Suara.com - Artis sekaligus penyanyi legendari Bob Tutupoly dikabarkan meninggal dunia, Selasa (5/7/2022). Kabar ini juga sudah dikonfirmasi oleh pihak keluarga Bob Tutupoly.
Berdasarkan keteranga putri Bob Tutupoly, Sasha Karina Tutupoly mengatakan, ayahnya tersebut memang sudah masuk ICU sejak satu bulan lalu. Dikatakan, Bob Tutupoly mengalami stroke dan berbagai penyakit lainnya.
"Tadi malam, pukul 00.03 tepatnya, papa dinyatakan meninggal dunia di rumah sakit Mayapada. Beliau terkena stroke, tapi memang ada beberapa penyakit lain karena usia,” ujar Sasha di rumah duka San Diego di RS Siloam Semanggi, Jakarta, Selasa (5/7/2022).
Stroke sendiri merupakan penyakit yang banyak mengambil nyawa penderitanya. Penyakit yang satu ini terjadi karena arteri yang tersumbat (stroke iskemik), serta kebocoran atau pecahnya pembuluh darah (stroke hemoragik).
Untuk itu, sangat penting menjaga gaya hidup untuk mencegah penyakit stroke ini sendiri, termasuk makanan yang dikonsumsi. Melansir laman Verywellhealth, berikut beberapa makanan yang dapat mencegah stroke.
1. Jus jeruk
Mengonsumsi jus jeruk 100 persen dipercaya dapat mendukung kesehatan jantung. Jus jeruk tanpa gula mengandung potasium, yaitu nutrisi yang menurunkan risiko stroke bagi seseorang.
Selain itu, jus jeruk juga mengandung flanoid yaitu senyawa alami yang dapat menurunkan risiko stroke sebesar 22 persen padar pria, dan 19 persen pada wanita.
2. Kacang kenari
Baca Juga: Yuni Shara Kenang Pertemuan Terakhir dengan Bob Tutupoly
Kacang-kacangan seperti kenari dipercaya dapat mencegah storek pada seseorang. Penelitian yang diterbitkan dalam Journal of American Heart Association menunjukkan, seseorang yang mengonsumsi kacang kenari lebih banyak, memiliki risiko stroke lebih rendah.
3. Stroberi
Stroberi rupanya dapat mendukung kesehatan pembuluh darah. Selain itu, stroberi juga mengandung konsentrasi fisetin antioksidan terpadat yang berpotensi mencegah stroke iskemik pada seseorang.
Tidak hanya itu, buah yang satu ini juga mengandung kadar gula yang rendah sehingga berguna untuk mencegah diabetes.
4. Produk susu
Mengonsumsi berbagai produk susu dapat memberikan nutrisi yang baik bagi tubuh seperi kalsium, magnesium, dan potasium,
Sebuah studi tinjauan Journal of American Heart Association menemukan, orang yang mengonsumsi susu dalam jumlah yang lebih tinggi memiliki risiko stroke yang lebih rendah.
5. Teh
Berdasarkan data, mengonsumsi teh dapat membantu mengurangi risiko stroke pada seseorang. Selain itu, teh juga dipercaya menjaga kesehatan jantung dan menghindari seserang dari stress serta depresi.
6. Cokelat hitam
Siapa yang menyukai cokelat hitam? Rupanya makanan yang satu ini juga memberikan dapat menurunkan risiko stroke. Namun, berdasarkan data, mengonsumsi cokelat hitam ini tidak disarankan jika lebih dari tiga porsi seminggu.
7. Ikan dan Kerang
Ikan dan kerang nyatanya juga dapat membantu mengurangi risiko stroke. American Heart Association merekomendasikan, makan dua porsi makanan laut seminggu dapat menjaga kesehatan jantung.
Hal ini dapat berguna untuk menghindari berbagai risiko penyakit seperti gagal jantung kongestif, penyakit jantung koroner, stroke iskemik, dan kematian jantung mendadak.
Berita Terkait
Terpopuler
- Pemerintah Tutup Ruang Pembentukan Provinsi Luwu Raya, Kemendagri: Ikuti Moratorium!
- Warga Sambeng Borobudur Pasang 200 Spanduk, Menolak Penambangan Tanah Urug
- Cerita Eks Real Madrid Masuk Islam di Ramadan 2026, Langsung Bersimpuh ke Baitullah
- Sosok Arya Iwantoro Suami Dwi Sasetyaningtyas, Alumni LPDP Diduga Langgar Aturan Pengabdian
- Desa di Kebumen Ini Ubah Limbah Jadi Rupiah
Pilihan
-
Kasus Pembakaran Tenda Polda DIY: Perdana Arie Divonis 5 Bulan, Hakim Perintahkan Bebas
-
Bikin APBD Loyo! Anak Buah Purbaya Minta Pemerintah Daerah Stop Kenaikan TPP ASN
-
22 Tanya Jawab Penjelasan Pemerintah soal Deal Dagang RI-AS: Tarif, Baju Bekas, hingga Miras
-
Zinedine Zidane Comeback! Sepakat Latih Timnas Prancis Usai Piala Dunia 2026
-
Warga Sambeng Borobudur Pasang 200 Spanduk, Menolak Penambangan Tanah Urug
Terkini
-
Selamat Tinggal Ruam! Rahasia Si Kecil Bebas Bergerak dan Mengeksplorasi Tanpa Batasan Kenyamanan
-
Tantangan Penanganan Kanker di Indonesia: Edukasi, Akses, dan Deteksi Dini
-
Virus Nipah Mengintai: Mengapa Kita Harus Waspada Meski Belum Ada Kasus di Indonesia?
-
Transformasi Layanan Kesehatan Bawa Semarang jadi Kota Paling Berkelanjutan Ketiga se-Indonesia
-
Membangun Kebiasaan Sehat: Pentingnya Periksa Gigi Rutin bagi Seluruh Anggota Keluarga
-
Susu Kambing Etawa Indonesia Tembus Pameran Internasional: Etawanesia Unjuk Gigi di Expo Taiwan
-
Penanganan Penyintas Kanker Lansia Kini Fokus pada Kualitas Hidup, Bukan Sekadar Usia Panjang
-
Ini Rahasia Tubuh Tetap Bugar dan Kuat Menjalani Ramadan Optimal Tanpa Keluhan Tulang dan Sendi
-
Anak Sekolah Jadi Kelompok Rentan, Pemantauan Aktif Vaksinasi Dengue Diperluas di Palembang
-
Cuma Pakai Dua Jari, Dokter Ungkap Cara Deteksi Sakit Jantung dari Raba Nadi