilaporkan Tewas dalam Serangan Israel
-
Iran Kibarkan Bendera Merah di Masjid Jamkaran Usai Kematian Khamenei, Simbol Janji Balas Dendam
-
Profil Mojtaba Khamenei: Sosok Kuat Penerus Ali Khamenei, Calon Pemimpin Iran?
Terkini
-
Presisi dan Personalisasi: Arah Baru Perawatan Kanker di Asia Tenggara
-
Lonjakan Kasus Kanker Global, Pencegahan dengan Bahan Alami Kian Dilirik
-
Cara Memilih dan Memakaikan Popok Dewasa untuk Cegah Iritasi pada Lansia
-
5 Fakta Keracunan MBG Cimahi: Pengelola Minta Maaf, Menu Ini Diduga Jadi Penyebab
-
4 Penjelasan Sains Puasa Membantu Tubuh Lebih Sehat: Autofagi, Insulin dan Kecerdasan
-
Mendampingi Anak Gamer: Antara Batasan, Keamanan, dan Literasi Digital
-
Selamat Tinggal Ruam! Rahasia Si Kecil Bebas Bergerak dan Mengeksplorasi Tanpa Batasan Kenyamanan
-
Tantangan Penanganan Kanker di Indonesia: Edukasi, Akses, dan Deteksi Dini
-
Virus Nipah Mengintai: Mengapa Kita Harus Waspada Meski Belum Ada Kasus di Indonesia?
-
Transformasi Layanan Kesehatan Bawa Semarang jadi Kota Paling Berkelanjutan Ketiga se-Indonesia