Suara.com - Koma adalah tingkatan paling dalam ketika seseorang tidak sadarkan diri. Koma merupakan pengalaman traumatis yang bisa memberikan efek psikologis dalam jangka waktu lama setelah sadar kembali.
Orang bisa mengalami koma karena banyak alasan, termasuk mengalami pukulan keras di kepala dalam karena beberapa jenis kecelakaan atau kehilangan kesadaran karena penyakit.
Terkadang, dokter akan memberikan induksi pada pasien koma untuk merungankan penderitaan dan memberikan kesempatan yang lebih baik untuk bertahan hidup.
Hal ini bisa dilakukan berhari-hari, berminggu-minggu, berbulan-bulan atau bertahun-tahun sebelum pasien koma kembali sadar.
Dalam beberapa kasus ekstrem dilansir dari Daily Star, orang mungkin bisa menghabiskan beberapa dekade dalam kondisi koma dan bangun ketika fisiknya sudah menua hingga orang yang dicintai sudah meninggal dunia.
Orang yang mengalami koma ini pastinya juga melalui begitu banyak kisah atau mimpi dalam ketidaksadarannya. Berikut ini dilansir dari Daily Star, cerita orang-orang yang pernah mengalami koma.
1. Mimpi saudara kembarnya yang sudah meninggal
Seseorang yang pernah koma selama 3 hari akibat kanker ini mengaku memimpikan saudara kembarnya yang sudah meninggal setahun lalu.
Ia bermimpi dalam ketidaksadarannya sedang bersama saudara kembarnya di lapangan hijau dengan sinar matahari. Mereka berbincang seolah-olah nyata.
Baca Juga: Bob Tutupoly Meninggal Karena Stroke, Catat 7 Makanan untuk Mencegahnya
2. Halusinasi
Ada pula orang yang pernah koma justru mengalamimimpi yang sangat psikedelik atau menakutkan hingga membuatnya putus asa.
Bahkan, ia terus mengalami halusinasi gila setelah sadar. Ia halusinasi telah mengendarai balon udara, kupu-kupu yang mendarat di mata hingga merasa ada pembunuh bayaran yang mencoba mencuri obatnya.
3. Mimpi memiliki keluarga
Seseorang yang pernah koma kali ini juga bercerita seolah-olah memiliki keluarga yang utuh di dalam mimpinya selama tidak sadar. Ia merasa ditemani seorang wanita luar biasa yang menjadi istrinya dalam mimpi.
Bahkan, ia merasa sudah dua tahun menikah dengan wanita itu dan memiliki anak perempuan. Ia merasa sangat bahagia dengan keluarga kecilnya itu dalam mimpi.
Tapi setelah 10 tahun, ia mulai kembali sadar dari komanya dan menyadari bahwa keluarganya itu tidak nyata.
Usai sadar dari koma bertahun-tahun ini, ia justru mengalami depresi selama 3 tahun. Saya merasa sedih bahwa wanita dan anak yang dimimpikannya itu tidak nyata, sehingga merasa kehilangan.
Berita Terkait
Terpopuler
- Tak Hanya di Jateng, DIY Berlakukan Pajak Opsen 66 Persen, Pajak Kendaraan Tak Naik
- 5 Sepatu Tanpa Tali 'Kembaran' Skechers Versi Murah, Praktis dan Empuk
- Jalan Lingkar Sumbing Wonosobo Resmi Beroperasi, Dongkrak Ekonomi Tani dan Wisata Pegunungan
- 5 Rekomendasi HP Layar Besar untuk Orang Tua Mulai Rp1 Jutaan
- 10 Rekomendasi Cream Memutihkan Wajah dalam 7 Hari BPOM
Pilihan
-
Siswa Madrasah Tewas usai Diduga Dipukul Helm Oknum Brimob di Kota Tual Maluku
-
Impor Mobil India Rp 24 Triliun Berpotensi Lumpuhkan Manufaktur Nasional
-
Jadwal Imsak Jakarta Hari Ini 20 Februari 2026, Lengkap Waktu Subuh dan Magrib
-
Tok! Eks Kapolres Bima AKBP Didik Resmi Dipecat Buntut Kasus Narkoba
-
Bisnis Dihimpit Opsen, Pengusaha Rental Mobil Tuntut Transparansi Pajak
Terkini
-
Membangun Kebiasaan Sehat: Pentingnya Periksa Gigi Rutin bagi Seluruh Anggota Keluarga
-
Susu Kambing Etawa Indonesia Tembus Pameran Internasional: Etawanesia Unjuk Gigi di Expo Taiwan
-
Penanganan Penyintas Kanker Lansia Kini Fokus pada Kualitas Hidup, Bukan Sekadar Usia Panjang
-
Ini Rahasia Tubuh Tetap Bugar dan Kuat Menjalani Ramadan Optimal Tanpa Keluhan Tulang dan Sendi
-
Anak Sekolah Jadi Kelompok Rentan, Pemantauan Aktif Vaksinasi Dengue Diperluas di Palembang
-
Cuma Pakai Dua Jari, Dokter Ungkap Cara Deteksi Sakit Jantung dari Raba Nadi
-
Bukan Cuma Blokir, Ini Kunci Orang Tua Lindungi Anak di Ruang Digital
-
Sedih! Indonesia Krisis Perawat Onkologi, Cuma Ada Sekitar 60 Orang dari Ribuan Pasien Kanker
-
Lebih dari Sekadar Sembuh: Ini Rahasia Pemulihan Total Pasien Kanker Anak Setelah Terapi
-
Edukasi dan Inovasi Jadi Kunci Tingkatkan Kesadaran Kesehatan Gigi dan Mulut Lintas Generasi